
Maaf sudah menunggu lama...
Terimakasih sudah membaca❤️❤️❤️
**********************************************
Kediaman Perdana Mentri Xiao(sore menjelang malam)
Permaisuri Lian dan Xiao Er pun sampai di depan kediaman.Mereka kemudian turun dari kereta kuda.Mereka bisa tiba di kediaman Perdana Mentri karna Permaisuri Lian memintanya begitu.Permaisuri Lian tidak jadi mengantar Fang Hua pulang ke istana.
Salah satu penjaga berlari menemui perdana Mentri Xiao.Dia lalu memberitahu kedatangan permaisuri Lian dan Fang Hua.
......
Permaisuri Lian mengantar Fang Hua ke kediamannya yg dulu dia tempati.Dia lalu menyuruh pelayan Fang Hua untuk menyiapkan air mandi.
Fang Hua kira permaisuri Lian akan pergi meninggalkan kediamannya setelah mengantarnya.Permaisuri Lian malah ikut duduk di ranjang tidurnya setelah memberi perintah begitu pada pelayannya tersebut.Dia duduk disebelah kanan Fang Hua.
"Kenapa ibunda masih disini?"tanya Fang Hua.
"Aku masih ingin bersamamu lebih lama
Aku merindukanmu putriku..."ucap permaisuri Lian sambil memeluk pinggang Fang Hua dari belakang.
"Xiao Er juga ibunda..."ucap Fang Hua dengan senyum manis.
"Sejak kapan wajahmu sudah sembuh...??"ucap permaisuri Lian penasaran.
"mmm... itu...."
"Ya sudah...Ngga usah kamu jelaskan...
yg terpenting putri kesayanganku sudah sembuh dan tidak merasa malu lagi..."ucap permaisuri Lian senang.
"Nyonya...tuan perdana Mentri datang..."ucap salah satu pelayan Fang Hua yg berada di luar kamar berteriak memberitahu.
"Biarkan dia masuk..."ucap permaisuri Lian.
"Ayahmu datang sayang..."ucap permaisuri Lian pada Fang Hua.
perdana Mentri kemudian masuk dan terkejut saat melihat wajah Fang Hua.Dia lalu berjalan mendekati Permaisuri Lian dan Fang Hua dengan menangis sambil berkata"putriku...Akhirnya wajahmu sembuh...
Ayahanda tidak menyangka..."
"Ayahanda..."ucap Fang Hua dengan ikut meneteskan air mata.Terharu melihat perdana Mentri menangisi wajahnya.
"Sudahlah...suamiku...
Jangan menangis lagi..."ucap permaisuri Lian.
Saat sudah didekat mereka.Perdana mentri lalu memegang wajah Fang Hua seakan memastikan apa yg dia lihat.
"Ayahanda...
Wajah Xiao Er sudah membaik..."ucap Xiao Er dengan senyum manis.
"Syukurlah..."ucap perdana Mentri dengan melepaskan wajah Xiao Er lalu mengusap air matanya.
"Hmm....Kenapa kamu hanya menangisi wajah Xiao Er?istrimu ini habis diculik loh..."ucap permaisuri Lian dengan memanyunkan bibirnya.
"Haduhh istriku....
Maafkan aku...
Tolong jangan cemberut begitu,nanti cantiknya hilang hehe"ucap perdana Mentri dengan diakhiri tertawa ringan.
__ADS_1
"Uhh...Menyebalkan..."ketus permaisuri Lian.
Fang Hua yg melihat Perdana Mentri dan permaisuri Lian yg bertengkar kecil seperti anak-anakpun tertawa terbahak-bahak.
Permaisuri Lian dan perdana Mentri yg melihatnya pun tersenyum senang.Perdana Mentri lalu duduk disebelah kiri Fang Hua.
"Kenapa kamu bisa bersama ibunda?Apakah Yang Mulia Putra Mahkota tidak akan mencarimu?"ucap Perdana Mentri Xiao.
"Itu..."
"Xiao Er dan putra mahkota akan bercerai...
Jadi untuk apa dia kembali ke istana"ucap permaisuri Lian.
"Apa?!"teriak perdana Mentri terkejut.
"Tapi...
Apakah Yang Mulia Kaisar sudah menyetujuinya?"ucap perdana Mentri penasaran.
"Dia setuju atau tidak.Aku tidak peduli...
Putriku sudah tidak mencintai putra mahkota"ucap permaisuri Lian sambil mengelus kepala Fang Hua.
"Tapi kamu tau kan Yang Mulia Kaisar orang seperti apa..."ucap Perdana Mentri menegaskan.
"Iya aku tau...
Tapi aku tidak mau putriku terikat dengan pernikahan yg membuatnya sedih..."ucap permaisuri Lian dengan meneteskan air mata.
"Ya sudah...Jangan menangis...
Aku tidak akan menentangnya..."ucap perdana mentri.
"Iya..."ucap permaisuri Lian dengan menyeka air matanya dengan lengan bajunya.
"Maksudnya kabur ayahanda?"tanya Fang Hua.
"Iya...Apalagi kalau bukan"ucap perdana Mentri heran.
"Tapi Yi bagaimana?Diakan masih di kediamanku yg ada di istana..."ucap Fang Hua murung.
"Haduhh putriku sangat baik.Bahkan dia mengakhawatirkan pelayannya.Tapi... Bagaimana menyelamatkannya??Sedangkan penjagaan disana sangat ketat!"ucap Perdana Mentri dibenaknya bingung.
"Ehh...Xiao Er kan bisa pergi dari sana!"teriak Perdana Mentri dibenaknya.
"Bagaimana kamu bisa keluar dari istana?"tanya perdana Mentri pada Fang Hua.
"Xiao Er kabur dibantu Yi dan tabib wanita"ucap Fang Hua.
"Ohh begitu..."ucap Perdana Mentri dengan anggukkan kepala.
Tiba-tiba pelayan yg Permaisuri Lian suruh datang dan memberitahu pemandian untuk Fang Hua telah siap.
"Xiao Er mandilah..."ucap Permaisuri lembut.
Fang Hua lalu bergegas pergi.Setelah Fang Hua pergi mandi,perdana Mentri dan permaisuri Lian pergi ke taman.
Namun sebelum mereka pergi ke taman, permaisuri Lian berpesan pada pelayan Fang Hua yg lain untuk memberitahu Fang Hua,bahwa mereka berada di taman.
Saat mereka sudah di taman,mereka pun mengobrol hingga membahas apa yg Fang Hua tidak boleh dengar.
Beberapa menit kemudian Fang Huapun selesai mandi dan berias dibantu pelayan.
"Andai saja aku mendengarkan kakakku kita pasti hidup dengan tenang"ucap Permaisuri Lian dengan menggigit jari.
__ADS_1
"Jangan salahkan dirimu...Yang Mulia Kaisar Wen tidak akan membiarkan Xiao Er pergi meski kamu membiarkan kakakmu membawa Xiao Er"ucap perdana Mentri sambil memegang tangan permaisuri Lian.
"Apakah kamu sudah menemukan informasi tentang Xiao Er berasal?Sebenarnya siapa orangtua Xiao Er?"ucap permaisuri Lian penasaran.
"Belum....
Aku sudah mengerahkan semuanya,tapi tidak ada yg tau"ucap perdana Mentri.
Saat Fang Hua sedang berjalan menuju Perdana Mentri dan Permaisuri Lian berada,dia terkejut mendengar pembicaraan itu.Perdana Mentri dan permaisuri Lian tidak menyadari keberadaan Fang Hua didekat mereka.
"Jadi Xiao Er bukan anak mereka?!!Lalu Xiao Er anak siapa???"ucap Fang Hua dibenaknya.
"Ibunda....Ayahanda..."
Permaisuri Lian dan perdana Mentri terkejut mendengar Fang Hua memanggil.Mereka lalu menengok kearah Fang Hua.
"Xiao Er!!!Ka..kamu tidak mendengarnya kan...!!!"teriak perdana Mentri.
"Xiao Er sudah mendengar semuanya"ucap Fang Hua.
Permaisuri Lian dan perdana Mentri yg mendengar ucapan Fang Hua begitu, sangat terkejut dan sedih.Permaisuri Lian lalu berlari mendekati Fang Hua,kemudian dia memeluk Fang Hua erat sambil berkata"Sayang...Meski kamu bukan putri kami...Bagi kami, kamu tetaplah putri kami..."
"Ibunda...Xiao Er tau....
Tapi Xiao Er ingin tau bagaimana ibunda dan ayahanda bisa merawat Xiao Er..."
"Baiklah...Akan aku ceritakan...Duduklah..."ucap perdana Mentri sembari menepuk kursi kosong disebelahnya.
Perdana Mentri lalu menceritakan awal mula Xiao Er diadopsi.
"Waktu itu ayahanda dan ibundamu menikah selama 3 tahun belum juga mendapatkan anak.Tiba-tiba Yang Mulia Kaisar mengirimkan sebuah surat meminta kami untuk menemuinya di gunung Hua.Lalu kami menuruti perintah itu.
Kami terkejut saat sudah dihadapan Yang Mulia Kaisar.Yang Mulia Kaisar tengah membawa seorang bayi perempuan cantik ditangannya.Dan lebih terkejutnya lagi Yang Mulia Kaisar memberikan bayi itu pada kami.Namun Yang Mulia Kaisar memberikannya tidak dengan percuma,dia memberikan syarat yaitu menikahkan bayi itu dengan putra mahkota jika sudah besar.
Kami tadinya ingin menolaknya,tapi saat Lian menggendong bayi itu.Bayi itu menatap kami sambil menangis.Kami jadi tidak tega.Kami bukannya tidak ingin merawatnya,tapi kami takut dengan Yang Mulia Kaisar.Pada akhirnya bayi itu menjadi Putri kami dan diberi nama Xiao Er"
"Bayi itu tidak langsung dibawa ke kediaman.Kami memutuskan untuk tinggal gunung Hua selama setahun agar tidak ada yg tau soal itu.Yang Mulia Kaisar Wen pun memberikan ijin,perdana Mentri pun dibebas tugaskan selama setahun"ucap permaisuri Lian.
"Jadi begitu....
Terimakasih sudah merawat Xiao Er selama ini...
Terimakasih sudah memberikan cinta dan kasih sayang...ibunda...ayahanda..."ucap Fang Hua dengan hormat.
"Tidak perlu putriku...
Aku lah yg harusnya berterimakasih...
Terimakasih sudah hadir dikehidupanku,tanpamu aku akan sedih berlarut-larut..."ucap permaisuri Lian.
"Iya...Kamu tidak perlu berterimakasih...
Ayahanda justru bahagia memilikimu sebagai putri kami"ucap perdana Mentri.
"Tapi...
Xiao Er ingin tau jati diri Xiao Er yg sebenarnya..."ucap Fang Hua murung.
"Bersabarlah...
Ayahanda sedang mencari informasi tentangmu...
Tapi setelah kamu bertemu orangtua aslimu,jangan lupakan kami yaa"ucap Permaisuri Lian dengan senyum palsu.Sebenarnya permaisuri Lian sangat sedih dibenaknya.Namun dia menahannya.
"Tentu ibunda...
__ADS_1
Xiao Er tidak akan melupakan ibunda dan ayahanda..."
Setelah itu Permaisuri Lian dan perdana Mentri berpamitan.Fang Hua kemudian kembali ke kamarnya.