Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 31 (Session 2)


__ADS_3

Weni akhirnya membuka suara untuk menjawab pertanyaan dari Ayahnya Yudi.


"Begini Pak, memang saya sama Mas Yudi sudah berniat untuk serius dan saya mau menerima Mas Yudi apa adanya begitupun sebaliknya. Sedangkan untuk orang tua dan keluarga saya, mereka tidak mempermasalahkan itu asalkan saya bahagia dan memang bisa menjaga saya dengan baik." ungkap Weni dengan melirik ke arah Yudi.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Weni, kedua orang tua dan keluarganya sudah menyetujui ketika Weni menghubungi mereka beberapa hari yang lalu setelah Yudi melamarnya secara pribadi. Weni berkata jujur apa adanya tentang status dan keadaan Yudi, dan orang tuanya pun menerimanya.


Kedua orang tua Yudi terlihat menghela nafas lega setelah mendengar pengakuan dari Weni.


"Syukurlah kalau begitu. Ya sudah kalau begitu kamu hubungi orang tua kamu kapan siapnya nanti kami akan datang untuk melamarmu ya Nduk." kata Ayahnya Yudi.


"Iya Pak, kalau tidak salah mungkin minggu depan Papa sama Mama mau datang karena sekalian mau mengunjungi Budhe yang sedang sakit." jawab Weni.


"Ya kebetulan kalau gitu, minggu depan kami kesana ya Nduk. Wes ndak usah repot-repot menyiapkan apa-apa yang penting kesana intinya kami mau meminta kamu itu aja." ucap Ibunya Yudi.


"Iya Bu." jawab Weni dengan malu-malu.


"Ya sudah kalau begitu kami tinggal dulu, kalian silahkan lanjutkan kerjanya." ucap Ayahnya Yudi sambil beranjak dari duduknya bersama dengan Ibunya Yudi dan masuk ke dalam kamar mereka.


Begitu melihat kedua orang tuanya masuk ke kamar, Yudi segera menghampiri Weni dan duduk disebelahnya.


"Makasih ya Yank kamu uda mau nerima aku." kata Yudi sambil mengambil tangan Weni untuk digenggamnya.

__ADS_1


Belum Weni menjawab tiba-tiba Yudi kembali bersuara.


"Tangan kamu kog dingin Yank, kenapa? Kamu gugup ya." goda Yudi.


"Iya Mas, aku gugup banget rasanya kayak ikut ujian huftt.." jawab Weni sambil mempererat genggaman tangan Yudi.


"Tapi sekarang uda lega kan, semuanya baik-baik aja." kata Yudi sambil tersenyum dan mengecup dalam kening Weni.


Weni hanya memejamkan mata dengan tersenyum menerima perlakuan manis dari Yudi.


"Ya uda ayo sekarang kita kerja, cari cuan buat modal nikah." ajak Yudi dengan menarik pelan tangan Weni dan mengajaknya untuk ke ruangan yang khusus dipakai Yudi untuk mengerjakan pesanan selama ini.


"Siap!" seru Weni sambil mengikuti kemana Yudi membawanya.


...****************...


"Kog kamu kesini juga? Mau ngapain?" tanya Ibunya Iin kepada Pakdenya.


Tetapi Pakdenya sudah tahu bahwa Ibunya Iin belum mengetahui soal kedatangan Ari.


"Ayo masuk dulu aja Mbak, kita bicara didalam." ajak Pakdenya Iin dengan melangkah masuk kedalam rumah Iin yang disana sudah ada Iin dan juga Ari.

__ADS_1


Begitu melihat Ibu dan Pakdenya Iin masuk ke dalam, Ari segera menghampiri dan menjabat tangan serta menciumnya dengan takzim. Kemudian Ibunya Iin duduk disebelah Iin dengan raut wajah yang sedikit bingung sedangkan Sari duduk dibelakang tetapi masih bisa melihat dan mendengar perkataan mereka.


"Pakde, Bu ini Mas Ari." kata Iin memperkenalkan Ari kepada kedua paruh baya tersebut dan seakan melihat raut wajah bingung dari Ibunya.


Tetapi saat itu Ari dan Pakdenya Iin masih berdiri berhadapan dan tiba-tiba saja...


Bugh..!


Pakdenya Iin memberi bogem mentah kepada Ari, Ari yang tidak siap seketika terhuyung kebelakang dan terjatuh.


Iin yang melihat itu seketika bangkit berdiri dan berteriak.


"MAS ARI..!" sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mampir kak dikarya aku yang lain 👇


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1



__ADS_2