
Setelah serangkaian prosesi pernikahan dari pagi hingga sore hari.Tiba saatnya, Fang Hua masuk ke tandu pernikahan.Kemudian membawanya ke kediaman Putra Mahkota.
Sebelum Fang Hua pergi,Fang Hua menemui ke 4 pengawal bayangannya itu.Fang Hua menemuinya di taman pada tengah malam,secara diam-diam.
Fang Hua membunyikan peluitnya,15 menit kemudian merekapun muncul di hadapannya.
"Salam nona"ucap mereka bersamaan,sembari memberi hormat.
"Besok aku sudah tidak ada disini lagi,tetap laporkan padaku soal penyelidikan kalian melalui Yi"ucap Fang Hua serius.
"Baik,nona"ucap mereka bersamaan.
"Lapor nona!"teriak Fai.
"Ya?"tanya Fang Hua penasaran.
"Benar yg nona kira,pelayan yg telah menguburkan jubah itu telah meninggal.Para pelayan menemukannya dalam keadaan mulut berdarah di kamarnya,kami mengeceknya dan menemukan fakta dia terbunuh karna racun bunga darah"ucap Fai serius.
"Kalian tau?darimana bunga itu berasal?"tanya Fang Hua penasaran.
"Tau nona.Bunga itu tumbuh di lembah kabut ,di pegunungan Wuling."ucap mereka serempak.
"Menarik!"seru Fang Hua tertarik.
"Waduhh,merinding...merinding...merinding...
menarik apanya..."gumam Ping ketakutan dalam benaknya.
"Kita akan pergi kesana,sesegera mungkin"ucap Fang Hua serius.
"Maafkan saya nona,kita tidak bisa kesana"tegas Diwei sembari menundukkan kepala.
"Kenapa?"tanya Fang Hua santai.
__ADS_1
"Tempat itu berbahaya"tegas Diwei.
"Kalau kalian tidak mau pergi , tidak apa-apa.Aku akan pergi sendiri"ucap Fang Hua ketus.
"Tapi nona...
tempat itu,benar-benar berbahaya .Ada banyak hewan beracun dan ada kelompok sekte Angin Hitam disana."ucap Diwei menegaskan,sembari menatap serius Fang Hua.
"Aku akan tetap pergi!aku tidak takut!"teriak Fang Hua marah dengan mata melotot.
"Tapi nona!"teriak Diwei marah.
"Kalian boleh pergi ,aku akan tidur sekarang"ucap Fang Hua acuh, sembari membelakangi mereka dan pergi.
Tanpa Diwei sadari.Air mata itu jatuh dari matanya, saat Fang Hua sudah menjauh dari pandangannya.
__________
Kediaman Putra Mahkota Chen(tengah malam)
Tak lama setelah Fang Hua tertidur,Putra Mahkota datang.Kemudian,Putra Mahkota membuka kain merah itu.Putra Mahkota sangat kaget,ternyata Fang Hua masih memakai cadarnya.
Saat Putra Mahkota akan membuka cadarnya,seketika tangan Fang Hua langsung menahan tangan Putra Mahkota.
"Apa yg sedang Yang Mulia lakukan padaku?"tanya Fang Hua ketus.
"Aku hanya ingin membuka cadarmu,aku takut kamu tidak bisa bernafas dengan baik"ucap Putra Mahkota berbohong.
"Mari tidur Yang Mulia,hamba sudah sangat mengantuk"ucap Fang Hua,sembari berbaring dikanan ranjang kemudian memejamkan mata.
"Apa?!apa aku tidak salah dengar?!"teriak Putra Mahkota gembira dalam hati.
Kemudian Putra Mahkota mencoba membuka baju Fang Hua,lalu dengan cepat ditepis tangan Feng Hua.
__ADS_1
"Apa yg kamu lakukan?!"teriak Fang Hua marah.
"Bukannya katamu mari tidur?"tanya Putra Mahkota kebingungan.
"Ya, tidur"ucap Fang Hua santai.
"Ya,sudah...mari lakukan..."ucap Putra Mahkota malu-malu.
"Ya,udah..tidur aja Yang Mulia"ucap Fang Hua menatap Putra Mahkota dengan heran.
"Putra Mahkota ngapain sih?!tidur ya tidur...mau apa lagi?!"teriak Fang Hua dongkol dalam hati.
"Tapi,kenapa kamu marah saat aku akan membuka bajumu?"tanya Putra Mahkota.
"Apa?!jadi dia kira aku ingin berhubungan dengannyaaa?!"teriak Fang Hua dalam hati,kemudian langsung mengubah posisi tidurnya menjadi posisi duduk.
"Yang Mulia, maksud hamba tidur biasa.Bukan tidur yg seperti itu.."ucap Fang Hua tegas.
"oh,begitu"ucap Putra Mahkota ketus,dengan ekspresi dingin.
"Yaa"ucap Fang Hua santai,kemudian membaringkan lagi tubuhnya ke ranjang.
"kamu ngga lepasin perhiasan dan hiasan rambutmu?kamu ngga ganti baju?"tanya Putra Mahkota ,sembari menyentuh bahu Feng Hua.
"Ngga, Yang Mulia.Sudahi pembicaraan ini Yang Mulia,hamba sudah mengantuk.Hamba tidur dulu yaa"ucap Fang Hua acuh, sembari menarik selimut dan tidur.
"Hmm...Yaa."balas Putra Mahkota sembari beranjak dari ranjang.Kemudian mengganti bajunya dengan baju tidur.
"Hari ini bukannya minum anggur bersama.Dia malah memutuskan langsung tidur,apa-apaan itu...cihh..."dongkol Putra Mahkota dalam hati,sembari membaringkan tubuhnya disamping kiri Fang Hua.
"Ku kira bisaa
tapi ternyata aku yg salah paham."ucap Pangeran Mahkota kecewa,sembari menarik selimut.
__ADS_1
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Mohon di like,di komen,atau di vote trimakasih🙏😊