Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Fai dan Ping


__ADS_3

setelah mengantar kepergian Permaisuri Lian dan Perdana Mentri Xiao.Fang Hua kemudian kembali menemui Diwei,Ping,Fai,dan Ho yg masih berada di dalam Gazebo.


"kenapa belum dihabiskan?celetuk Fang Hua sembari duduk di tempat yg sama.


"masih menunggu nona, mari makan lagi nona "ucap Diwei sembari mengarahkan pandangan ke makanan di meja.


"kami merasa tidak enak hati,kalau makan tanpa nona"ucap Ho sembari memberi hormat.


"makanan nona yg tadi ,masih belum habis....


mari di makan lagi nona..."ucap Fai sembari menunjuk wonton yg masih sisa.


"jangan cuma memakan wonton saja nona,cobalah memakan dimsumnya.Dimsumnya enak sekali loh nona,nona harus memakannya"ucap Ping meyakinkan.


"baiklah,aku akan makan"ucap Fang Hua sembari memakan sisa wontonnya,lalu memakan dimsum.


"bagaimana?rasanya enak bukan?tanya Ping dengan wajah berseri.


"iya,Ping kamu benar.Ini enak sekali"ucap Fang Hua sembari memakan dimsum dengan lahap dari balik cadarnya.


"coba makanan yg lainnya juga nona,semuanya enak-enak"ucap Fai tak mau kalah dari Ping,sembari menatap Fai dengan tatapan meledek.


Ping yg melihat tatapan itu,langsung membalas dengan tatapan jengkel.Mereka lalu terbuai dalam tatapan masing-masing,hingga lupa melanjutkan untuk makan.


"lahap sekali makannya!"teriak Ho dalam hati sembari melihat Fang Hua makan tanpa henti.


"bukannya makan, malah bertatapan seperti itu"gumam Diwei sembari melihat Fai dan Ping,lalu menggelengkan kepala.


beberapa menit berlalu,Fai dan Ping mulai berhenti menatap satu sama lain dan mulai makan kembali.


Namun,saat mereka akan makan kembali.Mereka hanya melihat wadah yg kosong tanpa makanan,menyadari hal itu mereka berusaha mencari makanan di meja dari ujung ke ujung.


"kemana semua makanan?"tanya Fai dalam hati,sembari mencari-cari di setiap wadah makanan.


"dimsum mana dimsum? perasaan tadi masih banyak..."tanya Ping dibenaknya,sembari melihat-lihat keranjang dimsum.


"kalian ngapain sih...


itu makanan udah abis semua...


mau dimakan juga sama wadah-wadahnya?"Gerutu Ho sembari menatap Fai dan Ping tertawa geli.


Fai dan Ping yg mendengarnya kaget bukan main.


"baru makan sedikit,tapi udah habis"gumam Fai di benaknya,dengan wajah sedih.


"habis....padahal baru makan 3 dimsum"gumam Ping dalam hati sembari menelan ludah.


"ngga kok kita kan mau membereskan,iya kan Ping?"ujar Fai mengelak ,sembari memberi kode dengan kedipan mata pada Ping.


"iya, Fai...


kamu bukannya bantuin malah ngomong ngga jelas"seru Ping sembari menatap Ho mengejek.


Kemudian Fai dan ping, bersamaan menumpuk semua wadah bekas makanan dengan rapi.


uhuk uhuk uhuk

__ADS_1


terdengar suara batuk yg berasal dari Fang Hua.


"minumlah air ini nona.."ucap Ho sembari mengisi cangkir dengan air ,lalu memberikannya pada Fang Hua.


"terimakasih"ucap Fang Hua sembari mengambil dan meminumnya.


"aduhh nona.....makanya kalo makan pelan-pelan"seru Diwei khawatir.


"habis dimsumnya enak sekali....


entah berapa banyak dimsum yg aku makan tanpa sadar,hingga membuatku batuk."ucap Fang Hua sembari tertawa kecil.


"dimsum..."ucap Ping sembari menangis dalam batin ,lalu memandang ke arah keranjang dimsum dengan mata berkaca-kaca.


"loh,udah habis aja.aku kira masih banyak,sepertinya aku terlalu banyak makan.selain dimsum,makanan yg lainnya juga enak"ucap Fang Hua sembari melihat wadah makanan yg telah kosong.


"ternyata majikanku yg menghabiskannya,aku mau memarahinya tapi ngga bisa..."gumam Fai dalam hati sembari menghela nafas.


Tanpa Fai dan Ping sadari,mereka melamun bersamaan.Melihat Fai dan Ping melamun,Ho mencoba menyadarkannya.


"Fai...Ping... sadarlah...


malah melamun...teriak Ho dengan suara keras.


"iya..."teriak Fai dan Ping, sembari menatap sinis Ho bersamaan.


"malah menatapku begitu"gumam Ho dalam hati,sembari menggelengkan kepala.


tiba-tiba Fang Hua mulai memberikan perintahnya.


"baik,nona"ucap mereka bersamaan.


"pertama,carikan aku 24 orang penjaga dan 5 orang pelayan yg bisa mengurusku.Pilihlah mereka yg dapat dipercaya dan setia,aku percaya pilihan kalian bagus.


Kedua,tolong selidiki dan cari bukti .Soal pembunuhan kemarin, serta selidiki juga soal wajahku yg memburuk sejak 2 tahun yg lalu.


Ketiga, lindungi aku secara bergantian setelah melakukan perintah pertama dan kedua."ucap Fang Hua dengan nada serius.


"kami akan menjalankan perintah nona dengan baik!."teriak mereka bersamaan,lalu memberi hormat.


"Mulai sekarang kalian jangan pulang,tinggal lah di kediamanku.Pelayan setiaku Yi akan memberi tau kamar kalian berada"ucap Fang Hua santai.


"iya... nona" serempak mereka membalas.


"ikuti aku"ucap Fang Hua sembari melangkahkan kaki keluar dari Gazebo,lalu diikuti mereka dari belakang.


"wahh,aku akan tinggal disini.Kalau tau begitu,aku tidak akan menyesal soal makanan itu"gumam Fai senang dalam hati,dengan senyum merekah.


"akhirnya bisa keluar dari gubuk itu!


selamat datang kamar yg nyaman...."ucap Ho dalam hati,dengan senyum terukir diwajahnya.


"jangankan dimsum yg kau makan nona.Bakpao dan semua makanan silahkan kau makan,toh aku juga akan memakannya nanti"gumam Ping sembari tertawa kecil.


"kelihatan bahagia sekali ekspresi mereka,wajar sih kita emang ngga pernah hidup layak. Karena mantan ketua kita yg pelit,beruntung sekali bertemu dengannya."ucap Diwei dalam hati, sembari melihat Fang Hua dari kejauhan.


mereka mengikuti Fang Hua sampai di depan kamarnya,setelah itu Feng Hua menyuruh Yi untuk memberikan kamar kosong untuk mereka tidur.

__ADS_1


"terimakasih,nona.sudah memberikan kami tempat tinggal"teriak mereka bersamaan sembari memberi hormat.


"terimakasih kembali,pergilah bersama Yi"ucap Fang Hua sembari melirik Yi.


"baik,nona"jawab mereka.


Mereka kemudian mengikuti Yi dari belakang.Yi lalu menunjukan kamarnya serta membukakan pintunya,mereka begitu senang saat memasukinya.Setelah itu mereka mengambil semua barang di tempat tinggal sebelumnya,lalu memindahkannya ke kamar itu.


__________


Kediaman Selir Pertama Huaran(sore hari)


Selir Pertama Huaran sedang minum teh di pinggir kolam,sembari menikmati hembusan angin sepoi-sepoi.Xiao Jiao tiba-tiba datang,lalu memberi hormat.


"ada perlu apa Jiao kecilku kemari?"tanya Selir Pertama Huaran sembari memeluk hangat putrinya itu.


"Jiao ingin tau hasil rencana ibu"ucap Xiao Jiao penasaran,sembari membalas pelukan ibunya.


"duduklah..."ucap Selir Pertama Huaran ramah,sembari menggiring Xiao Jiao duduk ke kursi.


"Zhu,cepatlah kemari"teriak Selir Pertama Huaran,sembari duduk disebelah Xiao Jiao.


"baik,nyonya..."seru Zhu dari kejauhan, sembari berjalan cepat menuju Selir Pertama Huaran.


setelah Zhu sampai,Zhu langsung memberi hormat kepada Selir Pertama Huaran.Lalu Selir Pertama Huaran menyuruhnya untuk mendekat dan merendahkan tubuhnya ,kemudian dia membisikkan sesuatu di telinga Zhu.


Setelah itu, Zhu pergi meninggalkan mereka.


"apa yg ibu bisikkan pada Zhu?"tanya Xiao Jiao penasaran.


"tunggu Zhu kembali,baru ibu mengatakannya"ucap Selir Pertama Huaran ,sembari menuangkan teh untuk Xiao Jiao.


"baik,ibu"balas Xiao Jiao ,sembari menganggukan kepala.Kemudian meminum tehnya.


Setelah setengah jam berlalu,Zhu akhirnya kembali.


Zhu kemudian mendekati Selir Pertama Huaran yg sedang minum teh,lalu tersedak setelah mendengar bisikan Zhu.


"gara-gara kamu, ibuku jadi tersedak!pergi kamu!"teriak Xiao Jiao marah,sembari menepuk pelan punggung Selir Pertama Huaran.Kemudian menatap sinis dan menyuruh Zhu pergi dengan tangannya.


Zhu kemudian pergi ,setelah Xiao Jiao usir.


"bukan salah Zhu, ibu tersedak.Ini karna rencana ibu gagal ."ucap Selir Pertama Huaran ,sembari menepuk dadanya.


"yahh,gagal"gumam Xiao Jiao sembari menghela nafas.


"memangnya apa sih yg ibu rencanakan?"tanya Xiao Jiao dengan kesal ,sembari meminum tehnya lagi.


"membunuhnya"jawab Selir Pertama Huaran tanpa rasa takut.


"bunuh?!"seru Xiao Jiao kaget ,sambil menyemburkan air teh ke wajah Selir Pertama Huaran.


"Xiao Jiao!"teriak Selir Pertama Huaran marah,lalu mengelap wajahnya menggunakan lengan pakaiannya.


"maaf ibu,Jiao kaget saat ibu bilang begitu"bela Xiao Jiao sembari ketakutan melihat ibunya marah.


"sekarang kembalilah ke kediamanmu,ibu mau membersihkan diri"ucap Selir Pertama Huaran ketus,sembari melangkah pergi meninggalkan Xiao Jiao.

__ADS_1


__ADS_2