Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 82


__ADS_3

"Trus gimana dengan Aldi le? Sudah kamu bahas dengan Iin dan keluarganya?" tanya ayah Yudi.


"Aldi sementara biar ikut Iin pak, soalnya kalau ikut aku nanti harus pindah sekolah dan juga aku belum bekerja jadi belum bisa memenuhi kebutuhannya..."


"Tapi mereka tetap mengijinkan kog kalau aku mau ketemu Aldi kapan aja." lanjut Yudi.


"Ya wes syukurlah kalau sudah kalian bahas. Jangan sampai anak menjadi korban karena keegoisan orang tua." petuah sang ayah.


"Trus rencana kamu gimana nanti kedepannya le?" tanya sang ibu yang dari tadi hanya mendengarkan saja.


"Rencana ku ya tinggal disini dulu sementara sambil mencari-cari pekerjaan buk."


"Tapi ibu minta ya le kalau mau cari kerjaan jangan di luar kota lagi, di daerah kita kalau mau cari banyak kog. Jadi gak usah takut kalau gak dapat kerja. Gak usah tergiur karena gaji besar tetapi jauh dari keluarga, karena kalau kita salah langkah ada keluarga nanti yang akan mengingatkan kita. Contohnya seperti kamu kemarin, karena jauh dari keluarga makanya tidak ada yang mengingatkan kamu kalau yang kamu lakukan itu salah. Ngerti ya le maksdu ibu, bukannya ibu mau membatasi dalam kamu bekerja." terang sang ibu panjang lebar.


"Iya Yudi ngerti maksud ibu. Sekali lagi Yudi minta maaf ya pak buk!" tangis Yudi pun kembali pecah.

__ADS_1


Dia begitu bersyukur memiliki orang tua seperti mereka, meskipun hidup sederhana tapi selalu ada kebahagiaan didalamnya.


"Kalau kamu mau, ini bapak sama ibu ada sedikit uang bisa buat modal kamu buka usaha. Kamu pikirkan usaha apa yang sekiranya sesuai dengan keahlian kamu. Sembari kamu cari pekerjaan, sementara untuk batu loncatan dulu."


"Iya pak buk terima kasih banyak. Nanti akan Yudi pikirkan usaha apa yang sedang berkembang saat ini." jawab Yudi dengan tak henti-hentinya dia bersyukur dalam hati karena diberikan orang tua yang begitu sayang.


...****************...


Di lain pihak, proyek di dekat kampung Iin pembangunannya sudah selesai. Jadi Ari dan semua anak buahnya sudah tidak terlihat disana lagi. Mereka sudah berpindah tempat di lain daerah lagi untuk proyek selanjutnya.


Saat ini mereka berdua sedang berada di dalam kamar, setelah keduanya menuntaskan hasrat seperti biasa. Ari mengendap-endap masuk ke rumah Iin dan menginap. Karena memang saat ini rumah Iin sedang sepi, Aldi sengaja menginap di rumah ayahnya karena besok adalah hari libur.


Jadi kesempatan itu digunakan dengan sangat baik oleh Ari dan Iin sebelum mereka benar-benar berpisah untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Tergantung proyek yang dikerjakan apakah cepat atau tidak.


"Jadi bener pah proyek yang dikampung sebelah uda selesai?" tanya Iin sambil meletakkan kepalanya dilengan Ari. Karena mereka saat ini sedang berbaring hanya dengan berselimutkan saja.

__ADS_1


"Iya mah, dan nanti bakal susah sinyal disana. Tapi aku janji kalau ada sinyal langsung aku hubungi ya." jawab Ari dengan mencium kening Iin.


"Trus kita bakal lama gak ketemu lagi donk?" tanya Iin sendu.


"Doakan aja proyeknya cepat selesai, nanti aku bakal datang lagi dan nikahin kamu. Dan kamu harus mau gak boleh nolak lagi ya?" kata Ari dengan serius. Tapi jujur dalam hati dia tidak tahu apa yang akan terjadi di proyeknya yang baru nanti.


...****************...


Tetap semangat 💪


Uda end ya kak, tp jangan di unfav dulu tetep pantengin karna bakal ada part tambahannya 🙂


Jangan lupa mampir di karya baru aku dan di favoritin ya 😉


__ADS_1


__ADS_2