Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Zhaoyang


__ADS_3

Diwei tak langsung menjawab pertanyaan Feng Hua.Dia terdiam sebentar lalu menjawab"Aku baik-baik saja Nona"diakhiri dengan senyum yg dipaksakan.


"Ada apa?Kenapa tidak langsung menjawab?"ucap Feng Hua khawatir.


"Setelah kejadian itu terjadi.Aku tidak bisa tidur dan hanya memikirkanmu.Bahkan sempat sakit,karna menunggu pesan yg aku kirimkan berulang kali tidak ada balasan sampai sekarang"ucap Diwei sedih dibenaknya.


Diwei kemudian tertawa seolah tidak terjadi apa-apa"Tidak apa-apa Nona,aku tadi hanya...hanya...melamun saja..."


"Tapi...Kenapa kamu tidak membalas pesanku?"


"Pesan?"


"Iya.Diwei...Kamu marah ya sama aku?Setelah kejadian itu terjadi?Bukannya kita sudah berpamitan dengan baik-baik??"


"Tidak,Nona.Diwei tidak marah...Tapi tidak ada surat sama sekali..."


"Apa?!"


"Justru surat Diwei,tidak pernah Nona balas"ucap Diwei sedih.


"Tapi tidak ada surat yg sampai padaku Diwei..."


"Aneh sekali...


Memangnya Nona mengirimkan surat lewat mana?"


"Aku menyuruh Ping secara diam-diam mengirimkan pesan padamu.Kalau kamu?"


"Kalau Diwei lewat merpati pesan dan seharusnya Ping,Fai,atau Ho tau...


Kalau Diwei mengirimnya..."


"Tapi tidak ada laporan apapun dari mereka...


Ohh yaa Fai...tidak ada di istana.Fai sedang menjaga seseorang untukku"


"Berarti..."


"Tapi jangan berasumsi yg tidak-tidak dulu,siapa tau kita salah sangka?


Aku akan mencari tau..."


"Baik.Nona"


"Kalau begitu...Aku permisi pergi...Maaf aku tidak bisa berlama-lama"ucap Feng Hua dengan menepuk pundak Diwei.

__ADS_1


"Tidak apa Nona,Diwei mengerti"ucap Diwei hormat.


Feng Hua lalu melangkah pergi,namun tak sengaja terpeleset.Dengan cekatan,Diwei menangkap tubuh Feng Hua.Mereka kemudian saling bertatapan.Tanpa Diwei sadari,Diwei melamun dalam khayalan.


Dikhayalan Diwei.Feng Hua sangat senang ditangkapnya sembari mengucapkan "Aku cinta kamu"dengan genit,Diwei lalu membalas ucapan Feng Hua dengan "Aku juga mencintaimu"dikenyataan.Tak lama Diwei tersadar dari lamunannya,karna Feng Hua berteriak memanggil-manggil namanya dan melambaikan tangan berulang kali di depan wajahnya.


Diwei langsung melepaskan tubuh Feng Hua,karna terkejut malu atas apa yg diucapkannya.Feng Hua pun jatuh dengan pantat mendarat di lantai dan berteriak"Aduhh!"sambil meringis kesakitan.


"Apa yg ku lakukan?!"teriak Diwei dibenaknya.


Dengan panik,Diwei bertanya"Apakah sakit Nona?"sambil membantu Feng Hua berdiri dengan ekspresi khawatir.


Dengan mengusap bagian pantatnya,Feng Hua memarahi Diwei"Tentu saja sakit..!"


"Maafkan Diwei Nona...Maafkan Diwei..."ucap Diwei dengan memohon.


"Baiklah..Lainkali jangan begitu lagi.."ucap Feng Hua sebal, masih dengan mengusap.


Diwei lalu menundukkan kepala, merasa bersalah.


"Ngomong-ngomong tadi kamu bilang...Aku juga mencintaimu?"ucap Feng Hua dengan tatapan heran.


"Astaga...


Dewa tolong bantu aku...untuk melaluinya.."ucap Diwei bingung sekaligus takut dibenaknya.


"Terimakasih Dewa..."ucap Diwei lega,dibenaknya.Sembari mengikuti Feng Hua dari belakang.


Feng Hua dan Diwei lalu melihat paman Fu sedang berdebat dengan seorang laki-laki muda berwajah tampan.


"Paman...Kenapa paman tega...menjodohkanku dengan wanita yg tidak aku sukai..."rengek laki-laki muda itu pada Fu.


"Pulanglah Zhaoyang...!Jangan bikin keributan disini...!"teriak Fu marah dan menunjuk pintu keluar kedai.


"Aku akan membuat keributan yg lebih parah lagi,kalau paman tidak membatalkan perjodohan itu..."


"Aku tidak akan membatalkannya!"tegas Fu.


"Bagaimana caranya agar paman Fu membatalkannya?"tanya Zhaoyang dalam hati.


Zhaoyang memutar otaknya dan melihat keseliling,lalu melihat Feng Hua dengan pikiran"Wanita itu memakai cadar...Kemungkinan dia wanita yg belum menikah,untuk apa memakai cadar?karna dia jelek dan belum ada yg mau.."sambil menganggukan kepala berulangkali meyakinkan diri sendiri."Aku manfaatkan saja wanita itu sebagai kekasih pura-puraku" ucap Zhaoyang dibenaknya dengan senyum jail.


Zhaoyang kemudian mendekati Feng Hua cepat,lalu memeluknya dan mulai bersandiwara dengan berteriak "Sayangku...Maafkan aku yg tidak bisa memenuhi janjiku padamu...untuk menikahimu di musim semi tahun depan..."diiringi isak tangis yg dibuat-buat.Seketika semua pelanggan Kedai riuh,salah satu diantara mereka mengatakan"Jangan jodohkan anak itu...Kasihan...Lihat...Mereka saling mencintai...".Sedangkan dibenak Zhaoyang mengumpat Fu"Ahahaha rasakan itu Paman..."


Dengan geram,Diwei hendak memarahi Zhaoyang.Namun Feng Hua mencegahnya dengan menggenggam lengan Diwei erat.Fu pun sama dengan Diwei geram dan hendak memarahi Zhaoyang,Feng Hua lalu mencegahnya dengan menggelengkan kepala.

__ADS_1


Feng Hua kemudian melepaskan pelukan Zhaoyang,tapi Zhaoyang malah memeluknya lagi dan berkata"Ada apa denganmu sayang...Aku tau...Kamu pasti marah padaku...Jadi paman...tolong batalkan perjodohan itu..."


Salah satu pelanggan Kedai lainnya,lalu membela Zhaoyang"Biarkan mereka bersama...Tuan Fu...Batalkan perjodohannya..."


Semua pelanggan Kedai yg menyaksikan hal itu,bersamaan berteriak"Batalkan...Batalkan..."


"Duhh wanita ini...Hampir saja..."keluh Zhaoyang dibenaknya.


Feng Hua kemudian membuka suara"Paman...bisakah kita bicara ditempat yg tenang?"dengan amarah yg tertahan.


Zhaoyang kesal dengan sikap Feng Hua,dibenaknya dia mengumpat"Dasar wanita menyebalkan...Tidak bisakah bekerja sama sedikit...!!"


Fu kemudian menganggukan kepala,lalu menyuruh para pelanggan kedai tenang.Melihat hal itu Zhaoyang tidak tinggal diam,Zhaoyang takut rencananya gagal dan mulai bersandiwara lagi dengan melepaskan pelukannya lalu mengelus perut Feng Hua dan berkata"Padahal kamu sedang hamil anak kita..."


"Apa?!..."Teriak semua orang terkejut,termasuk Feng Hua.


Dengan amarah dan malu yg sudah tak tertahankan,Fu kemudian menjewer telinga Zhaoyang dan mengumpatnya"Dasar...Anak nakal..."sambil menggiring Zhaoyang menuju dapur.


Feng Hua dan Diwei lalu mengikuti mereka dari belakang.


Disepanjang jalan menuju dapur,Zhaoyang mengeluh"A.Aa..a..Sakit...Paman"sambil meringis kesakitan.


Sesampainya di dapur,Zhaoyang sudah tidak tahan lagi dengan jeweran Fu.Dia lalu berusaha melepaskan tangan Fu dari telinganya dan berhasil.


Dengan mengelus-elus telinganya,Zhaoyang mengeluh"Tega sekali paman padaku...Aku adalah keponakan paman satu-satunya yg paling tampan dan berbakat...Dipermalukan seperti itu..."diakhiri dengan memanyunkan bibir.


"Selain kami...Semuanya keluar!!"teriak Fu.


Semua pelayan dapur berhamburan keluar.Fu mulai memarahinya lagi"Jeweran saja,tidak akan cukup untukmu!"


"Aduhh paman...Aku hanya mengakui kekasihku padamu dan memintamu membatalkan perjodohan dengan gadis itu..."


"Kamu tau tidak?Wanita yg kamu anggap kekasihmu itu!"


"Kenapa??"


"Dia adalah Yang Mulia Putri Mahkota!"


"Ahahaha Paman...Paman bercandakan...Iyakan??"


"Dasar bodoh"ucap Diwei ketus.


"Kamu...Siapa yg minta pendapatmu disini..."ucap Zhaoyang sebal,sembari menunjuk Diwei.


Lalu Zhaoyang beralih menuju Fu dan berkata lagi"Paman bercandakan??"

__ADS_1


Fu hanya diam dan memalingkan wajah.Zhaoyang kemudian memandang Diwei dengan sebal,lalu memandang Feng Hua yg sedang menatapnya penuh amarah.


Setelah memandang Feng Hua,Zhaoyang baru menyadari akan kebodohannya dan mengumpat dibenaknya"Mati sajalah aku..."kemudian jatuh pingsan.


__ADS_2