
Zhaoyang membawa Fang Hua ke kereta kuda yg mana sudah disiapkan oleh ajudan Zhaoyang dibelakang mansion.Fai,ping,dan Ho tak sengaja melihat mereka dari atas pohon dari jarak yg lumayan dekat.
"Bukankah itu nona?"tanya Ping sambil menunjuk Fang Hua yg sedang ditarik paksa oleh Zhaoyang menuju kereta kuda.
"Sepertinya bukan...
Bajunya berbeda!"ucap Ho.
"Sama majikan sendiri lupa...
Coba perhatikan dengan teliti..."ucap Ping kesal.
"Iya itu nona kita"ucap Fai.
"Fai saja setuju denganku..."ucap Ping.
Ho lalu memperhatikan Fang Hua dengan seksama dan dengan pupil mata membesar.
"Wahh iya!Bagaimana ini?!Kita tolong saja sekarang??"ucap Ho yg menengok ke arah Ping dan Fai dikanan kirinya,tapi tak ada mereka.
"Ayo turun!"teriak Ping dari bawah pohon.
"Kalian turun...Tidak bilang aku..."teriak Ho kesal.
Zhaoyang dan lainnya menengok ke arah Ping,Fai,dan Ho berada bersamaan.Mereka melihatnya karna suara teriakan Ping dan Ho yg terdengar.
"Sepertinya aku pernah melihat mereka"ucap Zhaoyang.
"Mereka yg saat itu ada di hutan kabut dengan Diwei Yang Mulia Kaisar..."ucap Ajudan Zhoyang.
"Ohh ya.Aku mengingatnya sekarang"
Fai mendekati Fang Hua dan lainnya dengan ekspresi kesal.
"Mau kamu bawa kemana nonaku?!!"teriak Fai geram.
"Dia mau kubawa ke istanaku"ucap Zhaoyang remeh.
"Kamu bilang melepaskan nona dan Diwei saat itu!
Kenapa sekarang begini?!Sadarkah kamu telah menjilat ludahmu sendiri!!!"
"Aku tidak peduli...
Xiao Er...
kalau kamu tidak mau ikut denganku...
Kamu tau akibatnya bukan??Sekarang kamu harus memutuskannya"ucap Zhaoyang sembari melepaskan pegangan tangannya.
Fang Hua diam merenung dan menundukkan kepala.
Zhaoyang merasa Fang Hua diam terlalu lama dan membuang banyak waktu.Dia lalu menegaskannya kembali dengan berkata"Ingat!Nyawa ibumu berada ditanganku!!"
Fang Hua tetap diam.Dia tak mengatakan apapun.
"Baiklah!Aku pergi sekarang!"teriak Zhaoyang sembari menaiki kereta kuda itu.
"Tunggu..."Teriak Fang Hua.
"Jangan nona..."ucap Fai melarang.
"Aku ikut.."ucap Fang Hua berjalan menaiki kereta.
Namun sebelum menaikinya,dia berkata pada Fai"Kamu jangan khawatirkan aku...Aku akan baik-baik saja"
Fai menyayangkan perbuatan Fang Hua itu dengan wajah masam.
Kereta kuda itupun jalan melewati Fai begitu saja.
Ho dan Ping berjalan mendekati Fai dengan ekspresi khawatir dan kesal.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak menghentikannya?!!"teriak Ping marah.
"Iya kenapa?!"bentak Ho.
"Nona menginginkannya begitu...Jika dia menolaknya,aku akan menghalanginya dengan sekuat tenaga atau bahkan dengan nyawaku"ucap Fai dingin.
"Maafkan aku yg sudah berikiran sempit"ucap Ping menyesal.
"Maafkan aku juga Fai...
Aku tidak mengira nona begitu"ucap Ho menyesal.
"Iya.Aku maafkan kalian"ucap Fai.
"Lalu apa yg harus kita lakukan sekarang?"tanya Ping.
"Kita ikuti dan awasi mereka diam-diam"ucap Fai.
.......
Setelah kejadian itu,Diwei pergi ke aula pertemuan menemui ayahnya yg sedang mengobrol dengan Jiazheng.
"Ayah!!Xiao er dibawa Zhoyang!!!"teriak Diwei.
"Hahh!Bagaimana bisa?!Diakan tidak membawa pasukannya..."teriak Weiheng tak menyangka.
"Apa?!nona Xiao Er diculik!!"ucap Jiazhen terkejut dibenaknya.
"Dia mengancam akan membunuh ibunya,jadi dia mau ikut dengannya"ucap Diwei sedih.
"Zhaoyang?Siapakah Zhaoyang??Kenapa dia memiliki pasukan"ucap Jiazhen penasaran.
"Dia seorang kaisar dari kerajaan Xia"ucap Diwei memberitahu Jiazhen.
"Bagaimana ini ayah??Apa yg harus kita lakukan..."ucap Diwei khawatir.
"Kita tidak bisa melakukan apapun Diwei...
berbeda dengan kita..."ucap Weiheng.
"Kalian tenang saja aku akan bantu kalian..."ucap Jiazhen.
"Tetapi tuan...Bukankah saat tadi mengobrol denganku.Tuan mengatakan hanya bangsawan biasa...Bagaimana tuan bisa melawan seorang kaisar..."ucap Weiheng.
"Sebenarnya aku juga seorang kaisar tuan Weiheng.Maaf telah membohongimu..."ucap Jiazhen.
"Apa?!!"teriak Weiheng dan Diwei bersamaan.
"Bala prajuritku ada di batas kota.Mari kita pergi sekarang..."ucap Jiazheng.
"Iya...
Ayo kita pergi sekarang..."ucap Weiheng.
Mereka lalu pergi menuju batas kota dengan kuda dan kereta kuda milik masing-masing.
..........
Tanpa Fang Hua sadari beberapa pengawal bayangan yg dikirimkan oleh Kaisar Zhou mengikutinya.Salah satu pengawal melaporkan Fang Hua yg pergi ke lembah kabut dan dibawa ke kerajaan Xia oleh Zhaoyang.
"Apa?!!Jangan-jangan laki-laki itu adalah Kaisar Xia yg pernah datang kemari dengan banyak pasukan itu?!!"teriak Kaisar Wen.
"Hanya itu yg hamba bisa melaporkannya.Selebihnya hamba tidak tau Yang Mulia Kaisar..."ucap pengawal bayangan itu dengan hormat.
"Aku perintahkan kalian bunuh dia secara diam-diam!!"
"Baik Yang Mulia Kaisar..."
Setelah pengawal bayangan pergi.Kaisar Wen mengambil sebuah kalung dari kotak penyimpanan.Dia lalu menggenggamnya dan mengajak kalung itu bicara.
"Ternyata anakmu adalah laki-laki selingkuhan Xiao Er!!!!Orang yg merebut istri Putra Mahkota...
__ADS_1
Padahal aku sudah membiarkan anakmu saat itu berbuat onar di pusat kota...
Aku membiarkannya... karna mengingatmu...
Kenapa?!Kenapa dulu kamu memilih laki-laki itu?!!
Jika kamu masih bersamaku...
Kamu tidak akan melahirkan anak seperti itu dan bahkan tidak akan kehilangan nyawa karnanya...
Sampai sakarang aku tidak mengerti,kenapa kamu begitu....
Dan aku rasa kamu menyesalinya kan saat ini?!!
Tapi semuanya sudah terlambat Xin Qian...
Waktu tidak bisa diputar kembali...
Kamu telah meninggalkan dunia ini untuk selamanya...
Aku merindukanmu Xin Qian...
Aku harap kamu baik-baik disana...
Ohh ya...Maafkan sudah membunuh laki-laki itu...
Dan maafkan aku kali ini juga.Karna akan membunuh anakmu nanti...
Demi ketentraman dan kedamaian kerajaan
Aku membunuh mereka...
Aku harap kamu bisa mengerti...
Xin Qian...Aku mencintaimu..."
Setelah mengatakan itu semua Kaisar Wen menangis tersedu-sedu.Permaisuri Fen yg menguping ucapan kaisar Wen secara tak sengajapun kemudian mengepalkan kedua tangannya dan berkata dibenaknya"Benar-benar membuatku muak!!!!
Aku sudah tidak tahan lagi denganmu!!!
Aku sudah meminta dan menunggu bertahun-tahun untuk menjadi Ratu...
Tapi kamu mengabaikannya terus-menerus...
Seharusnya aku mengerti sejak awal...
Kamu tidak akan melupakan wanita itu!!!
Maafkan aku Wen...
Aku akan membuat Chen menjadi kaisar berikutnya!!!
Tapi tunggu sebentar...
Dia bilang anak Xin Qian adalah selingkuhan Xiao Er...
Astaga~!!
Ini adalah berita yg bagus...
Tidak ada alasan lagi untuk Putra Mahkota tidak menceraikannya...
Tapi kalau anak itu mati untuk apa?!
Aku harus menggagalkannya,bagaimanapun caranya!!!
Xiao Er...tamatlah riwayatmu..."
Setelah itu Permaisuri Fen meninggalkan kediaman Kaisar Wen.Namun sebelum pergi diapun berpesan pada semua dayang,kasim, dan penjaga"Jangan beritahukan pada Yang Mulia Kaisar aku telah kemari..."
"Baik Yang Mulia Permaisuri..."ucap mereka serentak dengan hormat.
__ADS_1
Lalu Permisuri Fen memberikan beberapa kantong berisi penuh koin emas.Mereka menerimanya dengan gembira.