
Setelah Feng Hua mandi,Yi membantu Fang Hua berpakaian.Yi juga sudah menyelesaikan perintah nonanya,yaitu membeli obat-obatan dan menyajikan berbagai makanan tanpa daging.
Fang Hua yg sudah lapar langsung menyantapnya ,lalu menyuruh Yi pergi untuk beristirahat sejenak.Setelah makan Feng Hua mulai memanggil Yi untuk membantunya meracik obat.
"Yi,bawakan aku bungkusan obatnya"pinta Fang Hua.
"baik nona"ucap Yi mengiyakan.
lalu Yi membawa bungkusan kain berwarna coklat yg lumayan besar,lalu membukanya dan mengeluarkan isinya yaitu bungkusan obat yg terbuat dari daun berwarna hijau,coklat,dan hitam.
"Yi,beritahu aku...
daun mana yg berisi obat jerawat,bernanah dan penetralisir racun?
dan obat ini untuk diminum atau dioleskan saja?"ucap Fang Hua penasaran.
"semua isinya berbentuk bubuk berwarna hijau, kecuali obat penetralisir bubuknya berwarna putih nona.Untuk membedakannya dibungkus dengan berbagai warna daun.Daun berwarna hijau berisi obat jerawat,daun berwarna coklat berisi obat bernanah,sedangkan daun berwarna hitam berisi obat penetralisir racun dan penjual obat bilang kalau obatnya bisa diminum atau dioleskan nona ,"ucap Yi sambil membuka bungkusan daun satu persatu dan menunjukkannya pada Fang Hua.
"baguslah kalau begitu!
ayo kita campurkan semuanya"ucap Fang Hua optimis.
"dicampurkan?apa tidak apa-apa nona?"ucap Yi Khawatir.
"iya ,Yi.aku ingin mencobanya"ucap Fang Hua sembari tertawa kecil.
__ADS_1
Fang Hua mengambil masing-masing obat satu sendok ,lalu Fang Hua meminumnya yg mana sudah direbus oleh Yi dengan segelas air.Fang Hua juga membuat takaran yg sama dan diberikan air hingga membentuk pasta,kemudian mengoleskannya diseluruh wajah.Setelah mengering,Fang Hua membilasnya dan mengelapnya dengan kain.
✩
✩
✩
✩
_____________
✩
✩
✩
✩
"nona... coba lihat wajah nona di kaca"ucap Yi sembari menarik tangan nonanya menuju meja rias.
"wajahku sudah membaik Yi...
aku ngga menyangka akan berhasil"ucap Fang Hua sembari memegang wajahnya dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Padahal sudah banyak tabib yg tidak bisa menyembuhkan nona,bahkan bukannya sembuh malah membuat wajah nona semakin parah...
tapi sekarang wajah nona sudah membaik bahkan terlihat lebih cantik dan mulus"ucap Yi dengan riangnya.
" aku bahkan berfikir kalau mukaku diracuni dengan racun yg langka,tidak kusangka hanya 3 obat saja sudah membaik dan juga berkat Yi yg telah membantu merawat wajahku.Terimakasih Yi"ucap Fang Hua sembari menggenggam kedua telapak tangan Yi.
"sama-sama nona"ucap Yi dengan wajah malu-malu.
"jangan katakan pada siapapun yaa,kalau wajahku sudah membaik.Ini akan jadi rahasia kita dan kamu mulai sekarang jangan terlalu dekat dengan pelayan lainnya"ucap Fang Hua lirih.
"nona ,tenang saja.Yi berjanji dan akan mematuhi perintah nona!"ucap Yi tegas
"baiklah Yi"ucap Fang Hua sembari tersenyum.
Tiba-tiba terdengar suara wanita dari luar kamarnya meminta masuk dan Fang Hua mempersilahkannya masuk,sebelum wanita itu masuk .Fang hua buru-buru memakai cadar kain berwarna putih dengan tali yg diikat kebelakang kepalanya,ternyata wanita itu adalah pelayan wanita yg bernama Li.
Li merupakan pelayan dari Perdana Mentri Xiao.Li bertugas menyampaikan perintah/memberi kabar dari Perdana Mentri Xiao(ayah Xiao Er) kepada permaisuri,selir,dan anak perempuannya.
"ada apa Li?"ucap Fang Hua bertanya-tanya.
"sebelumnya maaf jika sudah mengganggu nona, tuan Perdana Mentri Xiao meminta nona Xiao Er untuk datang ke aula pertemuan besok pagi"ucap Li sembari memberi hormat(tangan kanan menumpuk pada tangan kiri,lalu menaruhnya di sebelah kanan pinggang dengan badan sedikit membungkuk dan kepala menunduk).
"tidak apa Li,tolong beritahu ayah besok aku akan datang"ucap Fang Hua sembari menganggukkan kepala.
"baik,nona.kalo begitu pelayan ijin undur diri " ucap Li sembari memberi hormat dan berlalu pergi.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca🙏😊