
Fang Hua mandi dengan berendam di ember kayu besar melingkar,setelah beberapa kali menimba air dari sumber air yg ada ditempat itu.
"Kepalaku pusing...Aku sudah menikah tapi tinggal satu rumah dengan laki-laki lain.Bukan hanya satu rumah,tapi satu kamar juga.Kalau orang lain tau,apa kata mereka...."ucap Fang Hua sambil mengacak-acak rambutnya.
"Kira-kira apa yg sedang Chen lakukan sekarang??Zhaoyang bilang Chen sudah menikah lagi,meski aku sedang menghilang...Begitu pentingkah posisimu dibandingkan aku hiks...Katanya kamu mencintaiku....hiks...Kenapa kamu tega menikahinya tanpa menemukanku lebih dulu hiks...hiks..."
Fang Huapun menangis tersedu-sedu,meluapkan rasa kecewa dan kesedihannya lagi.
Diam-diam Diwei berada dibalik pintu kamar mandi mendengarkan semua ocehan yg Fang Hua lontarkan,sambil memegang kain bersih yg mana digunakan sebagai handuk di jaman itu.
"Sepertinya aku salah membuatmu bersembunyi disini.Aku iri pada Putra Mahkota,dia bisa mendapatkan cinta yg tulus darimu.Meski dia sudah menyakitimu,tapi kamu masih saja mencintainya.Dasar Putra Mahkota Bajingan!!Kenapa dia menyakitimu begitu sih...!!!"ucap Diwei dibenaknya.
"Hahh...Aku jadi kesal!!!!!"umpat Diwei dibenaknya tanpa sadar,sambil menendang pintu kamar mandi dengan kerasnya.
Dukk...
"Siapa?!"Teriak Fang Hua histeris.
"Dasar bodoh..."umpat Diwei dibenaknya,menyesali perbuatannya.
"A-aku...Ahh Bukan...Maksudnya ini Diwei..."ucap Diwei salah tingkah.
"Aku pikir siapa??...Ada apa Diwei??"teriak Fang Hua.
"Duhh...Dia mendengarkan aku menangis tidak yaa"ucap Fang Hua dibenaknya.
"Diwei mau mengantarkan kain untuk mengeringkan badan nona"sahut Diwei.
"Ohh begituu...Taruh saja diatas kayu pembatas"pinta Fang Hua.
"Baik nona"ucap Diwei kemudian berlalu pergi.
"Jika dia mengantarkan handuk,jangan-jangan dia mendengarkan semua ucapanku...Untung aku tidak membahas soal ciuman/perasaannya padaku,kalau tidak dia pasti akan sangat kecewa.Aku jadi merasa bersalah...Bagaimanapun diakan membantuku bersembunyi dari Zhaoyang"
Selang beberapa menit Fang Huapun menyelesaikan mandinya dan mengeringkan badannya.Dia kemudian memakai pakaian bekas milik ibu Diwei yg telah meninggal itu.Lalu bergegas menemui Diwei ke kamar,tapi dia tak menemukannya.
"Kemana dia pergi??Haduhh kenapa aku ceroboh sekali....Jangan-jangan dia meninggalkanku sendiri disini..."ucap Fang Hua panik.
"Diwei masih disini"ucap Diwei dari belakang Fang Hua.
__ADS_1
Fang Hua lalu berbalik menghadap Diwei,sambil berkata"Ternyata kamu masih disini...A-aku minta maaf..."
"Itu bukan salah Nona.Ini salah Diwei...Tidak seharusnya Diwei membawa Nona kemari...Besok pagi-pagi sekali,kita pergi darisini"
"Ini salahku...Kalau aku mau menjadi Ratu,tidak akan seperti ini..."
"Nona....Nona tidak boleh bicara seperti itu"
"Lebih baik kita ke mansion saja.Kasihan ayahmu mengahadapi Zhaoyang...Entah apa yg dia lakukan pada ayahmu"
"Ayahku pintar...Dia tidak akan kenapa-napa..."
_________
"Cepat cari mereka..."ucap Fai.
"Baiklah,ayo kita berpencar..."ucap Ho
"Aku kerumah"ucap Ping.
"Aku halaman belakang"ucap Fai.
"Ikut aku saja hehe..."ucap Ping.
"Ya,sudah...Cepat cari mereka..."ucap Fai.
Baru berjalan beberapa langkah mereka memasuki area halaman rumah persembunyian.Feng Hua dan Diwei keluar dari rumah itu.
Feng Hua dan Diwei lalu berteriak terkejut"Kalian...!!"
"Baru juga masuk..."ucap Ping.
Ho dan Fai lalu berjalan mendekati Feng Hua dan Diwei,sambil menarik lengan Ping.
"Salam Nona"ucap Ping,Fai,dan Ho sembari memberi hormat.
"Kenapa kalian bisa ada disini?Dan Fai...Bagaimana tugas yg aku berikan padamu??Apakah kakak jierui sudah sembuh??"ucap Feng Hua.
"Nona...Kami diperintahkan oleh ayah Diwei untuk membawa kalian ketempat yg lebih aman..."ucap Ho.
__ADS_1
"Soal kakak Jierui,nona tenang saja...Dia sudah sehat...Dan maaf tidak bisa menjaga Nona selama ini"ucap Fai.
"Maafkan Ping dan Ho juga ya nona....Tidak bisa menjaga nona dengan baik..."ucap Ping dengan wajah sedih.
"Iya Nona"ucap Ho.
"Syukurlah kakak Jierui baik-baik saja sekarang...Aku lega mendengarnya.Kalian tidak perlu minta maaf.Ini juga salahku,karna lengah"ucap Feng Hua.
"Dan kami juga hendak akan pergi.Akan tetapi besok pagi-pagi sekali"ucap Diwei.
"Lebih baik sekarang saja,kami sudah membawa kuda dan kereta kuda"ucap Fai.
"Baiklah....Ayo kita pergi sekarang saja"ucap Feng Hua.
_________
"Entah kenapa rasanya sia-sia saja aku menjemurnya"ucap Zhaoyang kesal.(cek#56)
"Karna lembah kabut memang seperti ini,selalu mendung dan berkabut.Bahkan sering hujan"ucap ajudan Zhaoyang.
"Ya...Aku lupa soal itu.Ohh ya...Bagaimana hasilnya?Apakah kamu menemukan petunjuk/jejak mereka?Dan apakah kamu ketahuan oleh orang-orang disini?"
Diam-diam Zhaoyang memberi perintah pada ajudannya sebelum mereka sampai di lembah kabut.Zhaoyang memberi perintah untuk mencari keberadaan Feng Hua dan Diwei di seluruh penjuru lembah kabut sendirian.
"Yang Mulia Kaisar tenang saja.Mereka tidak tau soal itu.Maafkan Hamba tidak berhasil menemukan petunjuk atau jejak dari mereka.Akan tetapi,hamba merasa ada yg aneh pada bagian dalam hutan kabut"
"Maksudnya?"
"Saat hamba menyelusurinya,hamba melihat banyak tanaman beracun meski tertutup semak-semak.Hamba bisa melihatnya.
Dan tanaman beracun itu seperti mengelilingi sesuatu,seakan memang sengaja ditanam begitu.Untuk melindunginya.
Tanaman-tanaman beracun itu berbentuk berbeda-beda,tetapi satu kesamaan yaitu sangat tinggi-tinggi sekali.Cukup untuk menutupi sebuah bangunan..."
"Hmm begitu.Aku jadi penasaran...
Ayo kita kesana sekarang!Dan jangan sampai ada yg tau soal ini.Buat perhatian para penjaga dan orang-orang yg ada di mansion ini teralihkan.Jangan sampai mereka melihat kita..."
"Baik,Yang Mulia Kaisar..."
__ADS_1