Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#78


__ADS_3

Perdana Mentri Xiao bingung ketika mengetahui istrinya telah diculik oleh Zhaoyang.Perdana Mentri Xiao tau hal itu,setelah membaca surat yg Zhaoyang sengaja tinggalkan.


Isi surat itu berkata.


Jika kamu mau istrimu kembali...


Maka,bawalah Xiao Er ke istanaku


Dan biarkan aku menikahinya.


*Tertanda


Zhaoyang


Kaisar Kerajaan Xia*


Dia berpikir untuk meminta bantuan pada Putra Mahkota saat itu.Tapi dia ragu dan mengurungkannya karna takut keselamatan Permaisuri Lian terancam.


Namun siang ini,Perdana Mentri Xiao datang ke kediaman Fang Hua.Dia datang dengan tujuan meminta saran Fang Hua.Sebelum datang ke kediaman.Dia lebih dulu mengirimkan surat pemberitahuan pada Putra Mahkota dan Fang Hua di pagi hari.


..........


Kediaman Putri Mahkota(siang hari)


Tabib wanita dan Yi yg malam itu pingsan pun terbangun.


"Kok aku tiduran di lantai"ucap Yi bingung.Dia lalu melihat keseliling dan melihat tabib wanita itu sedang menguap.


Setelah melihat tabib wanita,dia merasa heran dan menyadari sebuah kejanggalan.


Yi mencoba berpikir dengan melamun sambil menggaruk kepalanya.


Si tabib wanita yg melihat Yi begitu merasa bingung,dia juga merasa aneh melihat Yi duduk di lantai.Kemudian tabib wanita pun bertanya"Apa yg sedang kamu pikirkan?Dan kenapa kamu duduk di lantai?"


"Lantai?"ucap Yi sambil melihat lantai.Setelah itu melihat tabib wanita duduk di ranjang tidur.lalu Yi menyadari ranjang tidur itu milik Fang Hua.Dengan mata terbelalak dan terkejut Yi membentak si tabib wanita"Kamu!Bisa-bisanya tidur di ranjang Yang Mulia Putri Mahkota!!"

__ADS_1


"Apa?!"ucap tabib wanita terkejut.Dia lalu turun dari ranjang tidur dengan cepat.


"Akan aku laporkan pada Yang Mulia Putra Mahkota!"ancam Yi.


"Ehh...Jangan begitu Yi...


Ku mohon Yi...Aku tidak tau kenapa bisa disitu..."ucap tabib wanita dengan ekspresi memelas.


"Huhh tidak bisa...


Toh kamu meminta aku dihukum juga kan pada Yang Mulia Putri Mahkota..."ucap Yi kesal.


"Ehh...Tapi...


Yang Mulia Putri Mahkota kemana ya?"ucap tabib wanita bingung melihat keseliling menyadari Fang Hua tak ada di kamarnya.


"Jangan mengalihkan pembicaraan..."bentak Yi.


"Aku tidak mengalihkan pembicaraan tapi Yang Mulia Putri Mahkota sepertinya benar-benar tidak ada!Apa dia benar-benar pergi semalam?Dia kan meminta kita untuk disini terus sampai dia kembali..."ucap tabib wanita.


Sepertinya dia benar-benar pergi!


Coba lihat baju yg kamu pakai sekarang!!"ucap Yi terkejut.


Tabib wanita lalu memperhatikan bajunya.Dia lalu bergumam dengan ekspresi takut"Habislah aku kalau ada orang lain yg tau..."


"Jam berapa sekarang?!"ucap Yi panik sambil berlari menuju jendela.Dia lalu membuka jendela itu dan berteriak"Sudah siang...!!!"


"Apa?!!!Sudah siang!!!!Tapi Yang Mulia Putri Mahkota belum juga kembali!!!Bagaimana ini?!!!"ucap tabib wanita panik.


"Ssstt.....jangan keras-keras kalau bicara....!!!"ucap Yi dengan telunjuk dibibirnya.


"Kamu mau kita mati cepat!!!"ucap Yi memperingatkan tabib wanita.


"Bu-bukan begitu...Maaf...Aku sangat terkejut....Jadi aku begitu..."ucap tabib wanita.

__ADS_1


"Pikirkan suatu cara kalau Yang Mulia Putra Mahkota datang kesini..."ucap Yi dengan mondar-mandir.


"Aku juga bingung..."ucap tabib wanita mondar-mandir mengikuti Yi.


Tiba-tiba ada pemberitahuan dari dayang yg ada di luar kamar.Dayang itu berkata"Yang Mulia Putri Mahkota...Ada surat dari Tuan Perdana Mentri kerajaan"


"Hahh aku pikir apa..."ucap Yi dengan nafas lega.


"Sekarang bagaimana??"ucap Tabib wanita.


"Kamu tidur lagi di ranjang itu...Tutupi wajahmu dengan selimut..."ucap Yi.


Yi lalu pergi mengambil surat itu.Setelah mendapatkannya diapun membacanya,karna penasaran.Surat itu adalah surat yg dikirimkan Perdana Mentri Xiao.


Dengan terkejut Yi berkata"Bagaimana ini??"Berulang kali.


"Apanya yg bagaimana??"ucap tabib wanita heran.


Yi kemudian berlari menuju tabib wanita.Dia kemudian memberikan surat itu.Tabib wanita itu lalu membacanya dan tertegun.


Dengan lesu Yi berkata"Siang ini kita akan mati..."


"Jangan begitu...Tapi sepertinya iya..."ucap tabib wanita.


"Huwa.....Aku belum mau mati..."teriak Yi histeris menangis.


"Sstttt....Tenangkan dirimu Yi..."ucap tabib wanita.


"Bagaimana bisa tenang....


Aku belum menikah dan akan mati muda huhu..."ucap Yi.


"Aku juga belum menikah huhu..."ucap tabib wanita ikut menangis.


"Ahh aku ada ide"ucap Yi tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa?"ucap tabib wanita penasaran.


__ADS_2