Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#75


__ADS_3

Sudah 2 jam Zhaoyang menunggu dan waktu menunjukkan matahari terbit.Zhaoyang melihat langit dengan rasa kesal.


Zhaoyang lalu berjalan mendekati rerumputan itu dengan cepat.


"Apa!!!"teriak Zhaoyang terkejut menemukan pakaian luar Feng Hua berada diatas batu.


"Siall!!!!lagi-lagi kamu kabur....!!!"teriak Zhaoyang dengan marahnya.


........


Disepanjang perjalanan Fai merasa risih dengan bau pesing.Bau pesing yg dia sendiri tidak tau darimana.Tetapi dia memendamnya karna melihat Feng Hua yg terus fokus memacu kudanya,diapun mencoba mengabaikannya dan terus memacu kudanya mengikuti Feng Hua.Sedangkan Ping enak tertidur dengan memeluk dan bersender pada badan Fai.


Tak lama merekapun sampai di depan Kedai Paman Fu.Feng Hua kemudian turun dari kudanya,Fai yg melihatnyapun hendak ingin mengikutinya.Namun, saat Fai akan turun dari kudanya,dia terhalang tangan Ping yg sedang memeluknya.


Dengan berdengus kesal Fai mencoba membangunkan Ping"Ping...Bangun....!"


"Hmm...Sebentar lagi...Aku masih ngantuk..."ucap Ping masih dengan menutup mata.


Fai kemudian mencoba melepaskan tangan Ping yg memeluknya,namun dengan cepat Ping memeluk Fai kembali.Dengan sabar Fai mencoba melepaskan tangan Ping lagi,namun Fai kemudian menyadari bau pesing yg dia hirup sepanjang jalan ternyata berasal dari tangan Ping.Sontak Faipun merasa jengkel.Dibenaknya dia berkata"Jangan-jangan dia tidak cuci tangan...Ternyata bau itu berasal dari tangannya!"


"Ping bangun!!!"bentak Fai.


Pingpun terkejut dan terbangun dari tidurnya.Dia kemudian melihat baju Fai telah basah oleh air liurnya.


"Astaga bajumu!Ma...maafkan aku..."ucap Ping panik sambil melepas pelukkannya.


Fai yg mendengar Ping memberitahunya begitupun semakin membuatnya tambah jengkel.


"Sudah memelukku dengan tangan begitu lalu mengotori pakaianku dengan air liur...Menyebalkan!"ucap Fai dongkol dibenaknya.


"Turun!!!"Bentak Fai lagi.


"I-iya.."ucap Ping takut.


Ping kemudian turun dari kuda.Disusul Fai berikutnya.


Feng Hua yg melihat mereka terlihat tidak akur,kemudian mengalihkannya dengan berkata"Sepertinya Kedainya sudah buka meski kita datang terlalu pagi"sambil menunjuk pintu Kedai terbuka lebar.


"Iya nona...Mari kita masuk..."ucap Ping berlari mendekati Feng Hua.


Mereka kemudian masuk ke kedai bersama-sama.


Haacimm...


Suara bersin yg berasal dari Feng Hua.Fai dan Ping menatap Feng Hua khawatir.


"Nona...."teriak Fai dan Ping khawatir.


"Aku tidak apa-apa..."ucap Feng Hua mencoba menenangkan.


"Apanya yg tidak apa-apa...Wajahnya saja pucat begitu...


Aku takut dia nanti jatuh sakit"ucap Fai khawatir dibenaknya.


"Semoga nona tidak sakit..."ucap Ping khawatir dibenaknya.


Paman Fu mendatangi Feng Hua dan lainnya yg sudah menempati meja bundar dan kursi yg biasa para pelanggan kedai tempati untuk makan.


"Selamat datang tuan dan nona...


Kalian adalah pelangganku yg pertama...


Adakah yg bisa dibantu...?


Tuan dan nona ingin memesan apa?"ucap paman Fu ramah.


Feng Hua yg tak sabar lalu menjawab ucapan paman Fu dengan berteriak"Ada...Yaitu Zhaoyang..."dengan beranjak dari kursinya.


"Zhaoyang???Kenapa nona???Ada apa???Apakah dia menyakitimu?!!!"ucap paman Fu terkejut.


"Sangat menyakitiku....paman Fu...Tolong aku...hiks..."ucap Feng Hua dengan menitikkan air mata dan diakhiri dengan bersin.


"Mmm...paman...Apakah ada baju bersih untuk wanita...


bisa paman lihat...Baju nona telah basah kuyub...


Dan saya minta tolong berikan nona sup obat...


sepertinya nona terkena flu"ucap Fai.


"Ada...Tetapi baju itu adalah milik mendiang istriku...

__ADS_1


Apakah tidak apa-apa?


Baiklah...Aku akan menyuruh pelayan dapur untuk menyiapkan sup obat"ucap paman Fu.


"Tidak apa paman...Aku mau..."ucap Feng Hua.


"Baiklah..."ucap paman Fu.


Paman Fu kemudian pergi ke lantai atas.Tak lama Paman Fu turun sambil membawa sebuah pakaian wanita.


"Silahkan dipakai nona"ucap Paman Fu sembari memberikan pakaian itu.


Feng Hua menerimanya lalu mengucapkan"Terimakasih Paman...Kalau begitu aku akan menggantinya sekarang"


Setelah itu Feng Hua bergegas pergi menuju kamar kecil.Kamar kecil yg ada setelah ruang dapur(Bertemu Diwei#34).Namun baru beberapa langkah berjalan,paman Fu memanggilnya"Nona..."


Feng Hua lalu berhenti dan menengok pada paman Fu.


"Nona...mau kemana??"tanya paman Fu.


"Aku mau ke kamar kecil paman"ucap Feng Hua.


"Lohh darimana nona ini tau kamar kecil ada bila melewati ruang dapur...


Perasaan...


Baru kali ini nona ini datang kesini....


Kenapa dia seolah pernah kesini..."ucap paman Fu dibenaknya heran.


"Ohh begitu,iya silahkan nona..."ucap paman Fu.


Feng Hua kemudian melanjutkan jalannya menuju kamar kecil dengan heran.


Sesampainya disana.Feng Hua mengganti pakaian dan berkata dibenaknya"Tadi paman Fu...


Kenapa begitu ya....


Apakah aneh mengganti pakaian di kamar kecil?


Ehh iya...Waktu itu aku datang kemari menjadi Putri Mahkota dan memakai cadar...


pantas saja dia begitu..."


"Bagaimana penampilanku?"tanya Feng Hua semangat.


"Sangat pas dan cantik nona..."ucap Ping memuji.


"Iya nona...


nona terlihat anggun..."ucap Fai memuji.


Fai dan Ping menatap Feng Hua intens dengan kagum.


"Jangan menatapku terus..."ucap Feng Hua malu-malu.


Tiba-tiba paman Fu mendatangi mereka dengan membawa sup obat ditangannya.Paman Fu terkejut dan senang saat melihat Feng Hua telah memakai pakaian mendiang istrinya itu.


"Bagus sekali nona...


Istriku pasti senang melihatnya...


Pakaiannya dipakai oleh gadis secantik nona dan sangat pas..."ucap paman Fu memuji.


"Terimakasih paman Fu..."ucap Feng Hua malu-malu sembari duduk di kursi yg sama.


"Ini supnya...Silakan dimakan nona..."ucap paman Fu sembari menaruh sup obat itu dihadapan Feng Hua.


"Terimakasih...


Tapi sebelum itu...Aku ingin menceritakan semua soal Zhaoyang..."ucap Feng Hua.


"Makanlah sup itu dulu nona...


Setelah itu saya akan mendengarkan cerita nona..."ucap paman Fu.


"Baiklah..."ucap Feng Hua dengan anggukan kepala.


Saat Feng Hua makan sup obat itu.Fai dan Ping menatapnya dengan rasa lapar.Feng Hua yg menyadarinya kemudian berkata"Paman...tolong berikan kami banyak makanan..."


"Beruntung memiliki majikan yg pengertian..."ucap Fai dibenaknya.

__ADS_1


"Nona benar-benar baik...Kami tidak memintanya...Nona langsung memberikannya!"ucap Ping dibenaknya.


"Iya nona...pelayan dapur sedang memasakkannya"ucap paman Fu.


"Tetapi aku belum memesannya paman..."ucap Feng Hua terkejut.


"Iya...itu karna saya ingin menjamu tuan dan nona dengan banyak makanan..."ucap paman Fu sembari duduk di kursi disebelah Feng Hua.


"Terimakasih paman..."ucap Feng Hua senang.


"beruntung paman Fu memberikannya gratis...padahal aku berniat untuk berhutang..."ucap Feng Hua senang dibenaknya.


Feng Hua lalu menghabiskan sup obat itu tanpa sisa.Setelah itu dia bercerita persoalannya dengan Zhaoyang.Paman Fu yg mendengarnya sangat terkejut dan tidak menyangka.Paman Fu merasa bersalah dan kasihan pada Feng Hua.


Seusai Feng Hua bercerita panjang lebar.Paman Fu berdiri dan memberi hormat sambil berkata"Salam Yang Mulia Putri Mahkota...Maafkan hamba yg tidak mengenali Yang Mulia..."


"Tidak perlu paman...


Aku datang bukan sebagai Putri Mahkota


Aku datang sebagai orang yg butuh bantuan...


Dan juga ini bukan salah paman...


Aku yg tidak memakai cadar,pastilah tidak paman kenali..."ucap Feng Hua ikut berdiri dan memberi hormat.


"Aduhh paman jadi tidak enak hati...


Paman tidak bisa menerima hormat nona...


Status nona lebih tinggi..."ucap Paman Fu.


"Ahh paman...


Kumohon jangan begitu...


Ayo duduklah lagi..."ucap Feng Hua.


"Baiklah nona...


Nona baik sekali..."ucap paman Fu kagum.


Tiba-tiba para pelayan kedai datang membawa banyak makanan ditangannya.


"Wahh makanan sudah datang...Cepat sajikan..."ucap paman Fu pada pelayan kedainya.


Para pelayan kemudian menyajikan semua makanan diatas meja.


Dengan cepat Ping mengambil satu bakpau dengan kedua tangannya,lalu memakannya.Fai yg melihatnya begitu merasa jijik dan mual,hal itu terlihat jelas diwajahnya dan terlihat oleh Feng Hua.


"Fai...Kamu tidak apa-apa??"tanya Feng Hua khawatir.


Bukannya menjawab Feng Hua,dia malah melihat Ping lagi.Dan bertanya"Bagaimana rasa bakpau itu,Ping?"


Feng Hua merasa heran dengan pertanyaan Fai.Dia lalu terdiam dan mengambil mantao didepannya.


"Enak...Sangat enak..."ucap Ping senang sembari memakan bakpaunya yg tinggal sedikit ditangannya.


Setelah menghabiskan bakpaunya,Ping hendak mengambil bakpau lagi.


Fai yg melihat Ping begitu,lalu berteriak"Jangan...!"


Ping lalu mematung dan berpikir"Jangan?Jangan kenapa?"


Teriakan itu membuat Feng Hua terkejut dan menjatuhkan mantaonya.Feng Hua lalu berteriak kesal"Jangan apanya?!"


"Bu-bukan nona...


Tapi Ping..."ucap Fai panik.


"Aku?


Aku kenapa??Kan tadi kamu bertanya rasa bakpaunya...


Aku sudah memberitahumu kan..."ucap Ping bingung.


"Tanganmu..."ucap Fai ragu.


"Apakah aku harus memberitahunya...


Ini sudah terlalu terlambat..."ucap Fai dibenaknya.

__ADS_1


Sedangkan Ping bingung dengan ucapan Fai.Lalu dia merenung dan mengingat.Setelah itu Ping pun terkejut dan berteriak"Astaga!!!Aku belum cuci tangan!!!"


__ADS_2