Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#90


__ADS_3

Tanpa permaisuri Lian sadari,Perdana Mentri Xiao telah mencarinya dimana-mana.


"Kemana dia pergi???bukannya tadi ikut makan malam bersama...Kenapa tiba-tiba menghilang begitu saja???Aku sudah lelah untuk mencarinya..."keluh perdana Mentri Xiao dengan nafas tersengal-sengal.


"Tinggal kediaman Xiao ER yg belum...


Tapi,masa sih dia pergi kesitu...


Kan Xiao ER baru saja menikah.Dan malam ini adalah malam pertama mereka.Jadi tidak mungkin kan????"ucap perdana Mentri heran dan bingung.


"Jangan-jangan dia diculik lagi!!!


Tidak...tidak...


Tidak mungkin....


Lebih baik aku coba kesana dulu"


Perdana Mentri kemudian pergi ke kediaman Xiao Er.


"Sepi...Hanya penjaga saja yg terlihat..."ucap perdana Mentri dibenaknya saat akan berjalan memasuki area kediaman Xiao Er.


"Coba aku tanya penjaga dulu"ucap perdana Mentri dibenaknya lagi.


"Kamu lihat permaisuri Lian masuk tidak?"ucap perdana Mentri dengan harap.


"Ya tuan perdana Mentri...


Sedari tadi nyonya Lian disini dan belum pergi sampai sekarang..."ucap penjaga.


"Jadi benar dia disini"ucap perdana Mentri lega dibenaknya.


Perdana Mentri Kemudian masuk ke kediaman Xiao ER.Tak lama perdana Mentri menemukan permaisuri Lian yg sedang menguping bersama Yi disamping dinding luar kamar Xiao ER.


"Istriku...ngapain kamu disini?!"ucap perdana Mentri kesal.


"Ehh kodok..."latah permaisuri Lian.


Yi yg mendengar latah permaisuri Lian pun tertawa terbahak-bahak"Hahaha....hahaha.."


Permaisuri Lian lalu menatap Yi tajam.Yi kemudian terdiam takut.


"A-aku sedang mengawasi Xiao ER dan Diwei suamiku..."ucap permaisuri Lian manja.


"Ya ampun...Kenapa harus diawasi....Kan mereka sudah besar dan ini malam sakral untuk mereka"keluh perdana Mentri.


"Mmm itu....Aku sudah memberikan jimat di ranjang mereka....Jadi aku harus memastikan mereka melakukannya malam ini juga"rengek permaisuri Lian.


"Jimat??Jimat apakah itu??ucap perdana Mentri penasaran.


"Jimat yg membuat Xiao ER bisa hamil setelah ini...Hehe..."ucap permaisuri Lian dengan tatapan penuh arti.


"Ya ampun....."ucap perdana Mentri dengan menepuk jidatnya.


"Ayo kembali istriku!Kamu juga Yi!"ucap perdana Mentri tegas.


"Baik Tuan"ucap Yi hormat kemudian pergi.


"Ahh...Kok gitu sih...."ucap permaisuri Lian dongkol.

__ADS_1


"Ayo pergi..."ucap perdana Mentri dengan menarik lengan permaisuri Lian paksa.


"Huhh....


Aku kan jadi tidak tau mereka melakukannya atau tidak!!


Ya meskipun mereka tidak berniat melakukannya.Aku harap mereka meminum araknya..."ucap permaisuri Lian dibenaknya.


Permaisuri Lian kemudian pergi bersama perdana Mentri.


.......


Setelah membuka kain penutup kepala.Fang Hua dan Diwei duduk diam berdampingan di ranjang.


"Kenapa jadi diam-diaman begini...Aku kan jadi tambah gugup"ucap Fang Hua dibenaknya.


"Aku gugup sekali...Kata ayah aku harus memakan Xiao ER malam ini...


Apalagi Xiao ER terlihat sangat cantik saat ini..."ucap Diwei malu dibenaknya.


Tiba-tiba Fang Hua teringat perkataan permaisuri Lian soal jimat yg ditaruh bawah kasur mereka.


"Duhh...Bisa-bisanya aku teringat hal itu"ucap Fang Hua malu dibenaknya sambil melirik Diwei sebentar lalu melihat kedepan.


"Tapi...apakah Xiao ER bersedia?"ucap Diwei dibenaknya sambil melirik Fang Hua sebentar lalu melihat kedepan.


Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya beserta petir menyambar.Fang Hua yg terkejut lalu tak sengaja tangan kirinya menyentuh tangan kanan Diwei.


"Ups... maaf"ucap Fang Hua.


"I-iya nona..."ucap Diwei gugup.


"Maafkan aku Xiao ER.Aku salah ngomong...Ah bukan aku salah memanggil..."ucap Diwei.


"Duhh lagi-lagi bibir ini..."ucap Diwei dengan menepuk bibirnya keras berkali-kali tanpa henti.


Melihat Diwei begitu.Fang Hua menjadi tidak tega.


"Sudah berhenti...Jangan di tepuk lagi...Nanti bibirmu bisa terluka"ucap Fang Hua cemas sambil menarik tangan Diwei yg menepuk bibir.


Tanpa sadar Diwei menatap mata Fang Hua dengan cinta,dan begitu juga sebaliknya.


Tiba-tiba petir menyambar lagi.Kali ini Diwei dan Fang Hua terkejut bersamaan.Fang Hua kemudian melepaskan tangan Diwei.


"Sepertinya malam ini tidak tepat"ucap Diwei kecewa sambil menggaruk kepalanya.


"Tidak tepat?"ucap Fang Hua heran.


"Bukan apa-apa"ucap Diwei dengan senyum.


"Jangan-jangan dia ingin melakukannya malam ini"ucap Fang Hua terkejut dibenaknya sambil menelan ludah.


"Ayo kita tidur...Ini sudah hampir tengah malam..."ucap Diwei.


"Hah tidur...Duhh kok aku jadi cemas ya..."ucap Fang Hua dibenaknya sambil menatap Diwei curiga.


"Kenapa menatapku begitu?"tanya Diwei bingung.


Fang Hua tak sengaja melihat arak dan camilan di atas meja.Fang Hua kemudian berpikir"Ohh iya...Aku lupa soal arak pernikahan.Aku bikin Diwei mabuk saja...Kalau diwei mabuk paling hanya tidur..."

__ADS_1


"Mmm kita minum itu dulu saja"ucap Fang Hua sambil melirik arak dan camilan.


"Kenapa?"tanya Diwei heran.


"Ya...Biar kita tidak kedinginan"ucap Fang Hua.


"Aku dengar arak pernikahan begitu keras"ucap Diwei cemas.


"Itulah yg aku mau Diwei"ucap Fang Hua dibenaknya.


"Lalu kenapa?Jadi kamu tidak mau minum denganku?Inikan pernikahan kita!"ucap Fang Hua kesal yg dibuat-buat.


"Baiklah.Diwei mau"ucap Diwei.


"Akhirnya..."ucap Fang Hua lega dibenaknya.


Fang Hua dan Diwei kemudian meminum arak masing-masing satu cangkir.


"Ternyata memang keras...Tapi tidak seenak yg ada di lembah kabut ya??"ucap Fang Hua kecewa.


"Iya...Sudah cukup...Ayo kita tidur..."ucap Diwei.


"Ohh tidak...Kalau satu cangkir saja mana mempan..."ucap Fang Hua cemas dibenaknya.


"Kitakan tadi sudah minum saat makan malam bersama"ucap Diwei tegas.


"Satu kali lagi yaa"bujuk Fang Hua.


"Baiklah...Tapi setelah ini sudah yaa"ucap Diwei.


"Aku tidak tau...Apakah meminum 2 cangkir arak saja mampu membuat Diwei mabuk?Tapi yaa semoga saja.."ucap Fang Hua dibenaknya.


"Iyaa..."ucap Fang Hua riang.


Mereka kemudian minum secangkir arak lagi.Setelah itu,Fang Hua melepaskan riasan rambutnya.


Fang Hua dan Diwei lalu tidur dengan posisi saling membelakangi.Namun 10 menit kemudian.Tiba-tiba Fang Hua merasa tidak nyaman dengan tubuhnya.Diwei juga tidak nyaman dengan tubuhnya.


"Ada apa denganku?!Kenapa aku merasa aneh!Rasanya benar-benar tersiksa...


Kenapa aku ingin melakukan itu...?!!!


Jangan-jangan arak itu sudah dicampurkan obat perangsang?!!


Haduhh gimana nih....."ucap Fang Hua dibenaknya sambil menggenggam erat kasur dan mencoba menutup matanya untuk segera tertidur.


"Aku sudah tidak kuat!Lebih baik aku meminta obat penawar pada Diwei sekarang...Sapa tau dia punya?"ucap Fang Hua dengan mengubah posisi menghadap Diwei lalu membuka matanya.


Betapa terkejutnya Fang Hua saat sudah membuka matanya.Diwei sudah berada diatasnya.


"Ohh iya...Diwei kan minum arak itu juga!"teriak Fang Hua terkejut dibenaknya.


"Aku"ucap Diwei.


"ya?"ucap Fang Hua bingung.


Diwei tiba-tiba langsung mencium bibir Fang Hua.


"Sepertinya Diwei tidak memiliki obat penawarnya..."ucap Fang Hua pasrah dibenaknya.

__ADS_1


__ADS_2