
Dimalam Feng Hua dibawa pergi oleh pria bertopeng,Ping dan Ho berhasil menemukan kereta kuda yg Feng Hua naiki dalam keadaan kosong.Tak lama Putra Mahkota dan para pengawal bayangan berhasil menyusul Ping dan Ho berada.
"Bagaimana?"tanya Putra Mahkota saat melihat Ping dan Ho yg berada disekitar kereta kuda.
Ping dan Ho hanya membalas pertanyaan Putra Mahkota dengan menunduk lesu.
Dengan ekspresi khawatir dan kesal,Putra Mahkota berteriak"Kalian harus mencari Xiao Er hingga ketemu!"
"Baik.Yang Mulia"ucap Ping dan Ho serentak dengan hormat.
"Kalian juga"ucap Putra Mahkota pada kedua pengawal bayangannya.
"Baik.Yang Mulia"ucap kedua pengawal bayangan Putra Mahkota serentak.
"Semoga kamu baik-baik saja"gumam Putra Mahkota cemas dibenaknya.
Para pengawal bayangan lalu menjalankan perintah Putra Mahkota hingga siang hari.Namun tetap tak membuahkan hasil.Putra Mahkota yg melihat para pengawal bayangan kelelahan dan kurang istirahat,kemudian memutuskan semuanya untuk kembali.
__________
Pagi hari,di Aula Duka Kerajaan Xia.
Setelah menemui Feng Hua Zhaoyang mengganti baju sutranya dengan baju berkabung.Lalu menghadiri acara pemakaman ayahandanya(Kaisar Xia sebelumnya) yg sudah penuh dengan semua orang menunggu.Yang terdiri dari para biksu,para pejabat,para kasim dan para dayang berkedudukan.
Setelah Zhaoyang hadir.Acara pemakaman Kaisar sebelumnyapun dimulai.Acara dipimpin oleh kepala biksu yg terkenal di Kerajaan Xia.Setelah melakukan ritual dan berdoa,selanjutnya menguburkan jenazah Ayah Zhaoyang di sebuah komplek perkuburan anggota keluarga Kerajaan Xia.
Namun sebelum menguburkannya.Semua orang memberi penghormatan terakhir terlebih dulu sebagai bentuk salam perpisahan atau permohonan maaf.Zhaoyang berbaris paling depan dari jenazah ayahnya yg sudah terbaring didalam peti mati.Sedangkan yg lainnya berbaris dibelakang Zhaoyang dari kasta paling tinggi hingga paling rendah,sampai halaman aula duka karna tak cukup menampung.
Dengan perasaan sedih dan meneteskan air mata.Zhaoyang memberi penghormatan terakhir sambil berucap dibenaknya"Ayah!Aku akan membalaskan kematianmu!Jadi jangan khawatir dan pergilah dengan tenang..."
__ADS_1
Semua orang kemudian mengikuti Zhaoyang memberikan penghormatan terakhir sambil menangis.Entah menangis karna merasa kehilangan sosok Kaisarnya atau memang karna mengikuti tradisi.
Selang beberapa jam,pemakaman Kaisar Xia terdahulupun selesai.Setelah itu,semua orang termasuk Zhaoyang diharuskan membakar pakaian berkabungnya untuk menghindari nasib buruk.
__________
Malam hari,di Kediaman Ratu Kerajaan Xia
"Waktunya tidur Yang Mulia Ratu"ucap Kepala Dayang memberitahu dengan hormat.
"Baiklah.Aku akan tidur"ucap Feng Hua yg sedang melihat langit dari balik jendela yg terbuka.
"Sebelum tidur.Minumlah teh herbal ini Yang Mulia Ratu"ucap Kepala Dayang sembari menyodorkan secangkir teh.
"Baiklah"ucap Feng Hua menerima teh itu dan meminumnya tanpa curiga.
"Hoam"
Suara Feng Hua menguap.Feng Hua menguap sambil meregangkan tangan.Kemudian Feng Hua berjalan keranjang tidur dan mulai merebahkan tubuh.Tak lama Feng Huapun tertidur dengan lelapnya.
Melihat hal itu,Kepala dayang lalu menutup jendela dan menyelimuti Feng Hua dengan selimut.Setelah itu pergi meninggalkan kamar.Kepala Dayang pergi menuju ruang kerja Kaisar.
__________
Ruang Kerja Kaisar.
Zhaoyang sedang duduk didepan meja kerjanya,sambil menulis sesuatu di sebuah kertas tulis.
"Apa saja yg Ratu lakukan hari ini?"tanya Zhaoyang tanpa melihat Kepala Dayang berada.
__ADS_1
"Lapor Yang Mulia Kaisar...Yang Mulia Ratu hanya melakukan buang air kecil,mandi,makan dan minum sama halnya orang biasa lakukan.Akan tetapi Yang Mulia Ratu,tidak mau hamba dan para dayang membantunya mandi ataupun mencuci wajahnya.Yang Mulia Ratu bersih keras hanya beliau yg boleh melihat wajahnya"ucap Kepala Dayang.
"Lalu apalagi?"tanya Zhaoyang lagi.
"Lalu Yang Mulia Ratu melihat pemandangan luar melalui jendela dari pagi hingga malam.Yang Mulia Ratu ingin berjalan-jalan mengelilingi kediaman,tapi seperti Yang Mulia Kaisar perintahkan.Yang Mulia Ratu hanya di kamar saja"jawab Kepala Dayang.
"Hanya itu?"ucap Zhaoyang menekankan.
"Ya.Yang Mulia Kaisar"ucap Kepala Dayang.
"Jangan pernah lupa untuk selalu memberikan Ratu obat tidur pada malam hari"perintah Zhaoyang.
"Baik.Yang Mulia Kaisar"ucap Kepala Dayang dengan anggukan kepala.
"Kalau tidak.Aku akan membunuhmu beserta seluruh keluargamu"ancam Zhaoyang sembari menoleh ke arah Kepala Dayang dengan tatapan tajam.
Kepala Dayang yg mendengar dan melihat tatapan Zhaoyang seperti itu lalu berlutut dan berteriak"Mohon jangan lakukan itu Yang Mulia Kaisar...Hamba berjanji mematuhi perintah Yang Mulia Kaisar..."
"Berdirilah.Aku percaya padamu"ucap Zhaoyang.
Kepala Dayang kemudian berdiri kemudian membungkukkan badan.
"Terimakasih.Yang Mulia Kaisar"ucap Kepala Dayang.
"Sekarang pergilah"perintah Zhaoyang.
"Baik.Yang Mulia Kaisar"ucap Kepala Dayang hormat.Lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan.
Setelah Kepala Dayang pergi,Zhaoyang menghentikan kegiatannya.Lalu beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan ruang kerjanya.Zhaoyang pergi menuju Kediaman Permaisuri.
__ADS_1