
Kediaman Mudan
Saat Fang Hua,Diwei,dan permaisuri Lian akan masuk ke kediaman.Mereka dihalangi oleh ketua pengawal dan pengawal lainnya.
"Biarkan kami masuk"teriak Fang Hua.
Pemimpin pengawal dan pengawal lainnya yg mendengarnya begitu merasa terkejut.
"Yang Mulia Putri Mahkota!"seru pemimpin pengawal dan pengawal lainnya bersamaan.
"Iya ini aku.Masa kalian tidak mengenaliku"ucap Fang Hua kesal.
"Pantas saja aku merasa familiar.Tapi...
Bukannya Yang Mulia Putri Mahkota sedang sakit di kamarnya.Kenapa dia sekarang ada di depan pintu gerbang kediaman?!"ucap pemimpin pengawal dibenaknya.
"Tapi bukannya Yang Mulia Putri Mahkota ada di kamar karna sakit.Kenapa Yang Mulia Putri Mahkota ada disini sekarang?"ucap pemimpin Pengawal bingung.
"Sakit?"ucap Fang Hua.
Permaisuri Lian lalu berbisik ke telinga Fang Hua.Dia berbisik"Ayahandamu semalam memberitahuku.Kemarin siang dia datang kesini untuk menemuimu,tapi Yi bilang kamu sedang sakit.Putra Mahkota juga datang kesini,dia memaksa menemuimu tapi Yi melarang dengan alasan yg sama"
Fang Hua kemudian menganggukan kepalanya mengerti.
"Sepertinya Yi melakukan itu,agar aku tidak ketahuan.Terimakasih Yi!"ucap Fang Hua dibenaknya.
"Kamu pasti tau aku sakit dari Yi bukan?"ucap Fang Hua pada pemimpin pengawal.
"Ya Yang Mulia.Tapi lebih tepatnya hamba bisa tau karna Tuan Perdana Mentri serta Putra Mahkota yg datang kemari siang kemarin"ucap pemimpin Pengawal.
"Ohh begitu.
Tapi sayangnya Yi berbohong...
Dan Akulah yg menyuruhnya begitu"ucap Fang Hua.
"Apa?!!"teriak pemimpin pengawal terkejut tak menyangka.
__ADS_1
"Aku bisa keluar dari sini karena menyamar menjadi tabib wanita.Sekarang tabib wanita ada di kamarku sedang bersembunyi"ucap Fang Hua.
"Jadi begitu...
Pantas saja..."gumam pemimpin pengawal dibenaknya.
"Tolong panggil semua dayang,pelayan,dan semua pengawal yg ada disini untuk berkumpul di halaman.Aku mau memberikan pengumuman penting"pinta Fang Hua.
"Entah pengumuman apa yg akan dia katakan.Padahal dia telah membongkar kebohongannya"ucap pemimpin pengawal dibenaknya.
"Baik Yang Mulia"ucap pemimpin pengawal dengan hormat.
"Tolong panggilkan Yi dan tabib wanita juga."pinta Fang Hua lagi.
"Baik Yang Mulia"ucap pemimpin pengawal lagi dengan hormat.
pemimpin pengawal lalu memanggil semua dayang istana ,pelayan istana,dan pengawal lainnya (termasuk pengawal bayangan)dibantu bawahannya.Tak lupa pemimpin pengawal juga memanggil Yi dan tabib wanita.
Beberapa menit kemudian.Semua orang yg diminta Fang Hua pun berkumpul di halaman kediaman.Semua orang memberikan salam hormat pada Fang Hua.Setelah itu Ketua pengawal istana berteriak"Hari ini ada pengumuman penting dari Yang Mulia Putri Mahkota.Jadi tolong kalian semua dengarkan baik-baik"
pemimpin pengawal kemudian mempersilahkan Fang Hua untuk memberi pengumuman.Fang Hua lalu maju ke depan.
Aku bukan pemilik kediaman ini lagi....
Aku bukan putri mahkota lagi...
Karna aku resmi bercerai dengan Yang Mulia Putra Mahkota..."teriak Fang Hua sambil mengangkat tinggi surat cerai di tangannya.
Mendengar hal itu para dayang,para pelayan,para pengawal istana dan para pengawal bayangan terkejut.Mereka semua tidak menyangkanya karna Fang Hua bisa bercerai dengan putra mahkota dengan pernikahan belum ada sebulan.
"Aku minta tolong pada kalian semua untuk membantuku menata,merapikan,dan membawakan semua barangku yg ada disini ke kediaman perdana Mentri.Jadi sekian pengumumanku kali ini,kalian bisa membantuku sekarang"ucap Fang Hua masih dengan berteriak.
"Baik Nona..."ucap Semua orang serentak kecuali Diwei dan permaisuri Lian.
2 jam kemudian.Semua barang Fang Hua sudah tertata rapi di kereta kuda.3 kereta kuda memuat semua barang-barang Fqng Hua.Kereta kuda yg digunakan adalah kereta kuda pengangkut barang.Lalu Fang Hua menyuruh berkumpul lagi di halaman.
Fang Hua berkata"Terimakasih kalian sudah melayaniku selama ini..."dengan tulus.
__ADS_1
Pemimpin pengawal membalas"Jangan begitu nona...Ini sudah menjadi tugas kami..." dengan hormat.
Saat mereka sedang sibuk atas perintah Fang Hua.Feng Hua menyiapkan beberapa koin emas,yg mana Koin emas itu cukup untuk semua dayang,pengawal,dan pelayan di kediaman Mudan.Koin emas itu adalah milik Feng Hua.
"Tolong berbarislah berurutan....Aku akan memberikan hadiah sebagai tanda terima kasihku"ucap Fang Hua.
Tadinya mereka tidak mau.Tapi Fang Hua memaksa sehingga mereka menurutinya.Merekapun berbaris.Fang Hua kemudian memberikan masing-masing 10 koin emas.Mereka semua sangat senang menerimanya.
Tak lupa Fang Hua juga menyiapkan hadiah untuk tabib wanita.
Fang Hua lalu mengajak tabib wanita ke kamarnya.
Tadinya tabib wanita takut Fang Hua melupakan janjinya.
"Terimakasih atas kerja samanya.Aku akan memberimu hadiah sesuai janjiku"ucap Fang Hua.
Tabib wanita begitu senang mendengarnya.Dia berkata"Terimakasih nona..."dengan semangat.
"Tapi aku takut jika kamu membawanya sekaligus.Akan ada banyak orang jahat atau orang-orang disini yg iri terhadapmu.Jadi aku sudah menyiapkan sebuah surat"ucap Fang Hua sembari menyerahkan sebuah gulungan kertas yg sudah di ikat pada tabib wanita.
Tabib wanita lalu menerimanya dengan kedua tangannya dengan hormat.
Fang Hua menjelaskan"Surat itu adalah surat kepemilikan koin emas.Kamu bisa mengambilnya berapapun dan kapanpun sesuai jumlah yg aku janjikan dan aku cantumkan di surat itu.Ambilah di kantor keuangan ibukota dengan atas namaku dan sambil menunjukkan surat itu"
Tabib wanita berteriak"Terimakasih nona...Terimakasih..."
"Nahh jaga baik-baik surat itu...."
"Tentu nona....Saya akan menjaganya dengan baik..."
Fang Hua lalu menyadari baju yg tabib pakai adalah miliknya.Dan Fang Hua juga teringat baju tabib wanita yg dia kenakan entah kemana.
"Tabib...maafkan aku....Bajumu hilang..."ucap Fang Hua sendu.
"Tidak apa nona...nanti saya akan meminta baju pada departemen jahit istana"ucap tabib wanita menenangkan.
"Baiklah..."
__ADS_1
Fang Hua yg merasa tidak enak hati telah menghilangkan baju tabib wanita kemudian memberikan 15 koin emas pada tabib wanita.Tabib wanita terkejut atas hal itu dan berusaha menolak.Namun Fang Hua memaksa sehingga tabib wanita mau tak mau menerimanya.