Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Li Zhishu


__ADS_3

"Hoam..."


"Akhirnya istriku telah bangun dari tidurnya"ucap Putra Mahkota dengan senyum.


"Jam berapa sekarang?"ucap Feng Hua sembari meregangkan badan.


"Sebentar lagi,jam makan siang"ucap Putra Mahkota,yg sedang membaca buku dengan berdiri.


"Apa?!aku bangun siang sekali..."ucap Feng Hua panik.


"Kenapa?"ucap Putra Mahkota heran.


"Aku ingin mengunjungi Permaisuri Fen,pagi ini..."ucap Feng Hua sedih.


"Tidak perlu sedih...Tadi pagi,Ibunda Permaisuri mengutus seorang dayang untuk mengundangmu ke istananya besok pagi"ucap Putra Mahkota sembari meletakkan buku yg ia baca ke meja.


"baguslah kalau begitu"ucap Feng Hua senang.


"Oiya,Air sudah siap dan pakaianmu juga sudah ada di pemandian.Kamu mandilah sekarang"ucap Putra Mahkota.


"Baiklah.."ucap Feng Hua,lalu turun dari ranjang dan bergegas menuju pemandian.


"Yang Mulia...Yang Mulia Putri Jingmi ingin menemui anda..."teriak dayang di luar kamar memberitahu.


"Mau apa dia?"ucap Putra Mahkota heran dibenaknya,sembari duduk ke kursi,lalu membaca buku itu lagi.


"Biarkan dia masuk"ucap Putra Mahkota.


"Kakak..."teriak Jingmi,sembari berlari mendekati Putra Mahkota.


"Apa"ucap Putra Mahkota datar,sembari membalikkan halaman buku berikutnya.


"Dimana kakak ipar?"tanya Putri Jingmi,sembari menengok kesana-sini.


"Dia sedang mandi.Kenapa?"ucap Putra Mahkota datar.


Putri Jingmi kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Putra Mahkota.


"Nona Li Zhishu ingin menemuimu"ucap Putri Jingmi berbisik.


"Dimana dia?"tanya Putra Mahkota terkejut.


"Dia sedang berada di kamarku sekarang"ucap Putri Jingmi masih berbisik.


Putra Mahkota hanya diam membisu.


"Kakak...Kenapa hanya diam saja...Kakak mau menemuinya atau tidak?!"ucap Putri Jingmi menegaskan


"Aku akan menemuinya sekarang"ucap Putra Mahkota,sembari beranjak dari kursinya.


Putri Jingmi lalu mengantar Putra Mahkota menuju kamarnya.Sesampainya disana,Putra Mahkota dan Putri Jingmi melihat Li Zhishu sedang duduk.Melihat Putra Mahkota sudah datang, Li Zhishu beranjak dari kursinya.


"Jingmi,tinggalkan kami"ucap Putra Mahkota memerintah.

__ADS_1


"Aih,kamar siapa?yg diusir siapa?"ucap Putri Jingmi sedikit kesal dibenaknya.


"Baik.Kakak.."ucap Jingmi hormat.Kemudian bergegas meninggalkan kamar.


Setelah Jingmi keluar dari kamar dan menutup pintu.Li Zhishu kemudian berlari dan memeluk Putra Mahkota.


Li Zhishu lalu mengeratkan pelukannya sambil mengatakan"Aku sangat rindu padamu"


Putra Mahkota hanya diam melamun memikirkan Feng Hua, tanpa membalas pelukan Li Zhishu.Li Zhishu yg menyadarinya,lalu bertanya"Kenapa tidak membalas pelukanku?"


"Tidak apa-apa,aku tadi melamun tanpa sadar"ucap Putra Mahkota dengan senyum.


"Li Zhishu maafkan aku...Aku sudah menyukai Xiao Er.Bahkan saat kamu memelukku,yg aku pikirkan hanya Xiao Er"ucap Putra Mahkota merasa bersalah dibenaknya.


"Ada yg aneh"ucap Li Zhishu dibenaknya.


"Ya,sudah... duduklah dulu"ucap Li Zhishu,sembari menggiring Putra Mahkota menuju kursi.


Mereka kemudian duduk saling berhadapan,dengan terhalang meja ditengahnya.


"Aku ada kabar baik untukmu...Coba tebak?"ucap Li Zhishu dengan genitnya,sembari mengisi air disebuah cangkir kosong,lalu memberikannya pada Putra Mahkota.


"Memangnya apa?"ucap Putra Mahkota penasaran,sembari menerima cangkir yg berisi air itu.


"Karna kamu sudah menikahi si muka jelek Xiao Er.Kini,kita bisa menikah secepatnya"ucap Li Zhishu riang.


"Bisa-bisanya aku merasa bersalah padamu"dongkol Putra Mahkota dibenaknya.


"Kenapa kamu biasa saja?"ucap Li Zhishu berdengus kesal.


"Kalau bukan karna kepentingan politik aku tidak ingin menikahimu"ucap Putra Mahkota kesal dibenaknya.


"Tidak.Aku juga merasa senang"ucap Putra Mahkota dengan senyum canggung.


"Ibunda Permaisuri bahkan menyuruh kita untuk menikah 3 hari lagi"ucap Li Zhishu senang.


"Mungkin karna kamu memintanya terus-menerus,makanya Ibunda Permaisuri menyuruh kita menikah 3 hari lagi.Bagaimana aku menjelaskannya pada Xiao Er?!"ucap Putra Mahkota kesal dibenaknya,sembari memegang kepalanya tanpa sadar karna merasa sedikit pusing.


"Kenapa?apa kepalamu sakit?"ucap Li Zhishu khawatir.


"Iya,sakit kepalaku...Kepalaku sakit karnamu!"teriak Putra Mahkota dibenaknya.


"Ah tidak...Maaf aku harus pergi sekarang..."ucap Putra Mahkota dengan tawa canggung,lalu bergegas pergi meninggalkan kamar Putri Jingmi.


"Kenapa kamu aneh begini?"ucap Li Zhishu kesal dibenaknya.


Putri Jingmi yg menunggu diluar kamar,melihat Putra Mahkota dengan heran,lalu menghalangi jalan Putra Mahkota dan berkata"Cepat sekali kakak keluar.."


"Memang kenapa?Apa urusannya denganmu?"ucap Putra Mahkota sedikit kesal.


"Aku heran saja,baru juga bertemu beberapa menit,kakak sudah meninggalkannya begitu saja.Jangan-jangan kakak sudah tidak cinta lagi padanya.."ucap Putri Jingmi dengan mata memicing curiga.


"Aku ada urusan,kamu temanilah Li Zhishu sekarang"ucap Putra Mahkota,sembari menyingkirkan Putri Jingmi dari hadapannya.

__ADS_1


"Aku pergi yaa sekarang..."ucap Putra Mahkota dengan senyum kecut,lalu pergi meninggalkan Putri Jingmi dengan berlari.


"Dasar kakak sialan..."umpat Putri Jingmi dibenaknya.


__________


Selang beberapa menit,Feng Hua telah menyelesaikan mandinya,lalu berjalan keluar dari pemandian.


"Yi...Apa kamu ada disana?"teriak Feng Hua sembari menyisir rambutnya dengan kedua jari-jemarinya.


"Ya,Yang Mulia"teriak Yi dari luar kamar.


"Masuklah Yi,bantu aku berdandan"ucap Feng Hua,sembari duduk di depan meja rias.


"Baik Yang Mulia..."teriak Yi.


Tak lama Yi pun datang dan membantu Feng Hua berdandan.Lalu Yi menyisir rambut Feng Hua,kemudian menata dan menggulung sebagian rambutnya dan menusukkan tusuk rambut/konde sebagai hiasan.


Tiba-tiba Putra Mahkota datang dengan nafas tersengal-sengal.Feng Hua dan Yi menatap Putra Mahkota dengan heran.Feng Hua lalu menyuruh Yi keluar kamar.


Setelah Yi keluar,Feng Hua mendekati Putra Mahkota dan bertanya"Ada apa sampai kamu seperti itu?"


"A..ku.."


"Mau memberitahunya sekarang,tapi aku tidak sanggup"ucap Putra Mahkota sedih dibenaknya.


"Aku mau mengajakmu makan siang di luar istana"ucap Putra Mahkota dengan senyum.


"Ohh,aku kira apa..Baiklah..Ayo pergi.."ucap Feng Hua senang.


Mereka kemudian pergi menuju sebuah kedai,tak jauh dari istana.


"Yang Mulia.."ucap seorang laki-laki paruh baya sembari memberi hormat.


"Paman Fu aku ingin makan ditempat biasa"ucap Putra Mahkota.


"Baik Yang Mulia.. Mari ikuti hamba..."ucap Fu mengarahkan dengan tangannya.


Fu lalu mengantar Feng Hua dan Putra Mahkota ke sebuah ruangan di lantai 2.


"Paman Fu bisa meninggalkan kami sekarang,tolong bawakan makanan kesukaanku untuk dua orang ya?"ucap Putra Mahkota.


"Baik.Hamba mengerti Yang Mulia"ucap Fu sembari memberi hormat,lalu pergi.


Putra Mahkota lalu duduk ,disusul Feng Hua berikutnya.Mereka duduk saling berhadapan di dekat jendela yg tertutup.


"Boleh aku membuka jendela?"ucap Feng Hua sembari melirik jendela yg berada disamping kanannya.


"Silahkan"ucap Putra Mahkota.


Feng Hua lalu membuka jendela.Tak lama hembusan angin sejuk memasuki ruangan,helai demi helai sisa rambut Feng Hua yg tidak tergulung berterbangan berirama.Putra Mahkota yg melihatnya menjadi terpesona.Disisi lain,Feng Hua malah sedang asik mengamati pemandangan yg ada di luar kedai makanan dengan takjub.


"Meski wajahnya tertutupi oleh cadar,pesonanya tak terhalangi"ucap Putra Mahkota dibenaknya,dengan sedikit meneteskan air liurnya.

__ADS_1


__ADS_2