Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#84


__ADS_3

Seperti biasa permaisuri Lian bangun pagi.Dia dibantu pelayannya mandi dan berias.Setelah itu dia pergi ke kediaman Fang Hua bermaksud mengajak Fang Hua pergi ke pasar.Dia melakukan itu dengan alasan menghibur Fang Hua karna kejadian semalam.


Namun sayang,sesampainya dia di kamar Fang Hua.Dia tidak menemukan sosok Fang Hua berada.Dia lalu melihat surat yg Fang Hua tinggalkan lalu membacanya.


Xiao Er mohon ibunda jangan panik ataupun cemas.Xiao Er pergi untuk mendapatkan kebenaran.


Setelah itu,permaisuri Lian bertanya kapan Fang Hua pergi atau apakah melihat Fang Hua saat pergi pada semua pelayan dan penjaga kediaman.Namun tidak ada yg bisa menjawabnya.


"Tidak ada yg melihat Xiao Er keluar...Tidak ada yg tau kapan Xiao Er pergi...


Kemana Xiao pergi....Kemana?!"gumam permaisuri Lian panik.


"Ahh!Xiao Er bilang mendapatkan kebenaran bukan?!!Jadi dia pasti pergi kesana!!


Bagaimana kalau dia kenapa-napa?!!!!


Tidak....!!!


Xiao Er pasti baik-baik saja....!!!


Aku harus menyusulnya sekarang!!!"


Permaisuri Lian lalu meminta pelayan laki-laki untuk menyiapkan kereta kuda dan kusir.


Setelah itu,Permaisuri Lian pergi dengan kereta kuda dan kusir itu.


___________


Kaisar Wen berjalan bolak-balik di taman kediamannya dengan kedua tangan membelakangi punggung dengan gusar.Dia gusar karna penasaran dan tidak tenang menanti kabar kematian Diwei dari ketua pengawal bayangannya itu sejak kemarin.


"Kenapa sampai sekarang tidak ada kabar?"ucap Kaisar Wen dibenaknya.


Tiba-tiba Kasim mengatakan ada yg ingin menemuinya.Kaisar Wen mengira orang yg menemuinya adalah ketua pengawal bayangan,tapi ternyata bukan.Orang yg ingin menemuinya adalah Permaisuri Lian.


Kaisar Wen merasa heran dan bingung permaisuri Lian tiba-tiba datang tanpa diundang darinya atau mengirimkan surat pemberitahuan padanya.Meski begitu, dia mempersilahkan permaisuri Lian menemuinya.


Tak lama permaisuri Lian sudah dihadapannya.Dia memberikan salam hormat pada Kaisar Wen.


"Ada perlu apa kamu kemari?"tanya Kaisar Wen penasaran.


"Maafkan hamba yg datang tanpa pemberitahuan Yang Mulia Kaisar"ucap Permaisuri Lian dengan menunduk dan merendahkan tubuhnya.

__ADS_1


"Tidak apa.Tolong jawab pertanyaanku nyonya perdana Mentri"ucap Kaisar Wen.


Permaisuri Lian melihat keseliling mencari sosok Fang Hua berada.


Melihat permaisuri Lian begitu.Kaisar Wen lalu mengulangi pertanyaannya lagi"Ada perlu apa kamu kemari?"


Melihat sosok Fang Hua tak ada.Permaisuri Lian menyangka Fang Hua telah pergi "Yang Mulia Putri Mahkota..."


"Ya?Kenapa dengan Putri Mahkota??"


"Apakah dia..."


Tiba-tiba Kasim De datang menghadap Kaisar Wen.Kasim De memberitahukan kedatangan Fang Hua dan Diwei yg ingin bertemu.


"Jadi Xiao Er belum kesini!!!"teriak permaisuri Lian kaget dibenaknya.


Kaisar Wen heran dengan ibu dan anak yg tiba-tiba menemuinya diwaktu yg sama.Meski begitu Kaisar Wen membiarkan Fang Hua dan Diwei menemuinya disaat dia masih bersama permaisuri Lian.


Fang Hua dan Diwei terkejut melihat permaisuri Lian ada dihadapan Kaisar Wen.


Feng Hua spontan memanggil"Ibunda...."


Permaisuri Lian lalu menengok kearah Fang Hua dan Diwei yg sedang berjalan mendekat padanya dan Kaisar Wen.


"Bukannya putri mahkota bersama selingkuhannya kemarin...Tapi kenapa sekarang dia datang kemari??Apa dia sedang memohon maaf dan berniat untuk tetap bersama putra mahkota??Jadi pemuda ini adalah orang yg mengantarnya kesini?begitu??"ucap Kaisar Wen dibenaknya.


Padahal orang yg dianggap selingkuhan Xiao Er adalah pemuda asing yg ada dihadapannya.Pemuda yg juga ingin dibunuhnya kemarin.


Permaisuri Lian menatap Fang Hua.Tatapan yg berisi ketakutan sekaligus sedih.Fang Hua menyadarinya,tapi dia tidak bergeming.


"Siapa orangtuaku?"ucap Fang Hua tegas.


"Apa maksudmu Putri Mahkota?Tentu saja ayah dan ibumu yg selama ini merawatmu"ucap Kaisar Wen dengan menatap Fang Hua seakan bingung lalu melirik sinis permaisuri Lian.


Permaisuri Lian langsung menundukkan kepala takut saat Kaisar Wen meliriknya begitu.


"Berhenti melirik ibundaku dengan tatapan begitu!!!"teriak Fang Hua marah.


Para pengawal istana Kaisar Wen langsung mengeluarkan pedang mereka dan hendak mendekati Fang Hua.


Kaisar Wen lalu mengangkat tangannya seakan memberikan isyarat dirinya tidak apa-apa.

__ADS_1


"Baru kali ini ada yg berteriak begitu didepanku...Jika aku tidak menahan para pengawal.Mungkin hari ini kamu sudah mati karna telah menghina seorang kaisar dengan berteriak lancang begitu!!"ucap Kaisar Wen geram.


Permaisuri Lian lalu berlutut dan berteriak"Mohon maafkan Yang Mulia Putri Mahkota Yang Mulia Kaisar....Dia belum dewasa...Tolong jangan diambil hati..."


"Ibunda....Jangan berlutut....Ibunda berdirilah...."Teriak Fang Hua sambil berlari mendekat pada permaisuri Lian dan membuat permaisuri Lian berdiri.Namun permaisuri Lian tetap teguh untuk berlutut.


Tiba-tiba Kasim De datang dengan panik.Dia lalu memberitahukan kedatangan Jiazhen dengan berbisik ditelinga Kaisar Wen.


"Apa?!!!Anak itu datang hari ini!!!"teriak Kaisar Wen panik.


"Berdirilah nyonya Lian...Janganlah berlutut lagi..."teriak Kaisar Wen.


"Anehh...tadi dia baik-baik saja melihat ibu Xiao Er berlutut...Sekarang dia memintanya untuk berdiri?!!"ucap Feng Hua heran dan merasa aneh dibenaknya.


"Kalian semua pergi....


Pergi...."teriak Kaisar Wen dengan mengibaskan kedua tangannya.


"Huhh...Aku kan belum mendapatkan jawaban sudah diusir....Dan juga selagi Diwei ada disini aku hendak meminta surat cerai..."ucap Fang Hua dibenaknya.


"Tidak...Aku tidak mau pergi....!!!"teriak Fang Hua kesal.


"Haduhhh anak ini....


Kalau dia masih disini


Mereka akan saling bertemu!!"ucap Kaisar Wen kesal dibenaknya.


"Nanti aku akan mengatakannya....


Sekarang kalian semua harus pergi...


pergi...."teriak Kaisar Wen.


"Pengawal!!Seret mereka pergi sekarang!!!"perintah Kaisar Wen.


"Aku tidak mau nanti...!!!!Aku maunya sekarang!!!!"teriak Fang Hua saat akan dibawa oleh para pengawal istana.


Diwei dengan posisi siaga menampilkan tangannya seolah akan bertarung dengan para pengawal istana yg sedang berlari mendekatinya,Fang Hua,dan permaisuri Lian.


"Ada apa ini....Ada apa...."teriak seorang laki-laki dari kejauhan.

__ADS_1


Fang Hua dan Diwei yg mengenali suara teriakan itu langsung berteriak"Jiazhen!!!"secara bersamaan.


__ADS_2