Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#68


__ADS_3

Kediaman Mudan/Putri Mahkota(malam hari)


"Waktunya tidur nona...."ucap Yi.


"Iya...Tapi..."ucap Feng Hua.


"Tapi kenapa nona?"ucap Yi penasaran.


Feng Hua lalu menuliskan sebuah kata-kata di sebuah kertas,kemudian melipatnya menjadi kecil.


"Apa itu nona?"ucap Yi.


"Ohh ini...


Aku minta tolong...pergilah ke lembah kabut secara diam-diam"ucap Feng Hua.


"Lembah kabut??Tempat Diwei tinggal kah??"ucap Yi.


"Wahh kamu tahu..."


"Tentu saja.Karna Ping dan yg lainnya pernah mengatakannya pada Yi"


"Kamu tau tempatnya?"


"Tau...Dulu saat Yi kecil.Yi pernah kesana..."


"Apakah kamu masih mengingatnya?"


"Yi masih mengingatnya nona"


"Baguslah..."


"Tapi,bagaimana Yi bisa keluar dari sini?"


"Nanti saat tengah malam.Kamu keluar dari kediaman ini dengan meminta salah satu pengawal menemanimu dengan alasan memanggil tabib karna aku sakit.Tapi ditengah perjalanan,kamu minta ijin buang air besar.Setelah itu,diam-diam kamu memukul belakang kepalanya.Lalu sebisa mungkin kamu menariknya ke tempat yg tersembunyi.Disaat itu,kamu pergi ke lembah kabut.Para pengawal itu pasti tidak akan curiga bila kamu tidak kunjung kembali karna bersama salah satu diantara mereka"


"Tapi Yi takut...."


"Ya sudah kalau kamu takut...


Tapi biarkan aku yg pergi"


"Apa?!Tapi nona..."


"Tidak apa-apa Yi...


Kamu panggilkan tabib kemari dengan alasan kamu butuh bantuan karna aku sakit,lalu aku akan memakai baju tabib itu,kemudian keluar dari sini.Dan jangan lupa meminta tabib itu memakai cadar..."


"Kalau ketahuan bagaimana...."


"Tidak akan...


Aku mohon Yi....Aku mohon...Biarkan aku pergi dari sini....


Kalau tidak aku akan terkurung disini selamanya..."


"Jangan memohon begitu nona...


Baiklah...Yi mau melakukannya..."


"Terimakasih Yi..."


"Berjanjilah untuk berhati-hati nona..."


"Iya...Aku akan sangat berhati-hati...


Jangan khawatir..."


...........


Saat tengah malam.Yi pun melakukan apa yg diminta Feng Hua.Namun saat Yi akan berjalan melewati pintu keluar.Dia dihadang oleh pemimpin pengawal,yg mana gilirannya berjaga.


"Malam-malam begini,kamu mau kemana Yi??"ucap si pemimpin pengawal.


"Yi mau menemui tabib tuan...

__ADS_1


Yang Mulia Putri Mahkota sedang tidak enak badan..."ucap Yi dengan sedikit gugup.


"Mencurigakan sekali..."gumam si pemimpin pengawal dibenaknya.


"Kalau begitu aku akan menemanimu..."ucap si pemimpin pengawal.


"Tidak perlu....


Yi bisa pergi sendiri...


Lagipula masih di lingkungan istana,jadi tuan tidak perlu menemani Yi..."ucap Yi.


"Kamu benar...


Kalau begitu berhati-hatilah..."ucap si pemimpin pengawal.


Meski membiarkan Yi pergi.Si pemimpin pengawal tidak mudah percaya,dia mengutus pengawal bayangan untuk mengikutinya diam-diam.


Selang 30 menit,Yi pun berhasil membawa tabib.Tabib itu adalah tabib wanita.Tabib yg digunakan khusus perempuan dikeluarga kerajaan.


Tabib itu heran melihat Feng Hua baik-baik saja."Bukankah Yang Mulia Putri Mahkota sedang sakit...Tapi Kenapa??"


"Ssstt....Jangan keras-keras..."ucap Yi dengan telunjuk dibibirnya.


"Hmm...Jadi begini...


Aku ingin memakai pakaian dan cadarmu sebentar lalu aku akan mengembalikannya..."ucap Feng Hua dengan sorot mata kebawah.


"Yang Mulia Putri Mahkota...


Hamba tidak berani...


Hukumannya adalah mati jika ketahuan"ucap si tabib wanita dengan memperagakan tangan seolah memotong lehernya.


"Tuhkan...Nona...hukumannya..."ucap Yi dengan mengikuti gerakan tabib wanita.


"Nona?!!"teriak si tabib wanita terkejut dengan sorot mata tajam kearah Yi.


"Ahh maksudku Yang Mulia Putri Mahkota"ucap Yi gagap.


Dasar mulut... ngga bisa lihat situasi..."gumam Yi dibenaknya dengan menepuk bibirnya keras berulang kali.


"Ahaha...Jangan marahi dia...


Dia sudah terbiasa memanggilku nona dari dulu..."ucap Feng Hua menenangkan si tabib wanita.


"Tapi Yang Mulia Putri Mahkota...


Ini tidak bisa dibiarkan...


Dia harus dihukum..."ucap si tabib wanita dengan menggebu-gebu.


"Aastaga....Yang Mulia Putri Mahkota...


Yi mohon jangan hukum Yi...."teriak Yi menangis,sembari bersimpuh dibawah ranjang Feng Hua.Yg mana Feng Hua sedang duduk dan selimut menutupi kaki di ranjangnya.


"Bukannya hamba tetapi menyebut namanya!!!"teriak si tabib wanita.


Yi pun semakin menangis dengan histeris.


"Haduhh...Jangan menangis...


Kalau para pengawal mendengarnya bagaimana..."ucap Feng Hua menepuk jidatnya.


"Aku mohon maafkan dia..."ucap Feng Hua memohon pada si tabib wanita.


"Yang Mulia Putri Mahkota...


Yang Mulia terlalu baik...."ucap si tabib wanita memuji dengan mata berbinar.


"Sudah cukup menangisnya!


Kali ini ,aku memaafkanmu...Huhh.."ucap si tabib wanita dengan berdengus kesal.


"Soal yg tadi...

__ADS_1


Kamu mau ya...."ucap Feng Hua memelas.


"Tidak Yang Mulia Putri Mahkota..."ucap si tabib wanit tegas.


"Aku kasih satu kantong uang bagaimana..."bujuk Feng Hua.


"Tidak Yang Mulia Putri Mahkota...


Hamba adalah orang yg taat peraturan!"ucap si tabib wanita yakin.


Meski tabib wanita menolaknya,Feng Hua tak pantang menyerah.Dia terus-terusan mengiming-imingi koin emas yg banyak.


"Bagaimana kalau 2 kantong?"


"Tidak"


"3 kantong?"


"Tidak..."


"5 kantong?"


"Tidak...."


"100 kantong emas?"


"Apa?!100 kantong emas!!!"


"Kena kamu,sekarang..."ucap Feng Hua puas dibenaknya.


Sedangkan dibenak si tabib wanita"Kalau aku menerimanya...Banyak sekali uangku...."


"Hanya kali ini saja aku menawarkannya...


Lagipula aku hanya menggantikanmu sebentar saja...


Yakin...Kamu tidak mau uang koin emas itu???satu kantong berisi 100 koin emas loh..."bujuk Feng Hua dengan nada memikat.


si tabib wanita lalu mengira dengan menghitung dengan kedua tangannya.


"haduhh 100 koin emasx100 kantong\=10000 koin emas tabib wanita...."ucap Feng Hua dibenaknya.


Tanpa sengaja Feng Hua melihat Yi sedang menghitungnya juga.


"Apa yg sedang kamu lakukan Yi..."ledek Feng Hua.


"Hamba sedang menghitungnya Yang Mulia Putri Mahkota..."ucap Yi.


"Astaga....


Jadi...Apa ada yg sudah tau berapa jumlahnya?"ucap Feng Hua penasaran dan gereget.


"Banyak sekali...


Hamba tidak bisa menghitungnya..."ucap si tabib wanita dengan ekspresi sangat senang.


"Hamba tidak tau Yang Mulia Putri Mahkota...


Hamba bingung..."ucap Yi sembari menggaruk kepalanya.


"Kalian ini...


Masa tidak tau..."ucap Feng Hua sedikit emosi.


Si tabib wanita dan Yi pun menggelengkan kepala bersamaan.


Feng Hua lalu menghela nafas panjang dan berkata"Jumlahnya adalah 10000 koin emas"


Setelah mendengarkan perkataan Feng Hua, si tabib wanita dan Yi pun jatuh pingsan.


Feng Hua heran melihatnya dan juga tertawa terbahak-bahak.Lalu dia memanfaatkan hal itu dengan mengambil baju si tabib wanita.Dia kemudian mengganti pakaiannya dan pakaian si tabib itu.Tak lupa dia menaruh tubuh si tabib wanita di ranjangnya dengan susah payah.


"Eits...Sepertinya ada yg kurang...


Ohh...Jangan sampai ada yg tau...hihihi"ucap Feng Hua dengan menutupi seluruh tubuh tabib wanita dengan selimutnya.

__ADS_1


__ADS_2