
Putra Mahkota hanya diam membisu,saat Fang Hua mengajukan syarat itu.
"Kenapa diam saja?bicaralah..."ucap Fang Hua,sembari menusuk-nusuk bahu kanan Putra Mahkota dengan telunjuknya.
"Sebagai Putra Mahkota.Aku diharuskan memiliki permaisuri dan banyak selir,untuk dukungan menjadi kaisar dimasa mendatang"ucap Putra Mahkota sedih, sembari mengambil kedua tangan Feng Hua,lalu menggenggamnya erat.
"Kalau begitu,bisakah kamu melepaskan gelarmu?"ucap Fang Hua berharap dengan mata berkaca-kaca.
"Bagaikan ribuan jarum menusuk hatiku..Aku kira kamu berbeda.."ucap Fang Hua sedih dibenaknya.
"Aku tidak bisa"ucap Putra Mahkota dengan tertunduk lesu.
"Aku kira, kamu benar-benar mencintai dan menyayangiku"ucap Fang Hua ,sembari menatap Putra Mahkota kecewa.
"Aku benar-benar mencintai dan menyayangimu Xiao Er"ucap Putra Mahkota sedih.
"Aku minta cerai"ucap Fang Hua dingin,sembari melepaskan genggaman tangan Putra Mahkota.
"Xiao Er!"teriak Putra Mahkota terkejut marah.
"Yang Mulia,kita sudah sampai..."teriak kusir yg membawa kereta kuda Putra Mahkota dan Fang Hua,sembari menarik tali kekang.
Kereta kuda yg membawa Putra Mahkota dan Fang Hua pun berhenti,diikuti kereta kuda lainnya.
Yi dan para dayang yg mendengar teriakan sang kusir.Serta kereta kuda yg mereka naiki telah berhenti,mereka langsung bergegas keluar dari kereta kuda,berniat menuju kereta kuda yg membawa Fang Hua dan Putra Mahkota.
Namun,baru saja keluar dari kereta kuda.Mereka dikejutkan dengan melihat Putra Mahkota mengejar Fang Hua yg sedang berjalan tergesa-gesa menuju pintu masuk istana.Mereka yg melihatnya dari kejauhan,hanya bingung dan bertanya-tanya dengan apa yg terjadi pada Putra Mahkota dan Fang Hua.
"Berhenti..."teriak Putra Mahkota,sembari menarik lengan Fang Hua secara paksa,lalu memegangnya dengan erat.
"Lepaskan tanganku.."teriak Fang Hua,sembari mencoba melepaskan tangan Putra Mahkota.Namun gagal.
"Kamu adalah calon ratu di masa depan.Bagaimana mungkin kamu melakukan itu?!"bentak Putra Mahkota.
"Aku tidak peduli pada gelar itu"ucap Fang Hua dingin.
"Jangan libatkan ayahanda kaisar dalam hal ini.Baiklah,aku akan menceraikanmu.Tunggulah beberapa hari"ucap Putra Mahkota dengan berat hati.
"Baguslah"ucap Fang Hua dingin.
"Kalau begitu,kita kembali ke kediamanku terlebih dulu"ucap Putra Mahkota memelas.
"Baiklah,tapi tolong lepaskan tanganmu"ucap Fang Hua dingin.
Putra Mahkota lalu melepaskan genggamannya.
__ADS_1
Setelah kejadian itu.Malamnya,mereka tidur terpisah.Fang Hua tidur di ranjang kamar,sedangkan Putra Mahkota tidur di kursi ruang belajarnya.
"Permisi Yang Mulia"ucap ajudan atau tangan kanan Putra Mahkota yg bernama Xu.
Putra Mahkota kemudian membuka kedua matanya."Bagaimana Xu?"
"Lapor Yang Mulia.Sesuai desas-desus yg beredar dikalangan prajurit,ada gerak-gerik prajurit kerajaan Xia yg mencurigakan di dekat perbatasan"ucap Xu dengan hormat.
"Kalau begitu.Besok malam kita menyusup ke kerajaan Xia"ucap Putra Mahkota memerintah.
"Laksanakan Yang Mulia"ucap Xu dengan hormat.
"Jam berapa sekarang?"tanya Putra Mahkota,sambil menguap.
"Waktu menunjukkan 2-3 dini hari,Yang Mulia"ucap Xu.
"Kamu boleh pergi sekarang"ucap Putra Mahkota,sembari mengibaskan tangannya.
Putra Mahkota kemudian bangkit dari kursinya,kemudian berjalan keluar menuju kamarnya.Sesampainya disana,Putra Mahkota melihat Fang Hua tidur di ranjang dengan pulas.
"Aku juga hanya ingin bersamamu"ucap Putra Mahkota dibenaknya,sembari berjalan mendekati ranjang.
Setelah berada disisi ranjang.Putra Mahkota mengelus lembut rambut Fang Hua,sambil berucap dibenaknya"Andai aku terlahir menjadi bangsawan biasa,aku tak akan mengecewakanmu"
Takut membuat Fang Hua terbangun.Putra Mahkota menyudahi dan berbalik untuk pergi.
Putra Mahkota yg mendengarnya,langsung menghentikan jalannya dan berbalik.Dilihatnya,Fang Hua sedang duduk di ranjang menatapnya sedih.Putra Mahkota kemudian bergegas mendekati Feng Hua dan memeluknya.
"Kini aku sadar dan mengerti tentang posisimu.Tapi aku hanya berharap,apapun yg terjadi.Kamu akan selalu mempercayaiku dan takkan meninggalkanku"ucap Fang Hua,sembari membalas pelukan Putra Mahkota dengan erat.
"Semoga keputusanku kali ini, tidaklah salah"ucap Fang Hua cemas dibenaknya.
"Aku akan selalu mempercayaimu dan takkan meninggalkanmu"ucap Putra Mahkota,sembari memberi kecupan di kening Fang Hua.
"Aku ragu,tapi aku harap kamu benar-benar melakukannya.Aku akan menunggu dan melihat"ucap Fang Hua dibenaknya.
"Aku juga akan lebih mencintaimu dan menyayangimu dibandingkan permaisuri dan selir-selirku nanti"ucap Putra Mahkota dengan meyakinkan.
"Semoga seperti apa yg kamu ucapkan"ucap Fang Hua dibenaknya.
Tak sengaja Putra Mahkota menguap,karna memang dia masih mengantuk.Fang Hua yg mendengarnya pun tertawa.
Putra Mahkota lalu melepas pelukannya dan tersenyum melihat Fang Hua tertawa.
"Tidurlah bersamaku disini,aku tau kamu tidak nyaman tidur di ruang belajar"ledek Fang Hua,sembari melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Kamu sudah menawariku tidur disini,jadi..jangan salahkan aku"ucap Putra Mahkota dengan nada menggoda.
"Ohh,gitu... rasakan ini.."ucap Fang Hua sembari memberikan cubitan di pinggang Putra Mahkota bertubi-tubi.
"Haha...iya..iya..aku menyerah...aku menyerah.."ucap Putra Mahkota tak tahan dengan cubitan Fang Hua,yg membuatnya geli.
Putra Mahkota lalu menahan kedua tangan Fang Hua.
"Bisakah kita tidur sekarang"ucap Fang Hua dengan menguap.
Mendengar hal itu,Putra Mahkota lalu melepaskan tangannya.Fang Hua kemudian membaringkan tubuhnya.
"Kalau begitu mari tidur.."ucap Putra Mahkota,sembari menaiki ranjang dan membaringkan tubuhnya disisi kiri Feng Hua.
Putra Mahkota lalu memeluk Fang Hua dan memejamkan mata.Fang Hua pun melakukan hal yg sama.
Meski sudah memejamkan mata,Fang Hua tetap tidak bisa tidur.Dengan mata yg masih tertutup,Fang Hua bertanya"Apa kamu sudah tidur?"
"Belum"jawab Putra Mahkota.
"Apa hal itu masih berlaku?"tanya Fang Hua lagi.
"Soal apa?"ucap Putra Mahkota bingung.
"Pergi ke perayaan musim semi"balas Fang Hua.
Sudah beberapa menit,namun Putra Mahkota tak mengatakan apapun.Fang Hua kira,Putra Mahkota sudah tidur.
"Iya"ucap Putra Mahkota,sembari membuka matanya perlahan.
"Aku kira kamu sudah tidur"ucap Fang Hua heran.
Tiba-tiba,Putra Mahkota menarik tali cadar Fang Hua dan mengambilnya.Fang Hua langsung membuka matanya dengan terkejut.
Putra Mahkota kemudian tersenyum,sambil mengelus wajah Fang Hua"Aku sudah curiga,kalau kamu sudah sembuh.Saat aku memberi bunga liar kematian.Bukannya kamu memasaknya menjadi obat,tetapi kamu malah menyimpannya"
"Memang akan mencurigakan.Malunya aku..."ucap Fang Hua dibenaknya.
"Sekarang,duduklah.Aku akan memasangnya untukmu"ucap Putra Mahkota,sembari mengubah posisi menjadi duduk.
Fang Hua kemudian mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.Setelah itu,Putra Mahkota memasangkan cadar Fang Hua kembali seperti semula.
"Berjanjilah,jangan perlihatkan wajahmu pada yg lainnya"ucap Putra Makota dengan serius.
"Iya"ucap Fang Hua malu-malu.
__ADS_1
Setelah itu,mereka pun tidur sambil berpelukan.