
Kediaman Putri Mahkota.
Perdana Mentri Xiao telah sampai di depan kediaman Fang Hua,Yi lalu menyambutnya dengan gugup dan gelisah.
"Ada apa Yi?Kenapa kamu bertingkah aneh?"tanya Perdana Mentri Xiao khawatir.
"Mohon maaf Tuan Perdana Menteri...
Yang Mulia Putri Mahkota jatuh sakit...
Sehingga hari ini tidak bisa menemui Tuan Perdana Mentri sekarang..."ucap Yi dengan membungkukkan badan dan menundukkan kepalanya.
"Apa?!!Lalu bagaimana keadaannya sekarang?!!"ucap Perdana Mentri Xiao terkejut dan panik.
"Yang Mulia Putri Mahkota baik-baik saja.Yang Mulia Putri Mahkota baru saja telah meminum obatnya...dan beliau sedang beristirahat sekarang..."ucap Yi.
"Syukurlah kalau begitu...
Sayang sekali dia sedang sakit...
Tapi kenapa Xiao Er tidak memberi surat balasan jika dia sakit?"ucap Perdana Mentri Xiao.
"Itu...Itu..."ucap Yi kebingungan.
"Ayah mertua..."ucap Putra Mahkota memanggil sambil berjalan mendekati Perdana Mentri Xiao.
"Yang Mulia Putra Mahkota..."ucap Perdana Mentri Xiao dengan hormat.
"Bagaimana ini sekarang?!!!
Akankah kebohongan ini berakhir?!!!
Tamatlah kami!!!!!"ucap Yi ketakutan dibenaknya saat melihat Perdana Mentri Xiao dan Putra Mahkota Chen bersamaan.
"Ayah mertua sudah lamakah berada disini?"ucap Putra Mahkota Chen.
"Tidak Yang Mulia...
Hamba baru saja sampai dan hendak ingin bertemu Yang Mulia Putri Mahkota.Tapi..."ucap Perdana Mentri Xiao
"Tapi Kenapa ayah mertua?"tanya Putra Mahkota penasaran.
"Tapi Yang Mulia Putri Mahkota sakit dan sedang beristirahat saat ini"ucap Perdana Mentri Xiao.
__ADS_1
"Apa?!Sakit?!!!"teriak Putra Mahkota terkejut.
"Kalau begitu.Apa kamu sudah memanggilkan tabib?"ucap Putra Mahkota Chen pada Yi.
"Iya Yang Mulia Putra Mahkota.Semalam tabib wanita istana datang mengobati"ucap Yi gugup.
"Kamu tidak seperti biasanya.Apa karena penyakit Xiao Er begitu parah hingga kamu begitu?"ucap Putra Mahkota.
"Tidak Yang Mulia...
Hamba memang seperti ini..."ucap Yi meyakinkan.
"Benarkah??"ucap Putra Mahkota.
"Ya Yang Mulia..."ucap Yi.
"Baiklah kalau begitu"ucap Putra Mahkota.
"Bagaimana ini ayah mertua...Xiao Er sedang sakit dan beristirahat...
Apakah ada urusan mendesak atau ada hal penting yg harus disampaikan?Kalau ada beritahu aku dan akan ku katakan padanya jika dia sudah bangun nanti"ucap Putra Mahkota.
"Bagaimana ini?Apa aku ceritakan saja pada Putra Mahkota?Tapi aku takut merepotkannya"ucap Perdana Mentri Xiao dibenaknya.
Yi yg mendengarnya sedikit bernafas lega.
Putra Mahkota kemudian berjalan cepat menuju kamar Fang Hua.Yi yg melihatnya begitu lalu berlari mengejarnya sambil berteriak"Jangan Yang Mulia..."
"Tidak sopan!!"teriak para dayang istana yg ada didekat kamar Fang Hua serentak pada Yi.
"Bu-bukan begitu...Yang Mulia Putri Mahkota baru saja telah meminum obatnya...dan beliau sedang beristirahat sekarang..."ucap Yi.
"Tapi kamu tidak boleh berteriak begitu pada Yang Mulia!"ucap salah satu dayang memperingatkan.
"Sudahlah kalian..."ucap Putra Mahkota menengahi Yi dan para dayang istana.
"Baik Yang Mulia..."ucap Para dayang dan Yi bersamaan.
"Kenapa kamu berteriak begitu?!"bentak Putra Mahkota pada Yi.
"Yang Mulia tidak boleh memasuki kamar..."ucap Yi dengan membentangkan kedua tangannya.
"Apa?!
__ADS_1
Iya aku paham...
Aku tau...
dia sedang tidur sekarang...
Aku hanya ingin melihatnya dan duduk menunggu disampingnya"ucap Putra Mahkota.
"Tetap tidak bisa Yang Mulia..."ucap Yi bersikeras masih dengan membentangkan kedua tangannya.
"Kenapa tidak bisa??"ucap Putra Mahkota heran.
"Karena Yang Mulia Putri Mahkota memerintahkan semua orang untuk tidak mengganggunya saat dia sedang beristirahat"ucap Yi.
"Termasuk aku?"ucap Putra Mahkota sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Ya Yang Mulia..."ucap Yi tegas.
"Uhh...Baiklah kalau begitu...
Jaga majikanmu dengan baik..."ucap Putra Mahkota kecewa lalu pergi.
"Syukurlah Yang Mulia mau untuk pergi...
Jika tidak!Entah alasan apalagi yg aku katakan...
Nona...Cepat kembalilah..."ucap Yi dibenaknya.
__________
Semua pengawal bayangan mengira anak panah yg Yelu tembakkan akan mengenai Diwei.Namun hal itu tidak terjadi,karena ada sebuah anak panah lain yg tiba-tiba datang mengenai dan menjatuhkannya.
Semuanya terkejut saat melihatnya.
"Tidakkkk!
Bagaimana mungkin?!!!Bagaimana bisa?!!!!"ucap Yelu kesal dan tidak menyangka dibenaknya.
Pengawal bayangan milik Kaisar Wen menganga tak percaya karna Yelu dikenal cepat dalam memanah dan belum pernah ada yg bisa menghentikan panah yg Yelu tembakkan.Dibenak mereka bertanya"Siapakah orang yg telah menembakkan anak panah itu?"
Sedangkan Semua pengawal bayangan milik Permaisuri Fen bersyukur dan bernafas lega.
Belum cukup dikejutkan oleh anak panah yg datang secara tiba-tiba.Semua pengawal bayangan dikejutkan lagi dengan mengetahui orang yg menembakkan anak panah tersebut.
__ADS_1