
Feng Hua lalu melepaskan genggaman Zhaoyang yg erat itu,dengan paksa.Feng Hua lalu memberi peringatan dengan tegas"Jangan lakukan hal itu lagi!"
Bukannya marah,Zhaoyang malah membalas peringatan Feng Hua dengan tertawa dan meledek"Maafkan hamba,yg telah lancang melakukan hal itu.Hamba tidak tega,melihat seorang wanita menangis di depan pintu kamar kecil sendirian"
"Dan apa kata orang nanti,melihat seorang Putri Mahkota berjalan dengan bercucuran air mata"ucapnya lagi.
Dengan kesal Feng Hua bicara"Tidak usah pedulikan aku!
Kamu kan yg tadi memanfaatkanku menjadi kekasihmu!
Kamu bahkan sudah mencoreng namaku di depan orang-orang...
Lalu apa gunanya,kamu peduli dengan air mataku?!"
"Aku hanya meledeknya,tapi malah aku dimarahin habis-habisan...
Ohh aku ada ide,semoga saja berhasil..."ucap Zhaoyang dibenaknya.
Dengan ekspresi seperti anak guguk yg lemah dan minta dikasihani,Zhaoyang berucap"Hamba minta maaf untuk sebelumnya Yang Mulia...
Sungguh sangat minta maaf...
Sebelum hamba menuju kesini,hamba memberi pernyataan pada semua orang bahwa hamba salah..."
"Tadi tertawa dan meledek,dalam sekejap meminta maaf sebegitunya"ucap Feng Hua heran dibenaknya.
"Semoga dia luluh..."ucap Zhaoyang berharap dibenaknya.
Namun,tidak seperti harapan Zhaoyang.Feng Hua malah acuh padanya.Melihat hal itu,Zhaoyang kembali berucap"Hamba juga berterimakasih pada Yang Mulia,berkat kejadian ini,hamba tidak jadi dijodohkan...
Anggap saja,yg tadi hamba lakukan adalah bentuk trimakasih hamba pada Yang Mulia"
"Bentuk trimakasih,tapi seperti sedang menggoda seorang wanita.Aku kan sudah menikah..."ucap Feng Hua kesal dibenaknya.
"Ahh,tapi aku kan sudah berjanji pada paman Fu untuk memaafkannya"ucap Feng Hua mengingat dibenaknya.
"Baiklah,aku harus pergi sekarang"ucap Feng Hua datar,tak ingin ambil pusing.Feng Hua lalu berlalu pergi, dengan niat kembali ke ruangan Putra Mahkota.
Zhaoyang yg tadinya ingin menangis,kini beralih mengikuti Feng Hua dari belakang.Sembari berpikir"Bagaimana caranya membuat dia bersikap hangat padaku?"
Awalnya Feng Hua berjalan seperti biasa.Tiba-tiba,saat Feng Hua akan berbelok ke arah dapur,dia terpeleset.
"Lagi.Lagi.Terpeleset...Dasar lantai tidak bergunaa..menyusahkan saja!"umpat Feng Hua dibenaknya.
"Seseorang tolong bantu aku..."teriak Feng Hua takut dibenaknya.
Zhaoyang yg melihatnya begitu,berlari untuk menolongnya sembari berteriak"Aku akan menolongmu..."dibenaknya.Tapi sayang,sungguh sayang.Dia kalah cepat dengan Diwei.
Adegan Diwei menangkap tubuh Feng Hua pun terulang kembali.Takut Diwei menjatuhkannya lagi,Feng Hua dengan cepat berteriak"Jangan Melamun dan jangan jatuhkan aku lagi!"sembari memegang bahu Diwei erat.Diwei lalu tersenyum,dengan teriakan Feng Hua dan pegangannya yg erat.Dibenak Diwei"Aku tidak akan menjatuhkanmu kali ini"sambil membuat Feng Hua berdiri dengan perlahan.
Entah kenapa ada sesuatu yg terbakar di dalam hati Zhaoyang,kala melihat Diwei menangkap tubuh Feng Hua.Dengan berdecak kesal,Zhaoyang berucap dibenaknya"Harusnya aku yg menangkapnya!"sambil menatap tangan yg bermaksud menangkap tubuh Feng Hua.
__ADS_1
"Ehh,Zhaoyang...
Kamu sedang apa?"ledek Diwei dengan sedikit tertawa,saat melihat Zhaoyang berdiri dengan tangan seakan menangkap sesuatu.
"Zhaoyang?Aku kira, dia mau ke kamar kecil tadi..."ucap Feng Hua dibenaknya, sembari menengok kebelakang.Tepat dimana Zhaoyang berada.Lalu melihat apa yg Diwei lihat,dengan tertawa terbahak-bahak.
Dengan malu Zhaoyang beralasan"Hamba kira,Yang Mulia akan jatuh.Jadi hamba berusaha menangkap tubuh Yang Mulia...",lalu menatap Diwei tajam.
"Ternyata kamu kalah cepat Zhaoyang...
Untung saja aku lebih cepat menangkapnya...
Karna mungkin saja...
Sebelum kamu yg menangkapnya,Yang Mulia akan jatuh duluan..."ledek Diwei dan diakhiri dengan menatap Zhaoyang tajam.
Zhaoyang dan Diwei saling menatap tajam dengan intens cukup lama.Feng Hua yg menyadarinya langsung berteriak"Seperti anak kecil saja!" kemudian bergegas pergi melanjutkan.
Melihat Feng Hua pergi,Zhaoyang dan Diwei mengakhiri tatapan mereka.Lalu mereka bersamaan mengikuti Feng Hua dari belakang.
Zhaoyang berbisik"Kamu sudah mengenal lama Yang Mulia,ya?"
"Iya"ucap Diwei singkat dan ketus.
Mendengar balasan Diwei seperti itu,Zhaoyang menatap Diwei kesal.Lalu Zhaoyang berbisik lagi dengan nada mengejek"Sudah kenal lama,tapi kenapa Yang Mulia tidak menyadarinya yaa"
"Kamu?!"bentak Diwei kesal,dengan menyodorkan tinjunya pada Zhaoyang.
Ayoo... silakan...kita buktikan siapa yg akan menang?!!"teriak Zhaoyang kesal.
Mendengar suara ribut dari Diwei dan Zhaoyang,Feng Hua kemudian berbalik dan menjewer telinga mereka keras,diiringi dengan ucapan"Masih mau ribut atau bagaimana hmmph?!".Jika orang lain yg melihatnya,mungkin mengira Feng Hua adalah seorang ibu yg sedang memarahi kedua anaknya yg bandel.
Mereka bersamaan berteriakA.Aa..a..Sakit...Yang Mulia"sambil meringis kesakitan.
Tak disangka Zhaoyang menangis.Melihat Zhaoyang menangis,Feng Hua melepaskan kedua jewerannya.Dengan kasihan Feng Hua berucap"A..ku minta maaf..."
"Yang Mulia menjewer dibagian yg tadi paman Fu lakukan...Tapi Yang Mulia melakukannya lebih keras...Huwaa..."
"Zhaoyang maaf..."
"Perih sekali...Yang Mulia..."rengek Zhaoyang.
"Dasar cengeng"umpat Diwei.
"Ini benar-benar perih..."Dengus Zhaoyang kesal.
"Sudahlah... kalian berdua..."ucap Feng Hua menengahi.
Feng Hua kemudian meminta Diwei mengambilkan obat untuk Zhaoyang pada paman Fu.Diwei terpaksa menuruti permintaan Feng Hua,dengan memanyunkan bibirnya.
"Yang Mulia..tolong tiup telingaku...Aku rasa akan jauh lebih baik nantinya..."rengek Zhaoyang.Setelah Diwei pergi.
__ADS_1
"Baiklah...
Tolong rendahkan badanmu,karna badanmu lebih tinggi dariku.Aku tidak sampai.."
Zhaoyang lalu merendahkan tubuhnya,kemudian Feng Hua mendekatkan bibirnya di dekat telinga Zhaoyang dan meniupnya perlahan berulang kali.
"Tidak kusangka Yang Mulia mau melakukannya,padahal aku hanya pura-pura"ucap Zhaoyang dengan terkekeh dibenaknya.
"Bagaimana?"tanya Feng Hua.
"Belum Yang Mulia..."ucap Zhaoyang dengan ekspresi sedih,yg membuat Feng Hua merasa bersalah.
"Baiklah..."ucap Feng Hua,sembari meniup telinga Zhaoyang kembali.
Tak lama Diwei datang sambil membawa obat.Diwei tak percaya dengan apa yg dilihatnya.Feng Hua sedang meniup telinga Zhaoyang,sedangkan Zhaoyang memperlihatkan ekspresi bahagianya sembari diam-diam melirik Feng Hua.
Diwei kemudian menarik tubuh Feng Hua mundur dari Zhaoyang.
"Ehh..."ucap Feng Hua terkejut.
"Kamu..."ucap Zhaoyang terkejut,melihat Diwei sudah kembali dengan cepat.
"Yang Mulia,lebih baik kembalilah sekarang"ucap Diwei sopan.
"Lalu bagaimana dengan telinga Zhaoyang?"tanya Feng Hua bingung.
"Biar hamba saja yg mengobatinya"ucap Diwei,sembari menatap Zhaoyang tajam.
"Baiklah...Kalau begitu jaga dia baik-baik"ucap Feng Hua kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Dengan senang hati..."ucap Diwei dengan ekspresi sadis.
Zhaoyang yg melihat Diwei begitu,merasa merinding dan ketakutan,lalu berteriak"Kamu yg senang,aku yg tidak senang..."dibenaknya,sambil berjalan mundur.
"Kenapa mundur??Sini... Aku obatin...
Ohh aku mengerti,kan tadi kamu minta pada Yang Mulia di tiup telinganya...
Sini...Aku tiup..."ucap Diwei menggoda,sambil berjalan mendekati Zhaoyang.
"Ahaha tidak usah...
Setelah Yang Mulia meniupnya,Sepertinya sudah lebih baik sekarang...
Kamu pergi saja..."ucap Zhaoyang masih berjalan mundur,dengan mengibaskan tangan kanannya berulang kali bermaksud mengusir Diwei pergi.
Namun Diwei tidak bergeming,saat Zhaoyang melakukan itu.
"Sudah memeluk,mengusap perut,sekarang minta di tiup telinganya pada Yang Mulia.Jangan kira aku akan pergi begitu saja!"ucap Diwei marah dibenaknya saat mengingatnya,sembari mempercepat jalannya menuju Zhaoyang.
Dengan panik Zhaoyang bergumam"Wahh dia semakin mendekat..." dibenaknya,Zhaoyang kemudian berlari keluar dari dapur,sambil berteriak"Seseorang tolong aku..."
__ADS_1