
Kediaman Xiao Er(pagi hari)
Tiba-tiba Perdana Mentri datang ke kediaman Xiao Er,padahal Fang Hua masih mengantuk dan baru bisa bangun setelah Yi membangunkannya berkali-kali.Karena ayahnya sudah menunggu di taman,setelah bangun Fang Hua hanya mencuci wajah dan berganti pakaian,lalu menemuinya.
"Xiao Er...
Kaisar sudah menentukan hari pernikahanmu melalui surat resmi kemarin malam,pernikahanmu akan diadakan 3 hari lagi dan dirayakan selama 7 hari 7 malam.Ibumu (permaisuri Lian) juga menyetujui keputusan Kaisar, sebentar lagi ayahanda akan mengumumkannya di aula pertemuan"ucap Perdana Mentri senang
"baiklah ayahanda, tapi Xiao Er tidak bisa ke aula pertemuan nanti.Xiao Er merasa kurang enak badan,mungkin karna kelelahan"ucap Fang Hua lesu .
"istirahatlah Xiao Er,jangan melakukan hal berat.Sebentar lagi kamu akan menikah,kalau begitu ayah akan pergi sekarang"ucap Perdana Mentri sembari menepuk pundak kiri Xiao Er dan berlalu pergi.
"gara-gara Putra Mahkota aku jadi berbohong,padahal aku tidak sakit hanya kurang tidur.Tapi jika tidak bilang seperti itu, ayah akan memaksaku untuk datang"ucap Fang Hua dalam hati sembari menuju ranjang dan tidur.
__________
Aula Pertemuan (pagi hari)
Perdana Mentri memberi pengumuman bahwa pernikahan Xiao Er dan Putra Mahkota Chen akan diadakan 3 hari lagi dan dirayakan selama 7 hari 7 malam.
Semua orang gembira mendengarnya,apalagi para pelayan karna bisa makan enak,gratis,sepuasnya lagi. Kecuali Selir Huaran dan putrinya Xiao Jiao,mereka begitu marah dan hanya bisa memendamnya lagi.
"ibu... lakukan sesuatu,aku tidak ingin Xiao Er mendapatkan segalanya,ibu bilang akan berhasil tapi ternyata tidak..."ucap Xiao Jiao berbisik ,sembari menarik baju ibunya.
"sabar,Jiao kecilku...
ibu sudah menyiapkan sesuatu yg lain untuk Xiao Er tengah malam ini"ucap Selir Huaran berbisik sambil tersenyum licik.
"baiklah bu..."ucap Xiao Jiao senyum.
"semoga kali ini berhasil...
Putra Mahkota hanya milikku!"ucap Xiao Jiao dibenaknya.
__________
Kediaman Xiao Er(tengah malam)
__ADS_1
tiba-tiba ada 5 orang memakai baju hitam yg ternyata adalah pembunuh bayaran mencoba menerobos ke kediaman Xiao Er dan berhasil,semua penjaga dibunuh secara diam-diam.
Mereka kira Xiao Er sedang tidur,padahal tiap tengah malam Fang Hua terbangun dan berlatih beladiri.Saat mereka membuka pintu kamar,mereka terkejut melihat Fang Hua berdiri di belakang pintu yg seakan-akan sudah tau dan menunggu untuk didatangi.
"Siapa kalian!?"teriak Fang Hua.
"tangkap nona Xiao Er!"Teriak ketua pembunuh bayaran.
"tapi... bukannya kita harus membunuhnya ketua?"ucap anggota yg lain .
"Tak apa,nyonya pasti mengijinkanku.aku ingin menjadikannya istriku,sayangkan kalau dibunuh"ucap ketua pembunuh bayaran senyum.
"jangan mimpi!"teriak Fang Hua dengan mata melotot.
Fang Hua menatap marah mereka semua ,lalu menendang perut mereka satu persatu dengan kaki kanannya hingga jatuh ke lantai tak berdaya.
terlihat rasa kesakitan dari teriakan mereka yg mengeluh sakit dan tangan mereka yg memegang perut tanpa henti.Tak cukup sampai disitu.
Fang Hua mengambil belati yg sedang dipegang ketua pembunuh itu,lalu menusuk tepat ke jantungnya.Ketua pembunuh itu langsung mati,darah mengucur deras dari dadanya dan membuat baju Fang Hua basah oleh darah.Saat Fang Hua akan menusukkan pisau ke orang berikutnya,mereka serempak meminta ampun.
"kami tidak tau nona,hanya ketua yg tau"ucap mereka bersama-sama sambil menundukkan kepala,dengan ketakutan.
"ketua?ketua kalian sudah mati!
mulai sekarang kalian harus menuruti perintahku!
kamu kira aku bodoh?!
jawab yg jujur atau..."ucap Fang Hua sembari bermain belati ,lalu tanpa ragu menggoreskan luka ke leher mereka semua dengan cepat.
mereka semua terkejut dan tidak menyangka,seorang nona muda dengan mudah menusuk dan menggoreskan luka pada orang lain begitu cepat seperti ahli pedang tingkat tinggi.
"masih belum jawab?!"teriak Fang Hua marah.
yang awalnya diam seribu bahasa, salah satu dari mereka akhirnya mulai membuka suara.
"Dia seorang wanita,sepertinya seorang nyonya yg kaya dan berkuasa.Saat itu dia memakai cadar dan memakai jubah warna merah,tercium bau bunga lili dari bajunya"ucap salah satu pembunuh diantara mereka.
__ADS_1
"nahh begitu,Siapa namamu? dan siapa nama kalian?"ucap Fang Hua sembari menatap satu persatu ,dengan tatapan yg dingin.
"Diwei"
"Ping"
"Fai"
"Ho"
ucap mereka satu persatu.
"untung saja diwei mau buka suara,jika kalian masih tutup mulut.Kalian akan bernasib sama dengan orang itu!,berjanji dan bersumpahlah kalian akan setia dan melayaniku dengan baik"ucap Feng Hua ketus ,sembari menunjuk mayat ketua pembunuh dengan belati yg Fang Hua pegang,lalu mengarahkan belati itu ke arah mereka lagi.
Semua pembunuh itu bergidik ngeri,saat mendengar perkataan Fang Hua.Mereka langsung meminta maaf,bersumpah,sambil berlutut dan memberi hormat.
"maafkan kami nona Xiao Er,aku akan berjanji dan bersumpah setia melayani nona dengan baik.Jika kami melanggar janji,aku akan mati dengan badan terburai! "ucap Diwei dengan tegas, sambil berlutut serta memberi hormat.
"maafkan kami nona Xiao Er,aku akan berjanji dan bersumpah setia melayani nona dengan baik.Jika aku melanggar janji,aku akan mati dengan badan terburai! ."ucap Ping dengan tegas,sambil berlutut serta memberi hormat
"maafkan kami nona Xiao Er,aku akan berjanji dan bersumpah setia melayani nona dengan baik.Jika aku melanggar janji,aku akan mati dengan badan terburai "ucap Fai dengan tegas, sambil berlutut serta memberi hormat.
"maafkan kami nona Xiao Er,aku akan berjanji dan bersumpah setia melayani nona dengan baik.Jika aku melanggar janji,aku akan mati dengan badan terburai !"ucap Ho dengan tegas, sambil berlutut serta memberi hormat
"silahkan ambil peluit ini nona,peluit ini berbunyi kicauan burung.Jika nona butuh bantuan kami,nona tinggal meniupnya saja"ucap Diwei sembari memberi peluit.
"baiklah"ucap Feng Hua sembari tangan kanan menerima peluit itu.
"tidak apa nona"ucap mereka bersamaan.
"kalau begitu singkirkan mayat mantan ketua kalian,maksudku kuburkan dia dengan layak.Lalu bersihkan darah yg ada di lantai itu,sampai bau anyirnya hilang.Besok datanglah kemari lagi,lalu memakai pakaian pelayan dan kuburkan mayat para penjaga "ucap Fang Hua sambil menunjuk mayat dan darah yg berserakan di lantai.
"ohh,satu hal lagi.Singkirkan belati ini,terserah mau kalian apakan"ucap Fang Hua sambil melemparkan belati itu ke lantai,lalu diwei mengambilnya.
"laksanakan nona!"teriak Diwei,Fai,Ping,Ho bersamaan.
Setelah menerima perintah,mereka langsung pergi membawa mayat ketua mereka lalu menguburkannya dengan layak.Setelah itu mereka kembali lagi dan melaksanakan perintah berikutnya ,yaitu membersihkan darah yg ada di lantai hingga bersih dan harum.
__ADS_1