
Sedangkan Ari saat ini sedang berada dirumah. Dia terus teringat dengan pertemuannya dengan Iin tadi ketika ditaman. Ari benar-benar merasa sakit karena melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Iin benar-benar sedang hamil. Dan Ari berjanji bahwa tidak ingin mengganggu rumah tangganya lagi, maka dari itu Ari pun melakukan hal yang menyakitkan hati Iin tanpa sepengetahuannya.
Hari menjelang malam, karena merasa suntuk berada di kamar akhirnya Ari memutuskan untuk keluar rumah mencari udara segar. Dia ingin pergi ke warkop untuk sekedar minum kopi dan menghilangkan penat di pikirannya.
Ketika keluar dari rumah Ari tidak perlu minta ijin kepada siapapun, karena memang Ari adalah anak yatim piatu dia sudah lama ditinggal kedua orangtuanya karena dia anak tunggal sehingga dia sekarang hanya seorang diri.
Ari segera menuju ke warkop langganannya. Dia duduk ditempat yang biasa dia tempati ketika menyendiri. Ari hampir tidak memiliki teman karena dia memang orang yang tertutup.
Ketika sedang asik menikmati kopinya dengan fokus bermain ponsel, tiba-tiba ada rombongan pemuda yang juga akan nongkrong di warkop tersebut. Ari hanya melihat sekilas para pemuda itu kemudian kembali fokus dengan ponselnya.
Para pemuda tersebut bercerita satu sama lain dengan sesekali tertawa ketika salah satu dari mereka menceritakan hal yang lucu. Tapi tiba-tiba dengan sengaja Ari mencuri dengar pembicaraan mereka.
"Eh kamu kenal gak Gus sama Iin?" tanya Joko yang saat itu bertanya kepada salah satu temannya yang bernama Agus.
"Iin siapa Jok?" tanya Agus.
"Joko Gus Joko bukan Jok!" kesal Joko karena selalu saja temannya yang satu itu menyebut namanya dan terdengar aneh.
__ADS_1
"Haha iya-iya Joko. Iin siapa maksud kamu?" tanya Agus.
"Itu Iin mantan istrinya si Yudi yang dulu kena kasus di kota M." terang Joko.
"Ow si Iin yang semok itu hehe." jawab Agus.
Ari tahu Iin yang dimaksud oleh mereka. Seketika dia mengepalkan kedua tangannya seakan ingin menghajar mereka karena sudah menyebut Iin seenaknya saja.
"Ahh pikiran kamu Gus gak bisa jauh-jauh dari bo-kong dan su-su!" gerutu Joko dengan memukul pelan lengan agus, yang dipukul pun hanya terkekeh saja.
"Denger-denger itu si Iin hamil tapi gak punya suami." lanjut Joko pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Ari yang berbeda meja dari mereka.
"Ya masa gak tahu? Dia hamil gak tahu sama siapa tapi denger-denger sama mandor yang dulu ada proyek di kampung sebelah itu. Gak mungkinlah si Yudi mau balikan, jaman sekarang jarang ada yang mau bertanggung jawab atas apa yang tidak mereka lakukan." ucap Joko.
"Iya bener juga sih apa yang kamu bilang."
"Hla trus sekarang si mandor itu tanggung jawab kan? Secara proyeknya kan uda lama selesai." tanya Agus.
__ADS_1
"Nah itu masalahnya, si mandor itu sampai sekarang gak pernah kelihatan. Kemarin Iin mengadakan syukuran itu juga gak ada suami." terang Joko.
"Ya kamu aja Jok yang gantiin jadi suami Iin, kan lumayan tu bisa dapetin Iin." ucap Agus sengaja menggoda Joko.
Dan semua temannya yang mendengar pun ikut menertawakan Joko. Sedangkan Joko sendiri hanya mendengus kesal mendengar candaan dari semua temannya.
"Jadi ternyata Iin hamil anak aku? Trus Iin menanggung malu selama ini sendirian? Maafkan aku sayang." batin Ari.
Ari yang mendengar fakta itu seketika merasa lemas, jadi selama ini dia hanya salah paham dan dengan sengaja ketika bertemu dengan Iin malah dia melukai hatinya.
Ari berjanji besok dia akan kerumah Iin dan akan mendengarkan fakta yang sebenarnya dari Iin juga keluarganya. Dia akan menerima apapun yang nanti akan dilakukan oleh keluarga Iin.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir kak di karya aku yang lain 👇
__ADS_1
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏