
Sebelum Sari mengakhiri panggilannya, orang tua Yudi menyampaikan permintaa maaf karena tidak bisa menjenguk Aldi di rumah sakit. Karena memang sedang sibuk dengan pekerjaan di ladangnya. Dan hanya sekedar menitip salam untuk Aldi.
Sari pun tidak mempermasalahkan soal itu, karena memang dia tahu bagaimana keadaan orang tua mantan kakak iparnya tersebut.
...****************...
Seharian selama Sari dan ibunya berada di rumah sakit, Aldi juga tidak berbicara sedikit pun kepada mereka. Hanya sesekali apabila dia ingin minum atau sekedar ke kamar mandi. Selebihnya Aldi memilih untuk memejamkan matanya. Setiap ditanya pun dia selalu menjawab dengan satu kalimat "tidak apa-apa".
Sore pun menghampiri, akhirnya Sari dan ibunya pamit untuk pulang ke rumah. Dan seperti malam kemarin Iin yang menjaga seorang diri.
Setelah memastikan bahwa Aldi sudah tidur, Iin dengan segera juga mulai ikut merebahkan tubuhnya di sofa sebelah brankar pasien. Dia merasa sangat lelah karena tidak bisa beristirahat seperti ketika berada dirumah.
Malam sekian larut, Ari pun datang ke rumah sakit yang berniat untuk menemani Iin menjaga Aldi. Karena dia sudah tahu bahwa Iin pasti menjaga sendirian.
Setelah sampai di depan ruangan, Ari tidak mengirim pesan kepada Iin tetapi dia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Dia melihat bahwa Iin tengah berbaring di sofa. Juga Aldi yang sudah tertidur.
__ADS_1
Melihat itu Ari tidak segera membangunkan Iin, dia duduk disebelah Iin berbaring. Melihat Iin yang tertidur Ari semakin gemas melihatnya dan ingin segera benar-benar menjadikan Iin sebagai istri sepenuhnya.
Dengan iseng Ari mulai menggoda Iin yang masih setia memejamkan matanya. Ari dengan sengaja meraba bibir Iin yang selalu menjadi candu untuknya. Setelah puas diraba tidak lupa memberikan kecupan dan juga ******* disana. Iin yang merasakan itu hanya melenguh dan tidak terbangun.
Karena semakin gemas Ari pun meraba dua benda yang terlihat semakin besar itu. Dan sedikit memberikan remasan. Iin pun tersadar ketika ada yang merabainya, tetapi dia malah tersenyum ketika tahu siapa pelakunya dan seakan mengijinkan pelaku itu untuk melakukan lebih.
Ari yang masih sadar karena tidak mungkin akan melakukan lebih apalagi mereka sedang berada di rumah sakit, akhirnya lebih menahan diri saja dan hanya memberikan remasan yang sedikit kuat. Merasakan itu Iin hanya mendesis pelan sambil memejamkan matanya.
Iin pun segera bangun dari tidurnya dan duduk disebelah Ari. Melihat kedatangan Ari menjadi moodbooster tersendiri buatnya, apalagi Ari datang dengan membawa buah tangan kesukaan Iin.
"Nasi kucing mah sama ***** bengeknya. Makan dulu aja nanti lanjut tidur lagi. Pasti belum makan kan dari tadi?" Ari dengan telaten mulai menyiapkan makanan untuk Iin yang ia bawa.
"Asyik.."
"Kog tahu kalau aku belum makan pah?" tanya Iin dengan menerima nasi dari tangan Ari.
__ADS_1
"Tahulah, tadi aku rasain itu melonnya gak segede biasanya pasti gak ada isinya karena belum makan." goda Ari sambil melirik dua benda yang tersembunyi di dalam kaos Iin.
Bugh!
Iin dengan sengaja memukul lengan Ari yang terus saja menggodanya. Ari yang dipukul pun hanya terkekeh saja.
"Gak mungkin bisa kempes ini pah melonnya, yang ada malah semakin mengembang karena gak pernah lepas dari pawangnya." lirik Iin dengan menggedipkan sebelah matanya, untuk membalas godaan Ari.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak ya kak 🙂
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya 🙏
__ADS_1