
"Ayo kita mulai..."ucap Zhaoyang lantang.
Kemudian Zhaoyang dan Diwei meminum arak di setiap mangkuk dengan cepat.Setelah semua arak habis,dengan cepat pula para pelayan dapur yg membawa gentong arak mengisinya kembali.Setelah menghabiskan setengah gentong arak,Diwei sudah terlihat mabuk berat.
"Aku rasa sudah cukup.Aku takut,kalau dilanjutkan lagi...Dia bisa langsung tertidur dan aku tidak mendapatkan apapun"gumam Zhaoyang dibatinnya.
"Aku menyerah..."teriak Zhaoyang dengan mengangkat tangan kanannya keatas.
"Aku menang..."teriak Diwei senang,diakhiri dengan cegukan.
Para pelayan dapur yg mendengarnya terkejut dan heran bersamaan,karna baru kali ini majikannya menyerah pada lawannya.
"Tolong kalian bereskan semuanya dan bersihkan tumpahan arak yg menggenang di atas meja.Kalau sudah,kalian boleh pergi..."ucap Zhaoyang memerintah.
"Baik,Tuan Muda..."ucap para pelayan dapur serentak.
Tak lama para pelayan dapur menyelesaikan perintah Zhaoyang dan pergi.Setelah itu,Zhaoyang mulai bicara"Ini berapa Diwei?"sambil menunjukkan 2 jari yaitu jari telunjuk dan jari tengah,didepan wajah Diwei.
"dua jari ditambah dua jari ditambah 2 jari,hahaha kenapa jarimu ada banyak"ucap Diwei dengan menggelengkan kepala berulang kali.
"Sepertinya Diwei benar-benar sudah mabuk"ucap Zhaoyang dibenaknya,dengan senyum jahil.
"Ehm...Menurutmu...Yang Mulia Putri Mahkota itu...Orang yg seperti apa?"ucap Zhaoyang antusias.
"Dia orang yg sangat baik...Sangat baik...Selain baik,dia juga cantik...Bagiku dia yg tercantik..."ucap Diwei semangat dengan senyum sumringah,sambil mengingat wajah Feng Hua.
"Cantik?!!"teriak Zhaoyang dibenaknya.
"Lalu kenapa dia memakai cadar??"pikir Zhaoyang.
Tiba-tiba Diwei berteriak"Aku sangat mencintainya...Yang Mulia adalah cinta pertama bagiku...Aku sangat mencintainya..."
"Pelankan suaramu...!"teriak Zhaoyang kaget,sambil menutup mulut Diwei.
Lalu Diwei melepaskan tangan Zhaoyang yg menutup mulutnya dan mulai menangis histeris,sambil berucap"Aku benci Putra Mahkota...Huhuhu...Gara-gara dia!Aku tidak bisa bekerja lagi dengannya..."
Zhaoyang lalu menutup mulut Diwei kembali,sambil mengancam"Jangan brisik...!atau aku laporkan pada Yang Mulia Putra Mahkota!"
"Huhuhu....."tangis Diwei dengan menganggukkan kepala,lalu menjatuhkan kepalanya di atas meja.
"Benar-benar peminum yg buruk..."umpat Zhaoyang dibenaknya.
__ADS_1
"Jika terlalu lama disini.Aku takut Diwei akan membuat masalah"ucap Zhaoyang dibenaknya.
"Ayo,kita pergi Diwei...Kamu sudah mabuk..."ucap Zhaoyang sembari memapah Diwei berdiri.Namun Zhaoyang kesusahan dalam memapahnya,karna Diwei tak mau diam dan berakhir jatuh dengan badan Diwei menimpa badan Zhaoyang di lantai.
"Haduhh,kamu gimana sihh...Jadi jatuh kan..."gerutu Zhaoyang sambil berusaha menyingkirkan badan Diwie,namun tak bisa.
Meski Zhaoyang berbicara begitu,Diwei hanya diam kemudian menutup mulutnya.Zhaoyang yg melihatnya begitu,langsung berteriak"Awas saja yaa...Kalau kamu muntah...!"
__________
Sesampainya di Kediaman Putra Mahkota.
Feng Hua meminta Yi menyiapkan pemandian untuknya.Setelah itu,Feng Hua pun mandi.Dengan perasaan kesal,Feng Hua masuk ke kolam pemandian,sambil berceloteh"Padahal dulu,keinginanku menjadi wanita satu-satunya.Tapi kini,aku harus membagi-baginya.Dan parahnya lagi...Kita belum lama menikah,sudah mengambil selir"
Saat Feng Hua mulai menggosok tangan dan badannya,tak sengaja Feng Hua melamun teringat tentang Wang yg berada di jaman modern.Wang adalah cinta pertama dan mantan satu-satunya Feng Hua.Mantan kekasih sekaligus mantan tunangannya.
Mereka menjalin kasih dan bertunangan,disaat mereka berumur 16 tahun atas kehendak kedua belah pihak keluarga.Awalnya Feng Hua tidak setuju,namun Wang mengejarnya dengan berbagai cara.Hingga Feng Hua pun luluh dan mengira Wang orang yg setia serta dapat mencintainya dengan tulus.
Tapi ternyata kenyataannya berbeda.Setelah Feng Hua menyelidiki Wang ,lalu menemukan berbagai bukti.Setelah itu,Wang pun dipanggil ke ruangannya.
"Tega sekali kamu!"teriak Feng Hua sembari menampar pipi kiri Wang,dengan tangan kanannya.
"Ada apa ini?!"teriak Wang kaget.
"Memanfaatkan apa maksudmu?"tanya Wang,seolah tak tau apa-apa.
"Ini!"teriak Feng Hua,dengan tangan kiri melemparkan sebuah kertas ke depan wajah Wang.
"Ini..."ucap Wang bingung dan takut,saat mengambil dan membaca tulisan di kertas itu.
"Kamu bilang mencintaiku tulus ,tapi ternyata kamu hanyalah laki-laki munafik!"teriak Feng Hua kesal.
"Karna perusahaan ayahku sedang mengalami kesusahan dalam keuangan...Jadi kumohon...Maafkan dan lupakan tentang ini..."ucap Wang dengan berlutut.
"Bodyguard!Bawa gadis itu masuk!!"teriak Feng Hua.
Para Bodyguard Feng Hua kemudian membawa seorang gadis masuk ke ruangan secara paksa.
"Aming..."gumam Wang,sembari bangkit lalu mendekati gadis itu.
"Wang..."ucap Aming dengan isak tangis dan ekspresi takut.
__ADS_1
"Sudah...jangan takut..."ucap Wang lembut,sambil memeluk Aming.
"Di depan tunanganmu sendiri,kamu memeluk gadis lain!Dasar laki-laki biadab...!"teriak Feng Hua marah dibenaknya.
"Ohh,namanya Aming...!"ucap Feng Hua menegaskan.
"Kamu apakan Aming?!!"teriak Wang marah.
"Aku hanya membawanya menemuimu saja..."ucap Feng Hua dingin.
"Dan kamu!untuk apa berpura-pura menangis...Padahal sebelumnya kamu baik-baik saja..."ucap Feng Hua sembari menunjuk Aming dengan tangannya.
"Beraninya kamu merebut tunanganku!"ucap Feng Hua sembari menampar pipi kiri Aming.
"Wang...hiks...sakit..."ucap Aming dengan menangis tersedu-sedu.
"Aming..."ucap Wang sedih sembari mengelus pipi Aming.
"Padahal aku menamparnya cukup pelan,bahkan tidak berbekas.Tapi dia seakan paling tersakiti di dunia ini..."ucap Feng Hua benci dibenaknya.
"Beraninya kamu menampar pipi Aming!Dibandingkan kamu yg bisanya hanya berkuda,beladiri,memanah,dan bermain pedang.Tidak ada sifat kewanitaannya sama sekali,berbeda dengan Aming.Aming jauh lebih baik...Lebih keibuan,anggun,dan hobinya memasak,melukis,menari,dan bernyanyi"ucap Wang dengan menggebu-gebu.
"Dimana ucapanmu yg dulu...Katanya kamu suka wanita sepertiku...Tamparan itu pantas untuknya..."ucap Feng Hua kesal.
"Kalian berdua...Benar-benar pasangan yg cocok...yg wanita pintar bersandiwara dan yg satunya munafik"ucap Feng Hua dengan tepukan tangan.
"Mulai hari ini kita sudah tidak ada ikatan"ucap Feng Hua dengan mata melotot pada Wang.
"Dasar wanita kejam!"teriak Wang.
"Bodyguard...Cepat bawa mereka pergi dari sini!"teriak Feng Hua memerintah.
"Baik,Nona muda"ucap para Bodyguard serentak.
Setelah mereka pergi,Feng Hua menangis sejadi-jadinya.Dan sejak saat itu,Feng Hua tidak pernah sekalipun membuka hati untuk laki-laki manapun.Hingga Feng Hua bertemu dengan Putra Mahkota,dia baru membuka hatinya kembali.
Tak lama Feng Hua pun tersadar dari lamunannya.Sambil bergumam"Bisa-bisanya aku mengingat dia..."
"Semoga saja Putra Mahkota bukan orang yg seperti itu...Tapi kenapa aku merasa ada yg janggal...Dan kenapa Kaisar mengijinkan menikah,meski wajahku jelek?"ucap Feng Hua bingung dibenaknya.
"Walau begitu aku tidak bisa menolak,karna dia adalah raja dan ayahku yg disini seorang perdana mentri..."ucap Feng hua dibenaknya lagi.
__ADS_1
"Tapi bagaimana jadinya,kalau Putra Mahkota sama seperti Wang?!"teriak Feng Hua dibenaknya.