
Di kediaman Iin.
"Ya sudah sekarang kamu susul Ibumu di Rumah Sakit kamu jelaskan pelan-pelan jangan sampai Ibumu shock lagi. Tadi budemu sudah kasih kabar kalau Ibumu sudah dipindah diruang perawatan." jelas pakdenya Iin.
"Iya pakde habis gini Iin langsung ke Rumah Sakit buat ketemu Ibu."
"Ow ya apa Aldi masih sama ayahnya?" tanya pakde.
"Masih pakde. Sementara biar disana aja gak apa-apa selama liburan, karena biar lebih banyak waktu sama ayahnya juga. Nanti kalau sudah mulai masuk sekolah sudah jarang bisa pergi-pergi karena tugas sekolah Aldi banyak." jelas Iin.
"Ya sudah saya pamit dulu pakde, mau pulang sebentar." lanjut Iin.
"Ya sudah kamu hati-hati."
"Iya terima kasih pakde." kemudian Iin bangkit dari duduknya dan menjabat tangan pakdenya untuk segera pulang kerumahnya.
...****************...
Begitu sampai di Rumah Sakit Iin segera menuju ke ruangan dimana Ibunya di rawat, setelah sebelumnya menghubungi Sari terlebih dahulu untuk mengetahui dimana ruangannya.
Setelah sampai di depan pintu sebuah ruangan yang diyakini itu adalah ruangan Ibunya, Iin segera mengetuk pintu tersebut dan membukanya.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Iin segera masuk, dan terlihatlah Ibunya dan Sari serempak melihat siapa orang yang masuk ke ruangan. Dan ternyata Ibunya dan Sari baru saja membahas tentang permasalahan Iin.
Iin sudah bisa menebaknya karena melihat dari raut muka sang Ibu terlihat bahwa memendam amarah dan kecewa sangat dalam.
Tanpa berpikir panjang Iin segera menghampiri Ibunya dan berdiri disamping brankar di depan Sari. Kemudian menggenggam tangan Ibunya.
"Buk Iin benar-benar minta maaf sama Ibu, Iin tahu kesalahan Iin ini sangat susah untuk dimaafkan tapi Iin mohon maafkan Iin buk! Iin sadar sudah kembali membuat malu keluarga lagi." tangis Iin dengan terus menggenggam tangan Ibunya.
Ibunya Iin hanya diam saja bahkan tidak menoleh melihat Iin sama sekali. Dan Sari pun hanya diam saja, karena memang dia biarkan kakaknya yang menyelesaikan masalah ini.
Iin terus saja menangis dan meminta maaf meskipun tidak ada respon sama sekali dari Ibunya.
"Kamu mau Ibu maafkan?" tanya Ibunya Iin tanpa menoleh sedikitpun kepada Iin.
"Iya buk Iin mau!" seru Iin tanpa berpikir panjang.
Dan Sari yang mendengar pun terlihat sangat senang karena akhirnya Ibunya mau memaafkan kakaknya.
"Kamu harus kembali menikah dengan Yudi, biar anak itu jadi tanggung jawabnya Yudi! Ibu tidak mau melihat kamu menikah dengan orang lain selain Yudi!" seru Ibunya Iin dengan tegas.
Karena bagaimanapun memang Ibunya Iin masih menginginkan Yudi untuk menjadi menantunya. Setelah memikirkan masalah Iin akhirnya Ibunya berpikir bahwa akan membiarkan Yudi untuk kembali menjadi menantunya.
__ADS_1
Ibunya Iin yakin bahwa setiap orang pasti ada kesempatan untuk bertobat. Dan beliau yakin bahwa Yudi pasti sudah berubah dan bertobat. Meskipun Ibunya Iin belum tahu bahwa Yudi sudah memiliki usaha sendiri disana.
Mendengar syarat dari Ibunya, Iin dengan segera menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin dia akan kembali menikah dengan Yudi, apalagi anak yang dikandung bukan anak Yudi dan tidak menutup kemungkinan bahwa Yudi akan mau bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.
Kalau untuk cinta, pasti masih ada perasaan cinta diantara keduanya. Tapi kembali lagi ini bukan masalah cinta, tapi masalah tanggung jawab.
Dan Sari pun merasa kaget dengan syarat dari Ibunya tersebut. Karena menurut Sari kasihan Yudi kalau harus bertanggung jawab sedangkan dia tidak melakukan apapun.
Melihat Iin yang diam saja bahkan jelas menolak dengan menggelengkan kepala, Ibunya pun melepaskan tangannya yang digenggam oleh Iin dengan kasar.
"Ya sudah kalau tidak mau!" seru Ibunya dengan memunggungi Iin.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir kak di karya kedua ku 👇
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1