Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#60


__ADS_3

"Bukankah tanaman beracun itu tertutupi semak-semak.Bagaimana kamu tau kalau tanaman itu adalah tanaman beracun?Apakah kamu tergores oleh tanaman itu secara tidak sengaja?Tapi kamu baik-baik saja,tidak menunjukkan tanda apapun"


"Hamba tidak tergores Yang Mulia.Hamba hanya merasa aneh tidak melihat hewan disekitar tanaman-tanaman itu,jadi hamba menyimpulkannya begitu"


"Ohh begitu..."


Srekk....Brukkk....


"Suara apa itu?"tanya Zhaoyang penasaran dan heran.


"Sepertinya dari arah tempat yg kita akan tuju"ucap ajudan Zhaoyang.


"Cepat kesana..."teriak Zhaoyang panik dan penasaran.


"Sebelah sini Yang Mulia Kaisar..."ucap ajudan Zhaoyang mengarahkan.


Tak lama mereka berduapun sampai,lalu melihat sebagian tanaman beracun dan semak yg ajudan Zhaoyang katakan tertindih sebuah papan kayu yg panjang dan lebar.Kemudian melihat Fang Hua dan lainnya berjalan diatasnya beriringan dari jarak lumayan jauh.


"Tunggu ..Siapa gadis cantik itu?"gumam Zhaoyang.


"Mungkinkah itu Yang Mulia Ratu?Karna ada Diwei disana..."ucap ajudan Zhaoyang.


"Sepertinya memang dia...Saat Diwei mabuk pernah mengatakan Xiao Er itu cantik"ucap Zhaoyang dibenaknya.


"Cepat kesana...Dan jangan biarkan mereka untuk pergi!"teriak Zhaoyang.


..........


"Mau kemana kalian!"teriak Zhaoyang murka,sembari memegang pedang ditangan kanannya.


Zhaoyang dan ajudannya menghadang jalan Fang Hua dan lainnya.


"Menyingkirlah!"teriak Ping.


Dengan cepat Zhaoyang berlari dan mengayunkan pedangnya pada Ping.Lalu merekapun bertarung.Fai dan Ho ikut membantu,namun terhalang ajudan Zhaoyang.Diwei dan Fang Hua hendak membantu Ping,tapi pedang Zhaoyang sudah berada di leher Ping.Zhaoyang menyandranya.


"Zhaoyang lepaskan Ping!"teriak Fang Hua.


"Ikut denganku maka aku akan melepaskannya"ucap Zhaoyang sambil menekankan pedangnya pada leher Ping.


"Kalian pergi sajaa...Nona juga...Pergilah..."ucap Ping pasrah.


"Kamu gila yaa...Kami tidak akan meninggalkanmu...Diwei cepat bawa nona pergi..."teriak Fai.


"A-ayo nona...Sebelum pasukkannya datang"ucap Diwei sembari menggandeng tangan Fang Hua dan menariknya.

__ADS_1


"Selangkah saja kamu berjalan!Aku akan membunuhnya dan juga Putra Mahkota!!!"ancam Zhaoyang,dengan lebih menekan pedangnya lagi di leher Ping,hingga mengeluarkan tetesan darah.


"Ohh tidak..."ucap Fang Hua panik dibenaknya,saat melihat leher Ping begitu.


"Pu-Putra Mahkota?"ucap Fang Hua menekankan.


"Iya.Putra Mahkota kerajaan Zhou...Dia ada disini dan aku sedang mengikatnya di halaman mansion"ucap Zhaoyang dingin.


"Aku tidak bisa membiarkan mereka dibunuh oleh Zhaoyang"ucap Fang Hua sedih dibenaknya.


"Tapi aku juga tidak bisa kembali ke kerajaan Xia...Aku tidak mau...Bagaimana ini?!"ucap Fang Hua dibenaknya lagi.


Fang Hua lalu melepaskan gandengan tangan Diwei.


"Nona..."lirih Diwei.


"Nona..."ucap Fai,Ping,dan Ho bersamaan.


Setelah Fang Hua sudah berada disamping Zhaoyang.Zhaoyang memasukkan pedangnya ke wadahnya.Melihat majikannya begitu,ajudannyapun mengikutinya.


Zhaoyang lalu menarik tangan Fang Hua dengan tangan kanannya,namun terhenti saat Fang Hua berteriak"Tunggu...."


"Ada apa?"


"Aku tidak mengiyakan apa yg kamu ucapkan.Bukan??"


"Tidak ada pilihan....Hanya ini satu-satunya cara.Semoga Zhaoyang mempercayainya"ucap Fang Hua dibenaknya dengan meyakinkan diri.


"Aku tidak bisa menjadi Ratumu!!"teriak Fang Hua dengan keras.


"Tidak ada yg bisa menghalangiku untuk memilikimu!!!Entah Diwei atau Putra Mahkota itu!!!!"teriak Zhaoyang dengan kerasnya.


"Aku sudah tidak suci lagi!!!"teriak Fang Hua lagi dengan cara yg sama.


Semua orang yg mendengarnya tertegun mendengar ucapan Fang Hua,kecuali Diwei.Diwei yg mendengarnya hanya tersenyum manis.


"Tidak mungkin!!!Kamu pasti berbohong!!!Ayo kita priksa ke tabib istana!!!"teriak Zhaoyang marah tak percaya.


"Menurutmu...Jika seorang laki-laki dan seorang perempuan tidur dalam satu kamar.Apakah itu tidak mungkin terjadi??"ucap Diwei dengan sombongnya.


"Acting Diwei boleh juga"ucap Fang Hua dibenaknya.


"Itu tidak mungkin!!Ti-tidur satu kamar kamu bilang?!!!"teriak Zhaoyang.


"Iya.Satu kamar...Kamu bisa memeriksanya sendiri...Masuklah kesana..."ucap Diwei sambil menunjuk tempat persembunyian dengan tangan kanannya.

__ADS_1


"Diwei benar Zhaoyang...Aku sudah melakukan itu dengannya...Kamu boleh memeriksa tempat itu,kalau kamu mau..."ucap Fang Hua dengan ekspresi malu yg dibuat-buat.


"Bagaimana ini Yang Mulia Kaisar..."ucap ajudan Zhaoyang kebingungan.


Zhaoyang mengepal tangan kirinya dan berteriak"Kalian pasti BOHONG!!!...."


"Zhaoyang itu kenyataannya...Kalau kamu tidak percaya...Apa boleh buat.Ayo periksa aku ke tabib istanamu itu..."ucap Fang Hua ketus.


"Semoga Zhaoyang percaya...Jika dia benar-benar membawaku ke tabib.Ini semua akan berakhir...Dan lebih parahnya,mungkin akan menjadi lebih buruk!"ucap Fang Hua cemas dibenaknya.


Zhaoyang lalu diam merenung dengan menundukkan kepala dan memejamkan mata.


"Kenapa diam saja??Katakanlah sesuatu Zhaoyang...Dan aku harap kamu mempercayainya..."ucap Fang Hua dibenaknya.


Zhaoyang lalu melepaskan tangan kanan Fang Hua dengan perlahan.Zhaoyang termakan sandiwara yg Fang Hua dan Diwei buat.


"Apa kamu sangat mencintainya?Hingga kamu dan dia melakukan hal itu.Bahkan Putra Mahkota tidak menyentuhmu,karna dia belum mendapatkan ijin darimu...Tapi kamu mengijinkannya...Apa istimewanya dia???"ucap Zhaoyang lembut dan meneteskan air mata.


"Zhao...Yang..."lirih Fang Hua dengan merasa iba.


Diwei lalu berlari memeluk Fang Hua.Fang Hua terkejut saat Diwei melakukan hal itu.Zhaoyang marah melihat hal itu,tapi dia menahannya.


"Zhaoyang...Nona memilihku karna perlakuan lembutku padanya dan kepercayaannya yg tinggi padaku.Maka dari itu,dia memilihku.Kumohon jangan ganggu kami..."ucap Diwei memelas.


Zhaoyang lalu berucap"Aku melepaskan kalian...Aku tidak akan mengganggu kalian lagi"


Zhaoyang kemudian pergi ke arah mansion.Ajudan Zhaoyang lalu mengikuti dibelakangnya dengan rasa sedih.


"Apakah Yang Mulia Kaisar yakin?"tanya ajudan Zhaoyang dengan suara lirih, saat dia dan majikannya sudah menjauh dari Feng Hua dan lainnya.


"Apa..."


"Bukankah Yang Mulia Kaisar ingin membalas dendam dengan kerajaan Zhou...Apakah Yang Mulia Kaisar,sudah tidak menginginkannya lagi?"


"Kata siapa,Aku sudah tidak menginginkannya?"


"Aku kira Yang Mulia Kaisar telah berubah pikiran.Apalagi setelah kejadian barusan"


"Dendam tetaplah dendam.Meski hal ini gagal,aku masih punya rencana lainnya.Tapi aku sungguh kesal sekali!!!Xiao Er malah memilih Diwei!!!!"


"Yang Mulia Kaisar tampan dan muda.Yang Mulia Kaisar akan menemukan perempuan yg lebih darinya..."


"Entahlah,sepertinya aku tidak bisa berpaling darinya...Jika dendam ini telah terbalaskan.Dan aku masih belum bisa melupakannya.Aku akan merebutnya kesisiku lagi dengan cara yg berbeda"


"Tapi Yang Mulia Kaisar sudah berkata melepaskannya dan tidak mengganggu...Jangan katakan Yang Mulia Kaisar ingin menjilat ludah sendiri..."

__ADS_1


"Aku memang melepaskannya dan aku tidak akan mengganggunya...Tapi dia akan datang sendiri padaku dengan sukarela"


"Aku jadi bergidik ngeri setelah mendengarnya...Aku harus bersikap hati-hati padanya..."ucap ajudan Zhaoyang takut dibenaknya.


__ADS_2