Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#63


__ADS_3

Setelah itu,Putra Mahkota menggandeng tangan Fang Hua.Namun saat akan bergegas pergi meninggalkan mansion.Seorang penjaga menghentikannya.Penjaga itu adalah penjaga yg mana Weiheng memanggilnya.


"Maafkan hamba telah menghalangi jalan Yang Mulia Putra Mahkota dan Putri Mahkota...Hamba ditugaskan oleh ketua untuk mengantar Yang Mulia Putra Mahkota dan Putri Mahkota dengan kereta kuda"ucap si penjaga dengan sopan dan hormat.


"Tidak perlu!"ucap Putra Mahkota ketus.


"Ada apa denganmu?!paman Weiheng sudah berbaik hati kepada kita!Kamu malah begitu!!Kamu tidak mau,biarkan aku saja sendiri yg pulang dengannya..."ucap Fang Hua kesal pada Putra Mahkota.


"Bukan begitu Xiao Er...."ucap Putra Mahkota.


"Dimana keretanya,ayo kita pergi!"ucap Fang Hua pada si penjaga.


Si penjaga lalu mempersilahkan dengan tangannya sambil berucap"Mari ikuti hamba"


"Ahhh menyebalkan!!!"teriak Putra Mahkota.


Feng Hua kemudian berjalan mengikuti si penjaga.Sedangkan,Putra Mahkota dengan berat hati mengikuti Fang Hua dan si penjaga dengan malas.


Tak lama merekapun sampai di kereta kuda yg akan mereka naiki.Tiba-tiba dari kejauhan Diwei berteriak"Tunggu....Tunggu....!"sambil berlari.Dia berlari menghampiri Fang Hua.


Semuanya memandang Diwei,tak terkecuali Putra Mahkota.Putra Mahkota memandangnya dengan kesal sambil berucap dibenaknya"Mau apa dia?!!"


"Ada apa Diwei??"tanya Fang Hua penasaran.


Saat Diwei sudah di depan Fang Hua.Tangan Diwei lalu mengambil tangan kanan Fang Hua dan memberikan sebuah cadar.


"Cadar?"


"Iya.Bukankah selama ini kamu ingin menutupi wajahmu"


"Terimakasih Diwei..."


"Apakah kamu akan kembali kesini?"


"Iya.Aku akan kembali,jadi tunggu aku ya"


"Apa?!!!Apa maksudmu Xiao Er..."


"Sekarang kembalilah dan obati lukamu"


"Baiklah.Tapi aku ingin mengantarmu pergi..."


"Ya sudah...Kalau itu maumu.Jaga dirimu baik-baik"


"Kamu juga"

__ADS_1


"Sudahlah!Ayo kita pulang!!"ucap Putra Mahkota sembari menarik tangan Fang Hua dengan kasar.


"Ahh... sakit!!"teriak Fang Hua sembari mencoba melepaskan genggamannya dan berhasil.


"Heyy Jangan kasar begitu!!!"teriak Diwei dengan mendorong Putra Mahkota.


Dan dorongan itu membuat Putra Mahkota hampir jatuh kebelakang.


"Kamu!!!Beraninya mendorongku!!!"teriak Putra Mahkota marah.


"Sudahlah Diwei!Chen!Jangan berkelahi lagi!!!"teriak Fang Hua.


"Aku pergi dulu ya Diwei..."ucap Fang Hua menyudahi dan berjalan cepat masuk ke kereta kuda.


"Tapi..."ucap Diwei khawatir.


Putra Mahkota menatap tajam Diwei,kemudian masuk ke kereta kuda.


Mereka kemudian berangkat meninggalkan Diwei dengan tatapan khawatir.


Diam-diam dari balik jendela kereta kuda,dia mengintip keluar melihat Diwei.Putra Mahkota yg menyadarinya menggenggam bajunya dengan geram.Melihat Fang Hua yg terus-terusan begitu,dia lalu berucap"Mau sampai kapan kamu memandanginya terus!!"


"Dia terus-terusan disitu padahal kereta kuda sudah sangat jauh"ucap Fang Hua.


"Kamu itu istriku...Calon Ratuku..."ucap Putra Mahkota sembari menarik tubuh Fang Hua menjauh dari jendela.


"Kamu bilang istri??Disaat istrimu ini tidak ada,tapi kamu tetap melanjutkan menikahi Li Zhishu.Bukannya menungguku atau menemukanku lebih dulu..."ucap Fang Hua marah.


"Maafkan aku Xiao Er...Aku tidak bisa menundanya...Ibunda tidak mengijinkannya...Ibunda bilang aku harus menikahinya saat itu juga,karna takut membuat Jendral Li malu"ucap Putra Mahkota dengan mengambil kedua tangan Fang Hua dan menggenggamnya.


"Aku memaafkannya,tapi kini semuanya sudah sia-sia.Kamu mengerti kan...maksudku?"ucap Fang Hua sedih.


"Iya.Aku tau...Aku sangat marah padamu...Kenapa kamu melakukan hal itu dengannya...Aku ini suamimu..."ucap Putra Mahkota sedih.


"Semuanya sudah terjadi...Jadi kamu harus merelakanku"


"Apa maksudmu?!!Aku tidak mau melepaskanmu...."


"Tidak Chen...Aku tidak bisa..."


"Tapi kamu mau ikut denganku..."


"Aku ikut denganmu,karna ingin menjelaskan pada kedua orang tuaku dan pada kedua orang tuamu"


"Tidak!!Jangan!!!Xiao Er....Kamu jangan lakukan itu...."

__ADS_1


"Ibundamu saja menyuruhmu menikah dengan Li Zhishu tanpa menungguku.Ibumu sepertinya lebih memilihnya.Dia lebih pantas menjadi calon Ratumu"


"Apa yg kamu bicarakan Xiao Er....Kamu tidak ingat ibunda memberikan selamat dan harapan kepada kita saat di kuil istana"


"Maafkan aku..."


"Xiao Er....Bukankah kamu mengijinkanku menikah lagi...Kenapa kamu begini...Kamu bilang aku harus mempercayaimu....Tapi kenapa kamu begini padaku...."ucap Putra Mahkota dengan menangis tersedu-sedu.


"Aku memang membolehkanmu menikah lagi,tapi kamu tidak menghargaiku.Kamu tetap menikahinya meski aku tidak ada disisimu.Dan soal aku dan Diwei...Itu memang murni salahku...Aku benar-benar minta maaf...."


"Aku masih menerimamu Xiao Er...Ku mohon jangan bercerai..."


"Maafkan aku...Jika kamu tidak menceraikanku,aku akan memintanya pada ayahanda kaisar"


"Baiklah.Aku mengalah...Jika kamu mau bercerai,tapi jangan katakan pada mereka tentang hal itu"


"Trimakasih Chen..."


...........


Kediaman Kaisar(Malam hari)


"Apa?!!!Kamu tidak bisa menceraikan Xiao Er..."teriak Kaisar Wen.


"Kenapa tidak bisa ayahanda...Lagipula ada Li Zhishu...Dia bisa menjadi calon Ratu berikutnya"ucap Putra Mahkota.


"Tidak!!!Kalian tidak bisa bercerai"teriak Kaisar Wen lagi.


"Tapi ayahanda...."


"Kalau kamu tetap menceraikannya.Posisimu akan digantikan oleh pangeran lainnya dan pangeran itulah yg akan menikahi Xiao Er selanjutnya"


"A-ayah.."


"Siapapun yg menikahinya.Dia yg akan berhak menduduki posisi sebagai Kaisar selanjutnya"


"Ke-kenapa begitu ayahanda...Chen sejak kecil sudah menjadi Putra Mahkota"


"Oleh karna itu aku membuatmu menikahinya!!"


"Tapi dia sudah tidur dengan lelaki lain...Dan dia sendiri yg meminta Chen menceraikannya.Maka dari itu Chen datang kemari untuk memberitahu"


"Apa maksudmu???!!!Bagaimana bisa itu terjadi???!!!!Bagaimana begitu???"


"Dia diam-diam selingkuh..."

__ADS_1


"Maka laki-laki selingkuhannya harus dibunuh!Siapa laki-laki itu?!"


__ADS_2