Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#52


__ADS_3

Waktu menujukkan pagi menjelang siang.Orang-orang di Kerajaan Zhou beraktivitas seperti biasanya dengan tenang.Namun kedatangan Zhaoyang dan pasukannya mengubahnya menjadi gelisah ketakutan.Bagaimana tidak?Zhaoyang datang bersama 100 ribu prajuritnya dan tanpa adanya pemberitahuan.Zhaoyang dan beberapa ratus prajurit menggunakan kuda.Sedangkan sisanya berjalan kaki.


Beberapa prajurit membawa kayu panjang terpasang kain panjang/bendera berlambang teratai ditangannya.Lambang teratai putih adalah simbol Kerajaan Xia.Hal itu menunjukkan identitas siapa mereka berasal.


Orang-orang berlarian kocar-kacir menuju rumahnya masing-masing,tak lupa mereka menutup pintu dan jendela.Kedai-kedai dan tempat penginapanpun ikut menutup pintu dan jendela.Semua pedagang di jalanan dan di pasar-pasar yg menjajakan barang dagangannya buru-buru menyimpannya,lalu berlari pergi.Bahkan ada yg meninggalkan barang daganganya begitu saja.Seketika Ibukota menjadi seperti kota mati tanpa penduduk.


Tak lama.Kedatangan Zhaoyang dan prajuritnyapun sampai di telinga Kaisar dan Putra Mahkota.Mereka mendengarnya dari mata-mata yg memang ditugaskan untuk mengawasi keadaan kota.Mata-mata itu mengatakan "Kaisar Xia datang membawa pasukan ratusan ribu kemari"


Semuanya terkejut dan takut,bila Zhaoyang yg mereka anggap "Kaisar Xia"tiba-tiba menyerang Kerajaan Zhou yg tidak ada persiapan.


Setelah itu.Dengan cepat Putra Mahkota menaiki kudanya dan memacunya menuju Zhaoyang berada.


..........


Dari jarak yg jauh, Putra Mahkota mengamati Zhaoyang dan pasukkannya.Kemudian Putra Mahkota memacu kudanya ke arah Zhaoyang berada.


Betapa terkejutnya Putra Mahkota saat jaraknya dan Zhaoyang berada tidak terlalu jauh.Putra Mahkota berucap"Bukankah dia ponakan jauh paman Fu.Tapi kenapa dia sekarang menjadi kaisar Xia?"sambil melihat pelindung kepala dan baju zirah yg Zhaoyang pakai.


"Sebenarnya ada masalah apa kamu kemari dengan banyak prajurit.Apakah kamu ingin menyerang?!"teriak Putra Mahkota marah,saat sudah berada lumayan dekat dengan Zhaoyang.


Zhaoyang yg tadinya ada di barisan belakang pasukan pelindung utama,lalu memacu kudanya menuju Putra Mahkota.


"Itu tergantung darimu"ucap Zhaoyang dengan sombongnya,setelah berada dihadapan putra Mahkota.


"Hahaha tergantung dariku?!!"ucap Putra Mahkota dengan diakhiri meninggikan suara.


"Katakan padaku sebenarnya apa yg kamu inginkan!!!!Jika maumu ingin berperang...Ayo kita berperang di gurun sana!!"


"Baiklah.Kita berperang saja.Tapi sebelum itu,pertemukan aku dengan Xiao Er lebih dulu.Aku tau dia sudah ada disini kan..."


"Bagaimana ini?Aku tidak mungkin mengatakan yg sebenarnya dihadapannya dan pasukannya yg sejujurnya"ucap Putra Mahkota dibenaknya.


"Apa maksudmu?Xiao Er memang selalu disini.Dia bersamaku.Dan dia tidak pernah kemana-mana"


"Tidak!Kamu berbohong...Bukankah Xiao Er sempat menghilang.Bagaimana mungkin Xiao Er selalu bersamamu!!"

__ADS_1


"Tidak Xiao Er selalu bersamaku!!!"


"Tidak mungkin....Aku sudah menculik dan membawanya ke Kerajaanku.Jadi itu tidaklah mungkin!"


"Apa?!Jadi kamu yg menculiknya!!Lalu dimana dia sekarang?!!"


"Ternyata Xiao Er tidak ada disini.Kamu bilang dia selalu bersamamu!"


Putra Mahkota tidak bisa berbohong atau membantah apa yg Zhaoyang ucapkan lagi.Putra Mahkota meratapi dirinya yg tak mampu menemukannya dan menyalahkan diri sendiri dibenaknya.


Berbeda dengan Putra Mahkota.Zhaoyang berpikir keras kemana Feng Hua pergi.Dia bingung harus mencari Feng Hua kemana lagi.Zhaoyang mengira Feng Hua kabur kembali ke kerajaan Zhou.Tapi ternyata tidak.


Putra Mahkota dan Zhaoyang sibuk dengan batin masing-masing.Mereka diam cukup lama.


Tiba-tiba,ada pasukan berdatangan dari arah belakang Putra Mahkota.Membuat Putra Mahkota dan Zhaoyang sama-sama melihat kearahnya.


Pasukan itu terdiri dari 80 ribu prajurit yg dipimpin oleh Pangeran Kedua Shen dan Pangeran Keempat Feng Ying.


"Yang Mulia Putra Mahkota"Teriak Pangeran Keempat Feng Ying memanggil dari kejauhan.


Lalu Zhaoyang memalingkan wajahnya dan bergumam"Untuk apa aku meladeninya lebih jauh lebih baik aku mencari Xiao Er"dibenaknya.


Tak sengaja,Zhaoyang menangkap basah sepasang mata seakan sedang memata-matai dari balik bangunan sebuah kedai dikejauhan.Sepasang mata itu,yg mana milik seorang pemuda.


"Celaka!Aku ketahuan...Padahal aku mengawasinya dari kejauhan dan sangat hati-hati"gumam pemuda itu dibenaknya.


Pemuda itu lalu berlari cepat untuk kabur.Zhaoyang tak tinggal diam.Diapun langsung memacu kudanya dengan cepat menuju arah pemuda itu.


Tak disangka,pemuda itu licin seperti belut.Zhaoyang kualahan saat mengejarnya.Berulangkali Zhaoyang hampir menangkapnya.Namun selalu gagal.Saat Zhaoyang sudah berada disamping pemuda itu,Zhaoyang langsung melompat menerkamnya.


Pemuda itupun tersungkur dengan tertindih badan Zhaoyang.Zhaoyang lalu mengamankan kedua tangan pemuda itu ke belakang dengan tangannya.


"Siapa kamu?!Siapa yg mengutusmu?!"teriak Zhaoyang.


"Aku hanya orang biasa"ucap pemuda itu.

__ADS_1


Pemuda itu memang seperti orang biasa.Dari cara berpakaianya yg menunjukkan akan hal itu.Tapi Zhaoyang tidak percaya akan ucapan pemuda itu.


Beberapa prajurit yg tergolong pasukan pelindung utama Zhaoyang,menyusul Zhaoyang dari belakang.Setelah mereka sampai,mereka kemudian mengambil alih mengamankan pemuda itu dari tangan Zhaoyang.


Tak hanya pasukan pelindung utama Zhaoyang saja yg menyusul,Putra Mahkota,Pangeran Shen,dan Pangeran Keempat Feng Ying pun menyusulnya.


"Geledah dia!"perintah Zhaoyang pada prajuritnya itu.


"Baik.Yang Mulia Kaisar"ucap para prajurit bersamaan dengan hormat.


Lalu para prajurit memeriksa tubuhnya dari kaki hingga ke bajunya dan menemukan sebuah ikat kepala berwarna hitam bersulam bunga putih.Bunga Putih yg mana adalah bunga yg hanya tumbuh di lembah kabut.


Zhaoyang langsung mengambil ikat kepala itu dan melihatnya dengan seksama.


"Itukan ikat kepala sekte angin hitam"celetuk Pangeran Keempat Feng Ying,saat melihat ikat kepala itu dari kejauhan.


"Apa?!"ucap Putra Mahkota terkejut.


Zhaoyang yg sudah pernah melihat simbol itu sewaktu dulu diselamatkan Weihengpun berucap dengan geram"Kamu dari sekte angin hitam rupanya...Siapa yg menyuruhmu?!Weiheng atau Diwei?!"


Mengucap "Diwei" Zhaoyang tersadar.


"Bukankah Xiao Er kabur dengan Diwei...Mungkin saja Xiao Er berada di lembah kabut bersama Diwei"pikir Zhaoyang.


"Bodohnya aku!Aku tidak terpikirkan soal Diwei!!"teriak Zhaoyang menyesal dibenaknya.


"Ayo kita kelembah kabut!"teriak Zhaoyang.


"Tapi Tuan...Ahh bukan...Maksud hamba Yang Mulia...Ini tidak ada hubungannya dengan sekte angin hitam...Aku tadi tidak sengaja melihat kalian....Tolong jangan..."teriak pemuda itu memohon.


"Ini bukan karnamu...Jadi kamu tenang saja..."ucap Zhaoyang santai.


"Lepaskan dia...Biarkan dia pergi..."pinta Zhaoyang.


"Baik"ucap prajurit dengan hormat.

__ADS_1


Para prajurit kemudian melepaskan pemuda itu.


"Haruskah aku melaporkan pada Ketua?Entah kenapa aku merasa akan terjadi suatu hal yg buruk.Semoga saja tidak seperti itu"ucap pemuda itu cemas dibenaknya.


__ADS_2