Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#20


__ADS_3

"Jika aku meminumnya,aku akan mati.Tapi jika tidak meminumnya aku akan dicurigai"pikir Selir Pertama Huaran,sambil menelan ludah.


Semua orang heran dan bertanya-tanya melihat Selir Pertama Huaran tidak meminum tehnya.


"Yi,tolong bawa mereka masuk!!"teriak Fang Hua dengan nada tinggi.


Semua orang sangat kaget,melihat Fang Hua berteriak seperti itu di depan semua orang.


Terlihat dari luar pintu aula pertemuan,Yi membawa masuk secara paksa seorang pelayan wanita dengan tangan terikat kebelakang dan diikuti seorang tabib dibelakangnya.


"Kenapa pelayan itu ada disini?!Apa Xiao Er tau aku meracuninya?!"tanya Selir Pertama Huaran dibenaknya dengan gelisah.


"Ada apa ini sebenarnya Xiao Er?"tanya Perdana Mentri Xiao kebingungan.


"Lapor ayahanda,Selir Pertama Huaran mencoba membunuh Xiao Er dengan racun yg terdapat pada teh ini.Pelayan ini yg telah memberikannya pada Xiao Er"tegas Fang Hua,sembari memberi hormat.


Selir Pertama Huaran terkejut lemas setelah mendengar perkataan Xiao Er,sedangkan Xiao Jiao menatap Fang Hua benci.


"Kamu beraninya menjebak ibuku!"teriak Xiao Jiao membela.


"Baiklah,akan Xiao Er buktikan"ketus Fang Hua,sembari menaruh teh tersebut ke atas mejanya.


Fang Hua mengeluarkan sapu tangan yg disimpannya itu,lalu menaruhnya ke atas meja.Kemudian dikeluarkannya jarum perak dari dalam sapu tangan tersebut.


Setelah itu,Fang Hua memasukan jarum perak ke dalam teh.Selang beberapa detik,Fang Hua mengeluarkan jarum perak itu dan menunjukkannya di depan Perdana Mentri Xiao dan orang-orang.Jarum perak yg sebelumnya mulus tanpa noda,kini berubah menjadi hitam.Semua orang terkejut tak menyangka.


"Jika ada yg meragukan.Tabib bisa mengecek kebenarannya"ucap Fang Hua meyakinkan,sembari melirik tabib.


"Karna saya sudah disini,biarkan saya mengeceknya.Yang Mulia"ucap tabib.


Tabib kemudian melihat dan mencium bau teh itu.Lalu melakukan hal sama yg seperti Fang Hua lakukan.Namun menggunakan jarum perak miliknya.Hasilnya pun sama,jarum perak berubah menjadi hitam.


"Teh ini beracun,Yang Mulia"ucap tabib.


"Mungkin saja,kamu menaruh racun pada tehmu lalu menuduh ibuku!"ucap Xiao Jiao marah.


"Ibumu saja tidak mau meminum teh ini dan diam saja dari tadi"ketus Fang Hua.


"Mungkin saja,ibu sudah tau kamu menaruh racun didalamnya!"seru Xiao Jiao.

__ADS_1


"Yi,periksa tubuh Selir Pertama Huaran"tegas Fang Hua.


"Baik,Yang Mulia"ucap Yi menganggukan kepala.


Selir Pertama Huaran berdiri pasrah dengan tatapan kosong,Kemudian Yi memeriksa tubuh Selir Pertama Huaran.Tak lama,Yi menemukan sebuah botol kecil dari dalam baju Selir Pertama Huaran.Lalu memberikannya pada Fang Hua.


"Coba jelaskan racun apa yg ada di teh itu,jika kamu tau"ucap Fang Hua,sembari melirik tabib.


"Racun ini bernama 綠蛇毒 Lǜ shédú.Racun ini berbentuk cair,berwarna bening, dan lengket.Tapi tidak berbau.Jika terkena air akan menyatu tanpa jejak.Jika meminumnya akan menyebabkan kematian secara mendadak "jelas Tabib.


"Racun yg sangat berbahaya,untung istriku tidak meminumnya!"ucap Putra Mahkota marah.


"Tenanglah suamiku.Coba periksa isi botol ini,tabib"ucap Fang Hua memberikan botol itu pada tabib.


"Baik,Yang Mulia"ucap tabib,sembari mengambil botol itu.Lalu mengeceknya.


"Bagaimana?"tanya Fang Hua.


"Ini adalah racun.Racun yg sama pada teh itu,Yang Mulia!"jawab tabib terkejut.


"Sudah jelas bukan?!"ucap Fang Hua menatap Xiao Jiao remeh.


"Hey,kamu!coba katakan..


Siapa yg menyuruhmu?!"ketus Feng Hua,sembari membuat wanita pelayan itu berlutut dengan siku kaki Fang Hua.


"Tuan...maafkan...hiks... saya tuan...hiks...


saya tidak bersalah..."ucap Pelayan wanita tersebut dengan tangisan.


"Aku tanya apa kamu jawabnya apa!Kamu tau kan hukuman apa untuk percobaan pembunuhan keluarga kerajaan.Bukan hanya hukuman mati padamu tapi juga keluargamu!"ucap Fang Hua mengancam.


"Ampuni saya Yang Mulia Putri Mahkota,hamba mengaku...hamba mengaku...nyonya Selir Pertama yg menyuruh"ucap pelayan wanita itu,sembari berlutut memohon ampun.


"Astaga.."ucap Perdana Mentri Xiao,sembari menghela nafas yg panjang.


"Yi,bawakan aku jubah,bedak,dan sisa obat yg dulu aku minum"ucap Fang Hua,sembari melirik Yi.


Selir Pertama Huaran tidak menyangka semua kejahatannya terkuak semua.Dia merasa benar-benar hancur.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,Yi membawa semua yg diminta Fang Hua.Kemudian Yi memperlihatkan pada semua orang.


"Aku mengenal jubah ini.Aku yg memberikan jubah ini pada Selir Pertama"ucap Permaisuri Lian terkejut.


"Para penjaga di kediaman Xiao Er meninggal karna pembunuh bayaran,bukan karna perampok.Selir Pertama Huaran menggunakan jubah ini saat menyuruh mereka membunuh Xiao Er.


Tak hanya itu,dia juga yg merusak wajah Xiao Er selama ini.Diam-diam Selir Pertama Huaran menaruh bubuk racun ivy pada bedak Xiao Er.Selir Huaran juga menukar bubuk obat para tabib dengan bubuk racun ivy.Mohon ayahanda beri keadilan pada Xiao Er"ucap Fang Hua.


Fang Hua meminta tabib mengecek bedak dan bubuk obat tersebut.Kemudian tabib membenarkan perkataan Fang Hua.


Fang Hua juga meminta Permaisuri Lian mengenali jubah itu lebih dalam.Lalu Permaisuri Lian mengeceknya.Dan membenarkan perkataannya pada Fang Hua.Bahwa benar jubah itu yg dia berikan pada Selir Pertama Huaran,serta menemukan fakta baru di jubah tersebut yaitu tercium sedikit wangi bunga lili,yg mana wangi itu adalah minyak wangi kesukaan Selir Pertama Huaran.Sehingga memperkuat dugaan pada Selir Pertama Huaran.


"Ohh...


jadi bunga lili itu,ternyata kesukaan Selir Pertama Huaran"ucap Fang Hua dibenaknya.


"Untuk sementara ayahanda akan mengurung pelayan itu dan Selir Pertama di penjara,sampai hukuman mereka diputuskan olehku dan Putra Mahkota"ucap Perdana Mentri Xiao tegas.


"Para penjaga..!


tangkap dan jebloskan mereka ke dalam penjara bawah tanah!!"teriak Perdana Mentri Xiao marah.


Mereka kemudian dibawa paksa para penjaga,lalu dimasukkan ke dalam penjara.Sedangkan Xiao Jiao menangis dan memohon pengampunan ibunya pada Fang Hua dan Perdana Mentri Xiao.Fang Hua dan Perdana Mentri Xiao hanya diam membatu.


Perdana Mentri Xiao kemudian menyuruh para pelayan mengurung Xiao Jiao di kamarnya.Para pelayan menuruti dan membawa Xiao Jiao pergi untuk mengurungnya.


Permaisuri Lian kemudian berlari menuju Fang Hua,lalu memeluk Fang Hua lembut dengan isak tangis.


"Ibunda...Xiao Er baik-baik saja"ucap Fang Hua lembut,mencoba menenangkan Permaisuri Lian.Sembari mengusap punggung Permaisuri Lian lembut.


"Selir Pertama Huaran harus dihukum seberat-beratnya!"ucap Permaisuri Lian marah,sembari mengusap air matanya dengan tangannya.


"Kalian jangan pulang dulu ke istana yaa.."bujuk Permaisuri Lian.


"Sebenarnya kami mau memberitahu ibunda dan ayahanda.Bahwa kami masih akan tinggal 2 hari lagi"ucap Fang Hua riang.


"Baguslah,kalau begitu"ucap Permaisuri Lian senang.


"Kalau begitu Xiao Er dan Putra Mahkota undur diri"ucap Fang Hua,sembari melepaskan pelukan Permaisuri Lian dan memberi hormat.

__ADS_1


Putra Mahkota kemudian memberi hormat juga,lalu menggandeng Fang Hua pergi.Diikuti Yi dan tabib dari belakang.


__ADS_2