
9 bulan kemudian...
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Yudi pun akhirnya datang juga. Hari kebebasan, dimana dia sudah bisa bernafas lega setelah terkurung di dalam sangkar. Sangkar yang membuat dia sadar. Sangkar yang membuat dia lebih bisa lagi memahami hidup. Dan melalui sangkar ini dia bisa mengambil hikmah nya.
Sengaja Yudi tidak memberitahukan kabar bahagia ini kepada siapapun, bahkan kepada kedua orang tuanya. Dia berniat akan memberikan surprise kepada orang-orang yang akan ditemuinya nanti.
Pertama Yudi akan pulang dulu ke rumah Iin, dia akan menemui anak dan istrinya, yang dia belum tahu kebenarannya bahwa Iin sudah bukan istrinya lagi.
Lalu selanjutnya dia akan menemui kedua orang tuanya, pikirnya. Dia akan meminta maaf kepada semua orang, terlebih kepada keluarganya yang sudah dia kecewakan. Dia sudah merencanakan itu semua sejak beberapa hari sebelum kebebasannya.
Saat ini Yudi sudah di dalam perjalanan, dengan perasaan rindu yang menggebu dia sudah siap untuk bertemu dengan anak dan istrinya. Dia sudah memantapkan hatinya untuk memulai semua dari awal lagi dengan jalan yang lurus.
Begitu sampai di kampung halaman, entah kebetulan yang seperti apa di desa itu terlihat sepi. Yudi pun dengan segera menuju ke rumahnya dan segera mengetuk pintu rumah Iin layaknya seorang tamu.
Iin saat itu sedang berada di dapur untuk memasak, dan Aldi yang menonton televisi di ruang keluarga.
"Permisi..." ucap Yudi dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"Iya..." sahut Iin dan Aldi bersamaan.
Dan bersamaan pula kedua orang itu keluar untuk melihat siapa yang datang.
Belum sampai di depan pintu, Iin dan Aldi yang kaget dengan kedatangan Yudi pun hanya diam dan berhenti sejenak kemudian saling pandang.
"Aldi ini ayah nak, ayah sudah pulang.." ucap Yudi dengan mata berkaca-kaca menahan tangis karena begitu rindu dengan sang anak.
"Dek ini mas sudah pulang.." Yudi pun mengalihkan pandangannya kepada Iin.
Karena melihat kedua orang itu hanya diam saja, Yudi pun menghampiri mereka. Iin dan Aldi yang melihat Yudi mendekat hanya diam saja.
"Ayah kangen banget sama kamu Al..." ucap Yudi dengan berderai air mata dan semakin mengeratkan pelukannya.
Aldi yang baru tersadar bahwa yang memeluknya adalah ayahnya, seseorang yang dia rindukan selama ini, akhirnya membalas pelukan sang ayah. Dan semakin erat bahkan keduanya menangis bersama karena rindu yang telah terobati.
Iin yang melihat pemandangan mengharukan di depannya itu pun seketika ikut meneteskan air mata.
__ADS_1
Yudi yang melihat Iin menangis akhirnya dengan perlahan melepaskan pelukannya dari Aldi. Dia yang ingin gantian memeluk istrinya itu secara tidak langsung Iin menghindarinya. Iin hanya menjabat tangan Yudi. Yudi sedikit merasa heran kenapa kog Iin seakan menghindari kontak fisik dengannya.
Iin memang sengaja melakukan itu, karena bagaimanapun secara hukum mereka sudah bukan suami istri lagi. Tetapi karena Yudi belum mengetahui itu semua akhirnya dia hanya terheran-heran saja.
"Duduk mas aku buatin minum, istirahat dulu." ucap Iin sambil berlalu ke dapur untuk membuatkan minum dan menyiapkan makanan mantan suaminya itu.
Meski bagaimanapun Iin masih boleh menyiapkan semua itu untuk ayah dari anaknya itu.
Aldi yang jelas sudah mengetahui keadaan yang sebenarnya pun, dengan segera mengajak ayahnya untuk duduk dan mengurangi rasa canggung yang terjadi.
...****************...
Maaf telat up kak, karena lagi ribet banget mama-mama yang anaknya masuk ke sekolah baru 🤭
Tapi tetap semangat donk 💪
Jangan lupa vote nya 😉
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya juga 🙏