
Setelah memasak beberapa menit.Feng Hua dan Diwei membawa hasilnya ke meja yg ada di kamar.Mereka lalu duduk saling berhadapan dengan meja ditengahnya.
Dengan mata berbinar Feng Hua melihat masakan itu sambil berceletuk"Wahh kelihatannya enak sekali...
Aku jadi sangat ingin memakannya sekarang..."
"Diwei akan mencobanya dulu ya Nona"ucap Diwei sembari menciduk sedikit masakan itu dengan sendok kayu yg ada ditangan kanannya.
Masakan yg mereka buat adalah sup lobak.
"Bagaimana rasanya?"tanya Feng Hua penasaran.
"Enak...Nona"ucap Diwei senang.
"Baguslah aku kira akan hambar hehe"ucap Feng Hua ikut merasa senang dan sedikit meledek.
"Kitakan membuatnya bersama,jadi tentu saja rasanya pasti enak..."ucap Diwei dengan keyakinan penuh.
"Ehem...baguslah kalau kamu merasa yakin begitu...Ngomong-ngomong,tidak kusangka dapur ditempat ini banyak bahan makanan.Jadi tidak perlu repot-repot mencarinya keluar..."ucap Feng Hua riang sambil memakan makanan yg ada didepannya.
"Karna ayahku terkadang suka tinggal dan tidur disini.Maka dari itu,ayah sering memenuhi persediaan bahan makanan"
"Ohh begitu...Aku rasa karna ayahmu ingin mengenang ibumu.Maksudku ayahmu rindu pada ibumu,makanya dia melakukan itu"
"Begitulah...Bahkan saat ada Ze pun dia tidak melupakan tempat ini"
"Aku jadi kagum pada ayahmu,meski ibumu telah meninggal dia tidak melupakannya"
"Begitulah ayahku.Ngomong-ngomong,Nona jangan lupa makan dengan nasinya..."
"Baiklah..."
Mereka lalu makan dengan lahap hingga habis,tanpa menyisakan sedikitpun.
"Aku kenyang sekali..."ucap Feng Hua sambil mengelus perutnya.
"Baguslah kalau begitu"ucap Diwei dengan diakhiri senyuman manis.
"Haduhh kenapa dia sering senyum begitu sihh...Kuperhatikan dia tampan juga kalau tersenyum"ucap Feng Hua dibenaknya.
"Jangan sering tersenyum begitu.Kalau nanti aku menyukaimu bagaimana??"ucap Feng Hua meledek.
__ADS_1
Tidak disangka ledekan Feng Hua,membuat kedua pipi Diwei merah merona.
"Jika nona menyukai Diwei.Diwei akan sangat senang,karna Diwei juga menyukai nona"ucap Diwei malu-malu.
Feng Hua terkejut dengan mata terbelalak saat mendengar perkataan yg keluar dari mulut Diwei.
"Ahahaha...Aku pasti salah dengar..."ucap Feng Hua menepis perkataan Diwei.
"Diwei serius...Jika nona sedih atau terluka karna Putra Mahkota.Segera datanglah pada Diwei...Kapanpun nona membutuhkan Diwei,pintu hati Diwei terbuka lebar untuk nona"
"Ka..Kamu serius Diwei...
A..Aku kira kamu bercanda..."
Diwei lalu memegang tangan kanan Feng Hua dengan kedua tangannya,sambil mengatakan"Diwei berjanji jika nona suatu saat datang.Diwei akan menjaga,melindungi,dan tidak akan membuat nona bersedih.Diwei akan selalu berusaha membuat nona tersenyum"
"Diwei menyatakan perasaannya.Apa yg harus kulakukan..."ucap Feng Hua bingung dibenaknya.
"Terimakasih sudah mengatakannya.Aku tau kamu pasti berat selama ini terus-terusan memendamnya.Aku hargai,meski aku sangat terkejut akan hal itu.Aku tidak bisa melarangmu suka padaku...Dan terimakasih sudah mengungkapkannya.Jika memang kita berjodoh,aku tidak keberatan akan hal itu"ucap Feng Hua menepuk tangan Diwei,dengan tangan yg satunya.
"Diwei sungguh meminta maaf,membuat nona terkejut.Dan terimakasih nona tidak marah atau mengusir Diwei.Terimakasih sudah menghargai perasaan Diwei"
"Ternyata benar kecurigaanku,kalau Diwei menyukaiku.Lebih baik aku mengalihkannya sekarang..."ucap Feng Hua dibenaknya.
"Tentu saja bisa.Mari Nona..."
"Entah apa yg akan terjadi selanjutnya...Aku masih tidak menyangka Diwei menyukaiku!"ucap Feng Hua dibenaknya lagi.
__________
"Heyy Zhaoyang!Kamu bilang Xiao Er ada disini...Mana?Mana?Kenapa dia tak ada"
"Aku juga tidak tau.Aku mengira dia disini bersama Diwei"
"Hah?!Kamu bilang bersama Diwei??!"
"Iya.Selain Xiao Er,aku juga menculik Diwei.Mereka kabur bersama"
"Kalau begitu.Mereka selalu bersama...Kenapa bisa begini..."
"Seharusnya aku yg bilang begitu"
__ADS_1
"Aku tidak mengerti apa maksudmu?"
"Dia akan menjadi Ratuku.Mulai sekarang,hilangkan perasaanmu"
"Dia itu istriku.Kamu gila ya?!!Aku dan dia sudah menikah!!!"
"Kalian harus bercerai.Lagipula kamu belum menyentuhnya"
"Memang aku belum menyentuhnya,karna aku menghargainya.Sebelum dia mau,aku tidak akan memaksanya"
"Menghargai?!ckck...
Jika kamu menghargainya,kamu tidak akan mengambil selir..."
"Tapi Xiao Er mengijinkannya"
"Tidak ada wanita di dunia ini yg mau di madu Putra Mahkota..."
"Memang benar...Xiao Er bahkan dengan keras menolakku untuk menikah lagi.Tapi jika membiarkannya memiliki Xiao Er,apa kata ayah dan orang-orang.Serta aku tidak mau kehilangannya,aku sudah jatuh cinta padanya"ucap Putra Mahkota dibenaknya.
"Kamu tidak bisa memutuskannya begitu!!Meski aku menikah lagi...Apa dia kabur dari sisiku??"
"Kamuuu...!!!Kamu sedang meledekku?!!!!"
"Itu bukan meledek.Tapi memang begitu kenyataannya...."
Dengan amarah yg membara Zhaoyang berteriak dengan kencang"Prajurit!!!"
Para prajurit yg ada disekitarnya berbondong-bondong menuju Zhaoyang berada.Mereka lalu memberi hormat dan berteriak"Ya.Yang Mulia Kaisar..."
"Ikat Putra Mahkota,lalu jemur dia di tengah halaman mansion!!"ucap Zhaoyang dengan tatapan tajam pada Putra Mahkota.
"Baik.Yang Mulia Kaisar..."ucap para prajurit serentak.Lalu dengan cepat mengikat kedua tangan Putra Mahkota kebelakang.
"Ka-kamu...Aku adalah Putra Mahkota Kerajaan Zhou.Beraninya kamu melakukan ini padaku!!!"
"Aku tidak peduli..."ucap Zhaoyang dingin.
"Cepat bawa dia kehalaman..."ucap Zhaoyang.
"He-hey...Zhaoyang lepaskan aku...Kamu jangan begini padaku...Zhaoyang..."teriak Putra Mahkota berulangkali.
__ADS_1
"Berisik Sekali...Kalian tutup mulutnya itu"ucap Zhaoyang memerintah pada prajurit yg sedang membawa Putra Mahkota.
"Baik.Yang Mulia Kaisar"ucap prajurit itu serentak.Lalu mereka mengikat kain ke mulut Putra Mahkota.Dan setelah itu,membawanya kehalaman mansion.