Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 57


__ADS_3

Ketika Iin mengantar Sari ke depan pintu, sebenarnya Aldi sempat mendengar percakapan ibu dan tantenya itu. Tentang keberadaan ayahnya yang sekarang ada di penjara di kota M. Tetapi hanya untuk membuka mata saja Aldi tidak sanggup karena efek dari obat, jadi dia hanya bisa mendengar saja dan meneteskan air matanya.


Pantas saja selama ini orang-orang disekitarnya selalu berusaha untuk menghindari pembicaraan tentang ayahnya.


Tetapi Aldi akan berusah untuk diam saja juga berpura-pura untuk tidak mengetahui, selama memang tidak ada yang mencoba memberitahunya.


Setelah kepergian Sari, Iin kembali masuk ke dalam ruangan rawat inap. Dia duduk di sofa dengan menghela nafas pelan. Dia tidak tahu dengan kehidupannya, yang menurutnya selalu saja ada masalah yang dihadapi.


Entah itu suaminya yang dipenjara dan sekarang anaknya sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Tapi ketika dia mengingat tentang hidupnya yang juga tidak benar karena telah berselingkuh, seketika dia mengusap wajahnya dengan kasar. Iin sempat berpikir mungkin ini semua adalah hukuman atas perbuatannya sendiri.


Untuk menghilangkan kejenuhan karena berada di rumah sakit sendiri, sedangkan untuk tidur pun dia sudah tidak mengantuk. Akhirnya Iin menghubungi Ari, ingin memberitahunya bahwa Aldi sekarang ada di rumah sakit.


Karena bagaimanapun kalau seandainya nanti Iin jadi menikah dengan Ari, maka Ari harus mau tahu tentang Aldi juga. Meskipun Aldi bukan anak kandungnya. Jadi biarlah mulai sekarang Ari dan Aldi berusah untuk dekat dahulu.


Iin memilih untuk keluar dari ruangan, dan duduk didepan ruangan rawat inap Aldi.


tutt...

__ADS_1


tutt..


tutt...


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya panggilan tersebut tersambung. Karena memang hari sudah tengah malam jadi sudah dipastikan bahwa Ari sudah berada di alam mimpi.


"Halo..." terdengar suara serak khas bangun tidur dari seberang. Ari yang langsung menerima panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menghubunginya.


"Uda tidur ya pah? Sory aku ganggu ya?" tanya Iin ketika mendengar Ari yang terdengar masih sangat mengantuk.


Seketika Ari melihat ke layar ponsel, disana tertulis nama Iin yang ternyata sedang menghubunginya.


Iin yang mendengar itu langsung tersenyum tanpa diketahui oleh Ari. Ini yang disukai oleh Iin, perhatian-perhatian kecil yang diberikan oleh Ari.


"Ini aku sekarang ada di rumah sakit pah Al...."


"Di rumah sakit? Siapa yang sakit?" belum selesai Iin berbicara sudah dipotong oleh Ari yang langsung bangun dari tidurnya, karena semula dia masih berbaring sambil menerima telpon dari Iin.

__ADS_1


"Makanya dengerin dulu. Yang sakit Aldi, gak tahu kenapa tadi malam dia tiba-tiba menggigil manggil-manggil ayahnya." jelas Iin.


"Ow..kangen mungkin sama ayahnya. Trus ini kamu sama siapa?" tanya Ari kemudian.


"Iya kayaknya kangen, soalnya sore tadi sempet nyuruh hubungi ayahnya. Ini aku jaga sendirian. Tadi habis diantar Sari trus sekarang uda pulang, besok pagi-pagi datang lagi sama ibu." jelas Iin panjang lebar.


"Ya uda tunggu sebentar, aku bentar lagi datang aku temenin. Besok pagi sebelum Sari sama Ibu datang aku langsung pulang. Kamu mau dibawain apa biar sekalian?" Ari memberi perhatian Iin.


"Makasih papah hehehe.. Bawain martabak telur aja ya, lagi pengen maem itu." jawab Iin dengan senyum sumringah.


"Ya uda tunggu dulu, nanti kalau uda nyampe aku telpon lagi." kata Ari.


Akhirnya panggilan pun berakhir dan Iin kembali masuk ke dalam ruangan dimana Aldi dirawat dengan terus tersenyum. Sambil menunggu Ari datang Iin lebih memilih bermain ponsel.


...****************...


Tetap semangat kak 💪

__ADS_1


Mohon dukungannya jangan lupa like, komen, dan hadiahnya 🙏


__ADS_2