
Sesampainya di kamar.Diwei lalu membaringkan Fang Hua ke ranjang mereka dengan posisi miring.Terlihat darah menetes dari punggung Fang Hua yg terluka itu tanpa jeda.
Melihat hal itu,Diwei begitu ketakutan dan meneteskan air matanya tanpa henti.Fang Hua yg melihat Diwei seperti itu lalu menghiburnya "Aku baik-baik saja,jangan khawatir"sambil tersenyum.
"Aku tinggal sebentar ya,aku akan memanggilkan tabib untukmu"ucap Diwei.
"Coba kamu lihat Yi dulu.Apakah Yi ada bersama pelayan lainnya atau tidak.Jika tidak,mungkin saja setelah melihatku begini dia langsung pergi memanggil tabib"ucap Fang Hua.
"Baiklah"ucap Diwei lalu bergegas pergi.
Tak lama kemudian Diwei kembali pada Fang Hua sambil berkata"Yi tidak ada.Mereka bilang Yi pergi memanggil tabib"
"Benarkan kataku"ucap Fang Hua sangat lirih.
"Ohh tidak!!Suara Xiao Er begitu!!"teriak Diwei panik dibenaknya.
Fang Hua tiba-tiba memejamkan matanya.
"Xiao ER!!!"teriak Diwei histeris.
Diwei lalu mendekatkan punggung tangannya ke lubang hidung Fang Hua,bermaksud mengecek nafas Fang Hua.
"Ohh tidak!Nafasnya begitu lemah...."ucap Diwei cemas.
Setelah itu Diwei mengecek denyut nadi di tangan Fang Hua yg dia pegang erat itu.
"Ohh tidak!!!Denyut nadinya juga!!!"teriak Diwei histeris.
Beberapa menit kemudian, Yi datang bersama seorang tabib laki-laki.Tabib yg mana pernah membantu menguak kejahatan selir pertama Huaran.
"Tabib telah datang tuan"ucap Yi saat memasuki kamar bersama tabib itu.
"Cepat obati Xiao ER,sekarang!"perintah Diwei tanpa melihat Yi dan tabib.Diwei hanya fokus melihat wajah Fang Hua.
"Baik tuan"ucap tabib hormat.
"Kok suaranya laki-laki.Jangan-jangan tabib yg Yi bawa laki-laki??"ucap Diwei dibenaknya.
Diwei lalu melihat tabib itu.Dia melihat tabib itu sedang berlari menuju kearahnya dan Fang Hua.
"Berhenti disitu!"teriak Diwei.
Seketika tabib itu pun langsung menghentikan jalannya.
__ADS_1
"Apa-apaan kamu Yi?!Kenapa kamu membawa tabib laki-laki kesini?!!"teriak Diwei marah.
Yi terkejut baru kali ini Diwei memarahinya.Dengan gugup Yi berucap"Ke-kenapa tuan?Dia tabib yg handal dan terpercaya.Dia juga pernah membantu nona"
"Mulai hari ini yg boleh merawat Xiao ER adalah tabib wanita,mengerti?"ucap Diwei memaksa.
"Baik tuan.Yi mengerti"ucap Yi hormat.
Diwei lalu melepaskan pegangan tangannya.Dia lalu berjalan mendekati tabib itu.
"Tuan itu berjalan kearahku..Apa yg akan dia lakukan padaku?!Jangan-jangan karna tidak suka aku.Dia mau membunuhku??!"ucap tabib itu dibenaknya takut.
"Tu-tuan mohon maafkan aku"ucap tabib itu gugup dan gemetaran.
"Berikan semua itu padaku"ucap Diwei dengan menunjuk kotak kayu dan tas kain yg dibawa tabib.
"U-untuk apa tuan"ucap tabib.
"Aku yg akan mengobati Xiao Er.Kamu tunggulah diluar"ucap Diwei.
Tanpa membantah,tabib itu langsung memberikan barang bawaannya pada Diwei,lalu pergi.
"Tapi tuan!Nona sangat butuh tabib itu!"teriak Yi.
"Aku tidak bisa membantah perintahmu karena kamu adalah suami nona.Tapi kalau terjadi hal buruk pada nona.Aku tidak akan memaafkanmu!"ucap Yi dibenaknya kesal.
"Baik tuan"ucap Yi lalu pergi mengambil air.
Diwei lalu membawa tas kain dan kotak kayu itu ke ranjang.
"Bertahanlah sayang...Aku akan menyelamatkanmu"ucap Diwei dibenaknya sambil membuka kotak kayu dan tas kain tersebut.Di kotak kayu berisi banyak sekali botol kecil,sedangkan di tas kain berisi perban,pisau,dan jarum akupuntur.
Tak lama Yi membawa ember berisi air bersih,lalu menaruhnya diatas meja dekat ranjang.
"Yi,ambilkan kain bersih"pinta Diwei sambil merobek baju bagian punggung Feng Hua dengan pisau milik tabib.
"Baik"ucap Yi,lalu pergi mengambil beberapa kain putih bersih dari kotak penyimpanan yg ada di kamar.Yi kemudian memberikan kain itu pada Diwei.
Berbekal ajaran dari Weiheng.Diwei lalu mengobati Feng Hua.Diwei mulai mengobatinya dengan membersihkan luka itu terlebih dulu.Diwei membersihkannya dengan kain yg dicelupkan ke ember berisi air bersih tersebut.Diwei melakukan pembersihan itu hingga beberapa kali.
Dirasa luka Fang Hua sudah steril.Diwei kemudian mengecek satu persatu botol kecil yg ada di kotak kayu itu.Diwei mengeceknya dengan melihat isi yg ada di botol itu lalu menciumi baunya.Botol-botol itu rupanya berisi daun-daunan obat yg sudah menjadi bubuk.Tak lama Diwei menjatuhkan pilihannya pada salah satu botol.Diwei lalu tanpa ragu langsung membubuhkannya pada luka Feng Hua.Setelah itu,Diwei menutup lukanya dengan perban.
"Sepertinya Diwei memang bisa mengobati nona.Aku jadi malu sendiri"ucap Yi dibenaknya.
__ADS_1
"Nyonya Lian dan tuan Xiao harus tau"ucap Yi dibenaknya lagi.Yi kemudian keluar kamar.
Saat sudah di luar kamar,Yi dihadang tabib.
"Bagaimana keadaan nona Xiao ER?"tanya tabib.
"Nona dalam keadaan baik tabib"jawab Yi.
"Baguslah kalau begitu.Berarti tuan bisa merawat luka nona Xiao ER dengan baik.Kalau begitu saya pergi dulu ya"ucap tabib.
"Lohh tabib mau kemana?Barang-barangnya gimana?"tanya Yi.
"Sebenarnya pagi ini...Selain mendapat panggilan dari nona,saya juga mendapat panggilan dari tuan penasehat.Tapi karena kondisi nona Xiao Er lebih gawat,jadi saya memutuskan datang kesini.Tapi,karna tuan muda bisa mengobatinya.Saya mau pergi ke kediaman tuan penasehat.Untuk barang-barangnya,saya titip dulu ya.Nanti malam saya ambil"ucap tabib.
"Ohh begitu.Tidak perlu kesini lagi tabib.Nanti kalau tuan Diwei sudah selesai.Yi yg akan mengembalikan barangnya ke tempat tabib"ucap Yi.
"Baiklah nona Yi.Saya pamit"ucap tabib hormat.Lalu Yi membalas hormat.
Setelah itu,Yi pergi melanjutkan perjalanannya yg bermaksud memberitahu permaisuri Lian dan Tuan Xiao.
Yi kira putra mahkota sudah pergi.Tapi ternyata, saat Yi sudah di luar kediaman Xiao ER,Yi dihadang putra mahkota.
"Lohh Yang Mulia masih ada disini!"ucap Yi kaget.
"Yi...Bagaimana keadaan Xiao ER?"ucap putra mahkota cemas.
"nona baik-baik saja Yang Mulia..."ucap Yi datar.
"Baguslah"ucap Putra mahkota lega.
Yi lalu berjalan lagi.Namun putra mahkota menghalanginya lagi.
"Kamu mau kemana sih?!Aku belum selesai!"ucap putra mahkota kesal.
"Habisnya kamu melukai nona sampai begitu!Aku jadi malas meladenimu!"ucap Yi sebal dibenaknya.
"Hamba mau pergi memberitahu permaisuri Lian dan Tuan Xiao soal keadaan nona Xiao ER"jawab Yi.
"Ohh begitu...Ehh! tapi,kalau mereka tau karna pedangku yg telah melukai Xiao ER.Mereka pasti akan kecewa dan sedih"ucap putra mahkota sendu.
"Huhh!! Brani berbuat brani tanggung jawab dong!"teriak Yi kesal dibenaknya.
"Biar aku saja yg beritahu mereka"ucap putra mahkota.
__ADS_1
"Ya.Yang Mulia"ucap Yi hormat.