Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Tamu tak diundang


__ADS_3

Kediaman Xiao Er(malam hari)


Fang Hua sedang duduk di sekitar taman sambil melihat bulan,tiba-tiba terdengar suara laki-laki memanggil namanya dari belakang.saat dia menengok ke belakang,dia melihat Putra Mahkota sedang berjalan ke arahnya.


"Xiao Er...."ucap Putra Mahkota dengan senyum manis.


"Yang Mulia masuk lewat mana?kok sudah ada disini...


disini kan tidak ada pintu keluar dan ada urusan apa Yang Mulia datang kesini?"ucap Fang Hua sembari memberi hormat dan merasa heran.


"aku masuk melewati tembok disana dan jika kamu menanyakan urusan,jawabanku adalah menemuimu"ucap Putra Mahkota dengan mata berbinar,sambil menunjuk arah tembok tersebut.


"kenapa harus lewat sana? kan bisa lewat pintu depan Yang Mulia?dan bukannya tadi pagi sud..." ucapan Fang Hua belum selesai,namun harus berhenti.Karena Putra Mahkota tiba-tiba memeluk Feng Hua dengan erat.


"lebih nyaman melewati tembok daripada pintu..."keluh Putra Mahkota.


"terserah Yang Mulia saja,jika bukan urusan penting lebih baik sudahi saja sampai disini"ucap Fang Hua tegas,sembari melepas pelukan Putra Mahkota.


"urusan ini sangat penting,yaitu aku ingin menikahimu,aku ingin kamu menjadi istriku"ucap Putra Mahkota sembari menatap Fang Hua dalam-dalam.


"maafkan hamba Yang Mulia,aku tidak bisa"ucap Fang Hua sembari menundukkan kepalanya.


"aku hanya ingin kamu,bukannya dulu kamu ingin pernikahan kita dipercepat.Kenapa sekarang berbeda?bukannya kamu sangat mencintaiku?"ucap Putra Mahkota tegas sembari meraih kedua telapak tangan Fang Hua,lalu menggenggamnya dengan erat.


"lepaskan tanganku Yang Mulia,sejujurnya sekarang hamba sudah tidak mencintai Yang Mulia lagi"ucap Fang Hua sembari melepaskan genggaman Putra Mahkota.


"Bagaimana yaa,aku sudah meminta pada Yang Mulia Kaisar bahwa kita akan menikah 3 hari lagi"ucap Putra Mahkota tertawa kecil.


"ku mohon,batalkan saja Yang Mulia...

__ADS_1


kalo Yang Mulia tidak bisa,aku akan memintanya pada ayahku"ucap Fang Hua tegas, lalu melangkahkan kaki untuk pergi.


Saat Fang Hua melangkahkan kaki untuk pergi,Putra mahkota menarik tangan Fang Hua ,lalu menariknya kedalam pelukannya lagi.Dibukanya cadar dari bawah dengan cepat hingga terlihat sebuah bibir ,bibir yg tipis dan mungil berwarna merah ceri.


dan Cupp...


Putra Mahkota mengecup bibir Fang Hua dan ********** ,Fang Hua kaget dan berusaha melepaskan tubuh dan bibirnya.Tapi yg terjadi,Putra Mahkota semakin mengeratkan pelukannya dan menciumi Fang Hua tanpa henti.


Didalam hati Putra Mahkota,dia bertekat akan membuat Xiao Er(Fang Hua)jatuh cinta lagi padanya.


"Nona Xiao Er...


nona dimana...


makan malam sudah siap..."teriak Yi sembari celingak celinguk mencari nonanya kesana sini.


"Yang Mulia pergilah...


sebelum Yi menemukanmu"ucap Fang Hua sembari melepaskan tangan kiri Putra Mahkota.


"baiklah,untuk kali ini saja.Berikutnya,aku tidak akan membiarkan Yi menggangguku lagi.Biar saja Yi melihatnya,lagipula kamu akan jadi istriku"ucap Putra Mahkota sembari memanyunkan bibirnya.


"sekarang,pergilah dari sini.Yi hampir kesini sebentar lagi"ucap Fang Hua membujuk, sembari melihat ke arah Yi dari kejauhan yg mulai mendekat.


"kamu ini yaa


aku adalah Putra Mahkota


dan kamu membuatku harus mengalah dengan seorang pelayan"ucap Putra Mahkota sembari menarik telinga Fang Hua gemas.

__ADS_1


"Yang Mulia,sakit..."teriak Fang Hua sembari melepaskan tangan Putra Mahkota dari telinganya.


"Ya ,sudah....


aku pergi yaa...


Jaga dirimu baik-baik


aku akan kembali lagi,bila sempat"ucap Putra mahkota dengan berat hati ,sembari menyentuh pipi Fang Hua dan berlalu pergi.


degg degg degg


terdengar suara jantung Fang Hua berdetak sangat cepat,hingga membuatnya heran.Fang Hua bahkan tidak bisa tidur semalaman,setelah kejadian itu.


"aku ingin tidur...


sudah hampir pagi,tapi aku belum juga tidur..." gumam Fang Hua hampir menangis.


"ternyata Putra Mahkota tampan juga ,walopun sedang menyamar jadi rakyat biasa"ucap Fang Hua dalam benaknya sembari senyum-senyum ngga jelas dan memikirkan ciumannya bersama Putra Mahkota.


hingga 1 jam kemudian,Fang Hua mulai tersadar.


"apa yg ku lakukan!


aku harus cepat tidur!


malah memikirkannya terus...


cepatlah tidur mataku..."ucap Fang Hua sembari menggelengkan kepala dan menutup mata,tak lupa menarik selimutnya.Lalu tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2