
Jiazhen kemudian melepaskan tangannya yg sedang mencekik leher Kaisar Wen dengan kasar.Lalu Kaisar Wen terjatuh duduk sambil terbatuk-batuk.
"Berhenti disitu prajurit! biar aku yang ke sana!"perintah Jiazhen pada para prajurit yang membawa putra mahkota.
"baik yang mulia Kaisar!"sahut mereka serentak.
Mendengar perintah Jiazhen.Kaisar Wen takut, takut bila Jiazhen akan melakukan suatu hal buruk pada putra mahkota.
"Omong kosong apa yg sedang kamu ucapkan Putra mahkota?!!Hentikanlah!!!"teriak kaisar Wen membuat ucapan putra mahkota menjadi tidak berarti.Dia berharap Jiazhen termakan perkataannya dan tidak melakukan apa yg ditakutkannya.Selain itu,dia mengatakan itu sebagai bentuk kode pada putra mahkota untuk tidak berbicara sembarangan lagi.
Namun,Putra mahkota malah berpikir berbeda"Akulah yg salah dan karna akulah,orang itu bisa mencekik leher ayahanda kaisar"
Putra mahkota kemudian membantahnya"Tidak ayahanda kaisar....Memang putra mahkotalah yang bersalah...."
kaisar wen begitu terkejut dengan apa yang didengarnya.Rasanya ingin sekali dia berteriak kencang di telinga putra mahkota bahwa ucapannya bisa membuat nyawanya melayang.
Melihat Jiazhen masih berjalan mendekati putra mahkota,seolah tak terpengaruh akan teriaknya.Kaisar Wen berusaha kembali"Tuan....Tuan....Kembalilah....
Aku akan mengatakannya....
Lepaskan dia....
Dia tidak tau apa-apa....
Dia berkata omong kosong...."
Kaisar Wen mengira usahanya sia-sia.Namun,tak disangka Jiazhen menghentikan jalannya.Dia malah berbalik badan kearah Kaisar Wen berada.Kaisar Wen merasa begitu lega melihatnya.
Tapi itu bertahan hanya sebentar saja.Putra mahkota berulah lagi dengan berucap"Tidak ayahanda kaisar....Chen yg harusnya bertanggung jawab" dengan menyedihkan.
Semua anggota keluarga kerajaan terkejut sekaligus bingung mendengar pernyataan putra mahkota.
__ADS_1
"bertanggung jawab?"ucap Jiazhen dibenaknya,sambil berbalik badan kearah putra mahkota berada.
Sirna sudah apa yg dilakukan Kaisar Wen.Dia kemudian mengumpat putra mahkota dibenaknya"Dasar bodoh!Tolol!!!".
Jiazhen lalu melanjutkan jalannya lagi menuju putra mahkota berada.Tak berapa lama,dia sudah berada dihadapan putra mahkota.Dia lalu menyuruh para prajurit yg membawa putra mahkota menjauh.
Melihat mereka sudah berhadapan.Ketakutan Kaisar Wen semakin menjadi.Dia lalu dengan paniknya berteriak"Adik tuan adalah Xiao ER!!Kalian bertemu disini kemarin pagi!!!"
Akhirnya kebenaran selama bertahun-tahun yg dipendamnya kini terungkap sudah dari mulutnya."Tak apa aku mengatakannya,asalkan putra mahkota tetap hidup"ucap Kaisar Wen sendu dibenaknya,seolah membenarkan tindakannya.
Semua orang sangat terkejut,bahkan putra mahkota juga."Pantas saja ayahanda Kaisar berkata pada Xiao ER kalau kami bisa bercerai apabila orang kerajaan Yue datang kemari.Mungkinkah karna ini alasannya?"ucap Putra mahkota dibenaknya.
"Adikku,Xiao ER?"gumam Jiazhen tak menyangka dan terdengar oleh putra mahkota.
"sepertinya dia baru mengetahuinya.Jika dia baru mengetahuinya,berarti dia menyerang dan bahkan mencekik ayahanda kaisar itu bukan karna aku yg telah melukai Xiao ER??"pikir putra mahkota sambil memandangi Jiazhen.
"Karna dia kakaknya,aku harus memberitahunya dan juga meminta maaf"ucap putra mahkota dibenaknya.
"Apa-apaan putra mahkota itu?!!!Aku sudah memberitahu kebenarannya,kenapa dia masih bertindak bodoh!!!"ucap Kaisar Wen marah dibenaknya.
Jiazhen lalu berucap dengan dingin"Untuk apa kamu berlutut?Ayahmu sudah memberitahu kebenarannya.Aku sudah tidak penasaran dengan tanggung jawabmu"
"Aku tidak sengaja melukai punggung Xiao ER dengan pedangku"ucap putra mahkota dengan suara yg hanya mereka berdua saja yg bisa mendengarnya.Putra mahkota mengatakannya dengan menundukkan kepala.
"Apa?!!Kamu melukainya....!!!"teriak Jiazhen marah hingga membuat semua orang bisa mendengarnya.
Semua orang bertanya-tanya"Siapa yg dilukai putra mahkota?"
"Bagaimana bisa?!!!"lanjut Jiazhen.
"Aku hendak menyerang Diwei,tapi Xiao ER menghalanginya.Kamu boleh menghukumku apapun"ucap putra mahkota masih dengan suara yg sama.
__ADS_1
"Tidak kusangka.Tanggung jawab yg dia mau katakan adalah itu!!!Bagaimanakah nasib Xiao ER saat ini??"ucap Jiazhen sedih dibenaknya.
"Aku pasti akan menghukummu!Tapi bukan sekarang.Aku mau kamu membawaku menemuinya sekarang"ucap Jiazhen.
"Baiklah,aku akan membawamu ketempat Xiao Er"ucap putra mahkota.
Setelah itu,mereka meninggalkan istana bersama ajudan Jiazhen dan beberapa prajurit.
Setibanya di pintu gerbang kediaman.
Putra mahkota dan lainnya dihadang para penjaga saat akan memasukinya.
"Yang Mulia,untuk apa Yang Mulia datang kesini lagi?"tanya salah satu penjaga.
"Dan siapa mereka yg Yang Mulia bawa itu?"lanjut penjaga itu sembari memandang Jiazhen dan para bawahannya itu.
"Dia adalah kakak Xiao ER"ucap putra mahkota sembari melirik Jiazhen.
"Kakak?"ucap penjaga melihat dari atas kepala hingga ujung kaki Jiazhen.
"Sedangkan lainnya adalah bawahannya.Mereka datang kemari dengan tujuan menemui Xiao Er"ucap Putra mahkota menerangkan.
"Baru kali ini,aku melihatnya.Tuan juga tidak pernah memberitahu kami,bahwa nona memiliki kakak.Apalagi kakak laki-laki"pikir penjaga itu.
"mohon maafkan hamba yang mulia.Tapi Tuan besar tidak pernah mengatakan nona Xiao ER memiliki kakak.Apalagi kakak laki-laki"ucap penjaga itu.
"Tentu saja tidak pernah.Aku saja baru tau aku ini kakaknya!"ucap Jiazhen agak kesal.
"Bersabarlah"ucap putra mahkota sambil menepuk pundak kiri Jiazhen.
"Tolong beritahu saja Tuan Xiao atas kedatangan kami.Jika dia tetap tidak mau bertemu dengan kami.Kami akan pergi"pinta putra mahkota.
__ADS_1
"Baiklah.Yang Mulia"ucap penjaga hormat,lalu berlalu pergi.