Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#76


__ADS_3

Tak ada yg tau,ketika Zhaoyang membawa Fang Hua dengan keretanya.Selain Ping,Fai,dan Ho mengikutinya.Ada beberapa pengawal bayangan milik Kaisar Wen (Kecuali orang yg ke istana melapor pada Kaisar Wen)mengikuti mereka dari kejauhan.Para pengawal bayangan milik kaisar Wen berada di posisi belakang mereka.


Saat mereka berhenti,karna Ping ingin buang air kecil.Para pengawal bayangan Kaisar Wen sempat kebingungan.Awalnya para pengawal bayangan kaisar Wen hendak ikut berhenti mengikuti mereka atau membaginya menjadi 2 kelompo, yaitu satu kelompok mengikuti mereka,sedangkan kelompok lainnya mengikuti kereta kuda Zhaoyang.Namun mengingat perintah Kaisar Wen untuk mengikuti Fang Hua,mereka lanjut mengikuti kereta kuda Zhaoyang lalu mengabaikan mereka bertiga.


Saat kereta kuda Zhaoyang berhenti di dekat pohon rimbun dan dekat sungai itu(#73).Mereka mengikuti Zhaoyang dan Fang Hua secara diam-diam dengan jarak yg lebih dekat dari sebelumnya.Hal itu membuat mereka bisa melihat wajah Fang Hua dengan sangat jelas.Mereka terkejut melihatnya.Sangat terkejut,hingga beberapa dari mereka saling berdebat.


"Apakah kalian melihatnya?!!!Dia sangat cantik!!!Apakah benar dia Yang Mulia Putri Mahkota?!"


"Tapi...Ketua sendiri yg mengatakannya..."


"Tapi bukankah orang-orang mengatakan dia gadis yg jelek!"


"Iya...Ada yg bilang dia gadis jelek...Karna wajahnya penuh nanah dan jerawat!"


"Hey!Jangan begitu...Mungkin saja dia sudah sembuh!!Makanya dia cantik..."


"Mana mungkin bisa sembuh....Kudengar dia sudah berobat,tapi tak kunjung sembuh..."


"Bukankah dia tabib yg dipanggil Yang Mulia Putri Mahkota...Aku rasa dia benar-benar tabib"


"Iya...Sepertinya kita salah...!Bagaimana kalau kita akhiri sampai disini"


"Iya...Masa dia cantik..!Tidak mungkin!!"


"Iya sepertinya kita salah orang..."


Lalu salah seorang dengan tegas berucap"Maksud kalian apa?!Ketua telah membohongi kita?!Begitu maksud kalian?!!Dia sendiri yg menyusup dan mendengarkan percakapan mereka untuk memastikan siapa gadis itu!!!Lagipula dia Yang Mulia Putri Mahkota atau bukan...Bukankah kita memang harus mengawasinya??Karna itu memanglah tugas kita...Jika ada yg mencurigakan,kita harus mengikutinya sesuai perintah Yang Mulia Kaisar...Kalau kalian tidak mau...Kalian bisa berhenti dari pekerjaan ini,sekarang!!!"


Mereka lalu terdiam oleh perkataan orang itu.Orang itu bernama Yelu, dia adalah teman dan orang kepercayaan ketua pengawal bayangan Kaisar Wen.


Saat Zhaoyang menunggu Fang Hua,mereka juga ikut menunggu.Rasa bosan,lelah,dan kesal menyelimuti mereka.


Hingga Zhaoyang mendekati rerumputan itu dan menemukan fakta Fang Hua telah kabur.Mereka menganga tak menyangka.Mereka kemudian berdebat lagi.


"Bukankah kita tadi mengawasinya bersama...Kenapa dia tidak ada?!"


"Iya...Aku bahkan tidak melepaskan pandanganku kemanapun!Ba-bagaimana bisa?!"


"Terlepas dia Yang Mulia Putri Mahkota atau bukan...Ini sangat menakutkan bukan...Dia menghilang begitu saja...Apakah kita akan mencarinya?"


"Bagaimana mencarinya??Dia saja menghilang entah kemana...Mau mencari kemana?Kita lihat sendiri...Dia tidak keluar dari rerumputan itu..."


"Bagaimana ini Yelu?!Apa yg harus kita lakukan?!"


Yelu kemudian berpikir sejenak.Kemudian dia berkata"Kita ikuti saja Yang Mulia Kaisar Xia itu...Meski begitu,salah satu harus ada yg memberitahu ketua"


..........


Setelah mengetahui Fang Hua telah kabur.Zhaoyang memutuskan untuk kembali ke kereta kudanya.


Ajudan Zhaoyang bingung melihat Zhaoyang kembali dengan wajah masam dan tanpa Fang Hua disisinya.Dia juga mempertanyakan pakaian siapa yg Yang Mulia Kaisar bawa dibenaknya.


"Yang Mulia Kaisar...

__ADS_1


Dimanakah Yang Mulia Ratu...??"tanya ajudan Zhaoyang dengan menggaruk kepala.


Zhaoyang tidak menjawab pertanyaan ajudannya itu,dia malah berkata dengan dingin"Lanjutkan perjalanan"


"Melihat reaksi Yang Mulia Kaisar begitu.Sepertinya Yang Mulia Ratu kabur lagi...


Benar-benar licin seperti belut!"ucap ajudan Zhaoyang dibenaknya.


Setelah mengatakan itu.Zhaoyang menaiki kereta kuda dan duduk.


"Mau dia kabur kemanapun!Dia pasti akan datang ke kerajaanku!


Dan saat itu...Jangan harap bisa kabur lagi!!!"ucap Zhaoyang dibenaknya kesal,dengan menggenggam erat pakaian luar yg Fang Hua tinggalkan itu.


Beberapa menit kemudian Zhaoyang dan pengawal bayangan Kaisar Wen yg mengikutinya dari kejauhan pun sampai di kerajaan Xia.


Sesampainya di istana,Zhaoyang kemudian masuk ke kediamannya.Sedangkan Yelu dan lainnya mengawasi Zhaoyang dari luar istana sambil menunggu ketua mereka datang.


__________


Selain sungai Shanghe.Ada juga yg dijadikan perbatasan wilayah antara Kerajaan Xia dan Kerajaan Zhou.Yaitu berupa tanah tandus yg luas dan panjang,yg dikenal dengan nama Kong de.


Tak hanya antara Kerajaan Xia dan Zhou,Perbatasan ini juga memisahkan antara Kerajaan lain yaitu Kerajaan Feng dan Kerajaan Dong.


Meski bernama Kong de.Orang-orang lebih mengenalnya dengan nama perbatasan kota/batas kota.Nama itu tercetus,karna masing-masing ibukota kerajaan berada dekat dengan Kong de.


..........


Jiazheng membawa 200 ribu prajurit.Para prajurit itu mendirikan banyak tenda dan memasang banyak bendera berlambang bulan sabit disekitarnya.


"Bulan sabit!


Ja-jadi dia adalah Kaisar Yue??!!!"teriak Weiheng dibenaknya terkejut saat melihat lambang bendera.Awalnya Weiheng tak melihatnya,karna sibuk mengobrol dengan Diwei dan Jiazhen.Namun tak sengaja dia memandang keatas langit lalu melihatnya.


Kerajaan Yue terkenal begitu kuat dan makmur.Bahkan ada rumor yg mengatakan Kerajaan Yue bisa mengambil semua Kerajaan yg ada dengan mudah,bila Kaisar sendiri yg menginginkannya.


Hal itu membuat Weiheng senang karna mengetahuinya,sedangkan Diwei tidak tau tentang itu dan terlihat cemas memikirkan Fang Hua.


"Nak...kita pasti bisa mengambil Xiao Er...Dan bahkan Zhaoyang tak dapat mengganggunya lagi"hibur Weiheng berbisik ditelinga Diwei.


Diwei mengangguk pelan dan berkata"Semoga saja ayah..."


Meski sudah melihat lambang bendera,Weiheng ingin meyakinkan dirinya lagi.Dia kemudian bertanya pada Jiazhen"Benarkah ini semua prajurit milik tuan?"


"Iya...


Apakah ini sangat sedikit?


Seberapa banyakkah prajurit milik Kerajaan Xia?


Jika memang sedikit...


Aku akan meminta prajurit tambahan"jawab Jiazhen dengan serius.

__ADS_1


"Bukan begitu...


Sebenarnya aku ingin meyakinkan diriku,setelah melihat lambang bendera itu.Tuan bilang...


Tuan seorang Kaisar...


Lambang itu adalah milik kerajaan Yue


Jadi..."ucap Weiheng.


Jiazhen mengangguk pelan.


"Hamba memberi homat pada Yang Mulia Kaisar..."ucap Weiheng dengan memberi hormat pada Jiazhen.


Melihat Weiheng hormat begitu,Diwei kemudian memberi hormat juga pada Jiazhen.


"Kalian...Tidak perlu begitu..."ucap Jiazhen merasa tidak enak hati.


"Tidak Yang Mulia Kaisar...


Maafkan kami yg tidak memberi hormat sedari awal..."ucap Weiheng.


"Iya Yang Mulia Kaisar...


Ayahku benar..."ucap Diwei mengiyakan ucapan Weiheng.


"Baiklah...Aku menerimanya..."ucap Jiazhen.


Diwei dan Weiheng kemudian berdiri semula.


"Sekarang...


Apa yg kita akan lakukan Yang Mulia Kaisar..."ucap Weiheng.


"Jangan panggil aku begitu..."ucap Jiazhen ramah.


"Ta...tapi..."ucap Weiheng ragu.


"Itu tidak pantas Yang Mulia Kaisar...."ucap Diwei.


"Jika kalian terus memanggilku begitu...Aku akan marah pada kalian...


Aku ingin kalian bersikap seperti sebelumnya..."ucap Jiazhen ngambek.


"Baiklah tuan"ucap Diwei dan Weiheng bersamaan,disertai anggukan kepala.


"Lalu apa yg akan kita lakukan sekarang tuan"ucap Diwei.


"Sekarang kita membersihkan diri terlebih dulu.Setelah matahari terbit,baru kita menyerang Kerajaan Xia"ucap Jiazhen.


"Baiklah tuan"ucap Weiheng dan Diwei serentak.


"Xiao Er...Tunggu aku..."ucap Diwei dibenaknya.

__ADS_1


__ADS_2