Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#31


__ADS_3

Saat Fang Hua,Jierui,dan Putra Mahkota sedang asik memakan semua hidangan.Pelayan kedai itu mendekati meja mereka.


"Nona,ini kembaliannya"ucap Pelayan kedai,sembari menunjukkan beberapa koin perunggu di tangannya.


"Tidak perlu,sisanya untukmu saja.Anggaplah itu sebagai uang tip"ucap Fang Hua.


"Nona sudah membayar makanannya.Saya tidak berhak mengambilnya"ucap pelayan kedai menolak.


"Hmm,kalau kamu tidak mau.Kembaliannya diganti bakpao daging kegembiraan saja dan tolong dibungkus"ucap Fang Hua.


"Baiklah Nona"ucap pelayan kedai,lalu bergegas pergi.


"Tinggal menerima saja,apa susahnya?!"gumam Putra Mahkota kesal dibenaknya.


Selang beberapa menit,pelayan kedai makanan membawa 1 bungkus kain menuju meja mereka.


"Pas sekali,makanan sudah habis.Bakpao juga datang"ucap Fang Hua dibenaknya.


"Ini Nona,terimakasih sudah makan disini.Lainkali datanglah kemari"ucap pelayan kedai,sembari memberikan bungkusan kain itu.


"Lainkali datang?maaf ya lebih baik makan di istana.Tapi ya...walaupun lebih enak disini"ucap Putra Mahkota dibenaknya.


"Baiklah,terimakasih untuk makanannya"ucap Fang Hua menerima bungkusan itu.


"Ayoo kita pergi sekarang"ucap Fang Hua menatap Jierui dan Putra Mahkota.


Mereka kemudian keluar dari kedai makanan.


"Dimana rumahmu Jierui?"ucap Fang Hua.


"Ada disekitar sini,mari ikuti saya"ucap Jierui mengarahkan.


Putra Mahkota dan Fang Hua kemudian mengikuti Jierui dari belakang.Tak lama merekapun sampai di rumah Jierui.


"Mari masuk"ucap Jierui mempersilahkan.


Fang Hua dan Putra Mahkota masuk ke rumahnya.Rumahnya tidak terlalu besar dan tidak terurus.


"Kakak aku pulang...."teriak Jierui,sembari menuju sebuah ruangan,yg ternyata adalah kamar.


Fang Hua dan Putra Mahkotapun ikut masuk ke dalam kamar.Dilihatnya seorang lelaki muda,terbaring di ranjang tidurnya dengan wajah pucat.


"Sungguh kasihan"bisik Putra Mahkota di telinga Fang Hua.


"Iya"ucap Fang Hua pelan.


"Kakak,mereka ingin membantumu"ucap Jierui,sembari menunjuk Fang Hua dan Putra Mahkota.


"Terimakasih,Tuan dan Nona"ucap kakak Jierui pelan.


"Suamiku,tolong panggilkan tabib kemari dan berikan bungkusan ini pada Yi.Katakan pada Yi,untuk membagikannya secara adil dengan semua orang"ucap Fang Hua,sembari menyerahkan bungkusan itu.


"Baiklah,jaga dirimu"ucap Putra Mahkota,sembari menerima bungkusan.lalu pergi.


Setelah setengah jam berlalu,Putra Mahkota datang membawa tabib.Tabib kemudian memeriksanya dengan seksama.

__ADS_1


"Bagaimana tabib?"ucap Fang Hua cemas.


"Tidak ada yg perlu dirisaukan,dia cuma sakit biasa...Yg diperlukan sekarang adalah merawatnya dan memberi obat"ucap tabib.


"Baiklah,tabib"ucap Fang Hua.


Tabib lalu menuliskan beberapa kata di sebuah kertas.


"Belilah obat yg aku tuliskan ini,minumlah 2 kali sehari"ucap tabib,sembari menyodorkan kertas itu.


Saat Fang Hua akan mengambil kertas itu,Putra Mahkota merebutnya.


"Biar aku yg urus,kamu disini jaga mereka"ucap Putra Mahkota dengan senyum.


"Baiklah"ucap Fang Hua menganggukan kepala.


"Kalau begitu,saya pamit pergi"ucap tabib.


"Mari tabib"ucap Putra Mahkota mempersilahkan.


Putra Mahkota mengantar tabib keluar kamar dan memberikan uang.Setelah itu,Putra Mahkota bergegas pergi.


Tak lama Putra Mahkota datang sambil membawa 3 bungkusan daun.Putra Mahkota ternyata tak datang sendirian,dia datang bersama seorang dayang dan Fai.


"Kamu sudah datang"ucap Fang Hua ceria.


"Lohh ada mereka?"ucap Fang Hua heran.


"Iya,biar mereka bisa mengurus Jierui dan kakaknya.Biar kamu ngga cemas dan kita harus bergegas pulang sekarang"ucap Putra Mahkota.


Fang Hua kemudian mengangguk setuju,lalu mendekati Jierui.


"Terimakasih Nona"ucap Jierui.


"Terimakasih Nona dan Tuan,maaf tidak bisa mengantar"ucap kakak Jierui pelan.


"Tidak apa-apa"ucap Putra Mahkota.


"Ohh ya,ini obat untuk kakak Jierui"ucap Putra Mahkota sembari memberikan 3 bungkusan daun itu pada Fai.


"Kalian jaga mereka dengan baik yaa,nanti kabarkan padaku kalau sempat"ucap Feng Hua pada dayang dan Fai.


"Baik Nona"ucap mereka serempak.


Fang Hua sedikit terkejut saat mereka memanggilnya nona,lalu dia melirik Putra Mahkota.Putra Mahkota hanya tersenyum,saat dia meliriknya.


"Ayo,pergi"ucap Putra Mahkota sembari menggandeng tangan Fang Hua.


mereka kemudian pergi menuju tempat kereta kuda berada dan melanjutkan perjalanan.


"Pasti kamu ya, yg memberikan arahan pada mereka untuk memanggilku nona"ucap Fang Hua.


"Tentu saja,siapa lagi kalau bukan aku"ucap Putra Mahkota.


"Kasihan Jierui dan kakaknya itu.Jierui masih kecil,tapi tidak ada orang dewasa selain kakaknya itu.Kalau kakaknya sakit lagi bagaimana yaa"ucap Fang Hua sedih.

__ADS_1


"Tenanglah istriku... aku akan menjaminnya untukmu"ucap Putra Mahkota.


"Baguslah..."ucap Fang Hua senang.


"Ohh ya"ucap Putra Mahkota sembari mengeluarkan botol kecil dari lengan bajunya.


"Apa itu?"ucap Fang Hua penasaran.


"Ini obat oles.Kata penjual obat,obat ini bisa meringankan mata bengkakmu"ucap Putra Mahkota.


"Ohh,aku baru tau ada obat seperti itu"ucap Fang Hua sembari tertawa kecil.


"Sekarang tutup matamu,aku akan mengoleskannya untukmu"ucap Putra Mahkota.


Fang Hua kemudian menutup matanya.Putra Mahkota lalu mengoleskannya secara perlahan, pada kedua kelopak mata dan kantung mata Fang Hua.


"Sudah selesai,kamu bisa membuka mata sekarang"ucap Putra Mahkota riang.


"Rasanya sejuk,bagaimana mataku?sudah tidak bengkak lagi kan??"ucap Fang Hua sembari mendekatkan wajahnya pada Putra Mahkota.


"Rasanya aku ingin membuka cadarnya itu.."ucap Putra Mahkota dibenaknya,dengan jantung berdebar.


"Ehm..Ehm..Iya lumayan"ucap Putra Mahkota,sembari memalingkan wajahnya.


"Untuk menebus perayaan pernikahan kita,bagaimana kalau malam ini.Kita datang ke perayaan musim semi?"ucap Putra Mahkota.


"Baiklah.Sudah lama sekali,aku tidak datang ke perayaan musim semi,karna ayahanda melarangku keluar"ucap Fang Hua antusias.


"Tapi ada syaratnya..."ucap Putra Mahkota serius.


"Katanya menebus tapi ada syaratnya?"ucap Fang Hua kesal.


"Ya sudah...kalau tidak mau"ucap Putra Mahkota ketus sembari memalingkan wajah.


"Baiklah.Baiklah.Aku setuju"ucap Fang Hua.


"Kamu sudah setuju...dan tidak bisa dibatalkan"ucap Putra Mahkota menatap Fang Hua serius.


"Aku jadi curiga..."ucap Fang Hua dengan mata sinis.


"Bisa katakan sekarang, apa syaratnya?"tanya Fang Hua penasaran.


"Hmm...kasih tau ngga yaa"ledek Putra Mahkota.


"Iyaa??"ucap Fang Hua dengan wajah berharap.


"Aku mau,kamu membuka cadarmu untukku"ucap Putra Mahkota sedih.


"Baiklah"ucap Fang Hua mengiyakan.


"Benarkah?kalau begitu sekarang..."ucap Putra Mahkota dengan tangan mencoba membuka cadar Fang Hua.Namun Fang Hua dengan cepat menepis.


"Katanya baiklah..."ucap Putra Mahkota bingung.


"Tapi, aku juga ada syarat"ucap Fang Hua dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Apa?"tanya Putra Mahkota penasaran.


"Aku mau,kamu tidak memiliki permaisuri dan selir"ucap Fang Hua.


__ADS_2