Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#89


__ADS_3

Di sore hari,Pernikahan Fang Hua dan Diwei dilaksanakan.Pernikahan mereka disaksikan dengan beberapa orang saja yaitu Keluarga Fang Hua dan keluarga Diwei saja.


Setelah itu,malam harinya dilakukan makan malam.Makan malam yg dimaksudkan untuk merayakan pernikahan Fang Hua dan Diwei.


Fang Hua ikut dalam makan malam tersebut,tapi tidak sampai selesai.Karna Fang Hua harus melakukan ritual terakhir pernikahan yaitu menunggu suami membuka kain penutup kepala yg menutupi wajah istri.


Fang Hua menunggu Diwei dengan rasa sebal,karna acara makan malamnya tak kunjung selesai dan Fang Hua sudah merasa gerah dengan baju dan kain penutup kepalanya.


"Kenapa lama sekali sih...."keluh Fang Hua sambil mengipas-ngipaskan tangannya karna kepanasan.


"Nona...Apakah sangat gerah??Kalau begitu Yi akan mengambilkan kipas tangan untuk nona"ucap Yi gelisah melihat nonanya begitu.


Setelah membantu permaisuri Lian dalam menyiapkan pernikahan.Yi melayani dan membantu Fang Hua dalam persiapan hingga ritual pernikahan. Yi akan pergi setelah Diwei datang untuk ritual pernikahan yg terakhir.


"Tidak perlu"ucap Fang Hua sambil terus mengipasi dirinya dengan kedua tangannya.


"Kalau begitu apa yg harus Yi lakukan nona??Nona terlihat tidak nyaman"ucap Yi cemas.


"Hmm....Coba kamu lihat ke balai pertemuan.Apakah acara makannya sudah selesai atau belum"


"Baiklah...Mohon nona tunggu sebentar"ucap Yi hormat.


"Iya pergilah..."


Tiba-tiba pintu kamar terbuka.Mata Fang Hua dan Yi langsung tertuju kesana.


Fang Hua dan Yi kira yg akan masuk ke kamar adalah Diwei.Tapi ternyata yg masuk adalah permaisuri Lian.


Fang Hua yg masih memakai kain penutup kepala tidak bisa melihat permaisuri Lian.Dengan percaya diri dan senang,Fang Hua berkata lirih"Diwei sudah datang,kamu pergilah sekarang"


"Bukan tuan Diwei..."ucap Yi lesu.


"Kalau begitu siapa?"tanya Fang Hua bingung.


"Nyonya Lian"ucap Yi.


"Ibunda??Ngapain ibunda kesini??"ucap Fang Hua.


Setelah menutup pintu kamar.Permaisuri Lian kemudian berlari mendekati Fang Hua yg sedang duduk di ranjangnya.


"Nyonya...Nyonya ngapain kesini..."ucap Yi.


"Aku kesini untuk putriku"ucap permaisuri Lian.


"Untukku??"ucap Fang Hua bingung.

__ADS_1


"Iyaa...Ibunda lupa menaruh jimat dibawah kasurmu"ucap permaisuri Lian sambil menaruh sebuah kantong kecil kebawah kasur Fang Hua.


"Aiyaa ibunda....Biar apa ibunda melakukan itu...."keluh Fang Hua.


"Katanya jika menyimpan jimat itu disaat melakukan malam pertama setelah pernikahan.Kamu akan memiliki bayi dengan cepat"ucap permaisuri Lian dengan menggebu-gebu.


"Ibunda...Ibunda percaya dengan mitos??!Itu hanya tipuan ibunda..."ucap Fang Hua kesal.


"Sayang....Cobalah lihat ibundamu ini...


Ibunda dulu juga menganggapnya hanya mitos belaka.Tapi kamu lihat sendiri kan...Ibunda sampai sekarang tidak hamil juga hiks..."ucap permaisuri Lian sedih.


"Yahh ibunda jadi menangis...Duhh aku jadi tidak tega..."ucap Fang Hua dibenaknya.


"Maafkan Xiao ER ibunda...Baiklah Xiao ER ijinkan"ucap Fang Hua.


"Padahal belum tentu aku dan Diwei akan melakukannya hari ini.Karna aku masih merasa belum siap untuk melakukan itu dengannya.Tapi demi ibunda,aku akan berpura-pura nantinya"ucap Fang Hua dibenaknya.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka lagi.Kali ini benaran Diwei yg datang ke kamar.


Semua orang menatap pintu kamar.Namun Fang Hua masih dikeadaan yg sama,tak bisa melihat siapa yg datang ke kamarnya.


Fang Hua lalu bertanya"Siapa?"


"Susah payah?padahal aku melihat nyonya meminta jimat itu pada biksu saat akan pergi.Biksu yg telah menikahkan nona dan tuan tadi sore...


Ada-ada saja nyonya..."ucap Yi dibenaknya saat mendengar ucapan permaisuri Lian.


Meski permaisuri Lian berbisik.Suara permaisuri Lian bisa terdengar Yi.Karna Yi berdiri di sebelah Fang Hua dan permaisuri Lian.


"Ohh menantu sudah datang...Kalau begitu kami pergi dulu...


Ayo Yi kita pergi..."ucap permaisuri Lian sambil menarik tangan Yi.


"I..iyaa"ucap Yi.Yi kemudian ikut permaisuri Lian pergi.


Setelah Yi dan Permaisuri Lian pergi.Diwei berjalan mendekati Fang Hua.


"Maaf telah menunggu lama"ucap Diwei.


"Iya.Tidak apa-apa"ucap Fang Hua.


"Kalau begitu.Aku akan buka penutupnya sekarang"Ucap Diwei.


Jantung Fang Hua berdebar kencang setelah Diwei mengatakan itu.

__ADS_1


"Kenapa jantungku seperti ini sekarang.Padahal tadi baik-baik saja.Bukankah tadi aku merasa kesal karna kepanasan..."ucap Fang Hua heran dibenaknya.


Berbeda dengan putra mahkota.Kali ini,Fang Hua tidak memakai cadarnya.Dan sebelum memakai kain penutup kepala.Fang Hua memakai riasan wajah sedikit.Dia memakai bedak,pemerah pipi dan bibir pada jaman ini dengan setipis mungkin,serta di tambahkan arang kayu untuk menggambar alisnya.Fang Hua memilih arang kayu dibanding tinta,agar tidak tebal dan terlihat hitam natural.


"Ini pertama kalinya aku memakai riasan wajah.Dan riasan yg aku lakukan seperti di jaman modern.Aku harap diwei melihatku dengan tatapan terpukau.Aku jadi gugup...Akan seperti apa reaksinya nanti"ucap Fang Hua dibenaknya.


Diwei lalu membuka kain penutup kepala Fang Hua.


Dan betapa terkejutnya Diwei saat melihat wajah Fang Hua yg dengan riasan wajah itu.Diwei begitu terpikat hingga diam melongo.Dimata Diwei,Fang Hua terlihat seperti Dewi yg cantik.


Melihat Diwei melongo begitu.Fang Hua merasa bingung dibenaknya"Kenapa Diwei begitu??Jangan-jangan baginya riasanku begitu jelek!Kalau begitu aku ikuti saja perkataan Yi untuk memakai riasan tebal...!!!"


Karna tau Fang Hua kali ini tidak memakai cadar di pernikahan.Yi menyiapkan alat dan bahan untuk merias wajah Fang Hua.


Ketika Yi hendak akan merias wajah Fang Hua,Fang Hua menolak dengan mengatakan ingin melakukannya sendiri.Yi lalu pasrah dan hanya melihat.Kemudian Yi membantu membawakan arang kayu dan kuas tulis yg baru sesuai yg Fang Hua minta.


Saat Fang Hua sudah selesai merias wajah.Yi merasa Fang Hua sangat cantik dengan riasan tersebut.Namun karna semua wanita memakai riasan tebal saat menikah.Yi bersikeras meminta Fang Hua untuk merias wajahnya dengan tebal.Tapi Fang Hua menolaknya dan sekali lagi Yi pasrah dengan keputusan nonanya itu.


"Aku jelek ya"gumam Fang Hua.


"A-Apa!!!Tidak!!!Kamu sangat cantik Xiao ER!!!Sangat cantik!!!"teriak Diwei menyangkal.


Teriakan Diwei terdengar hingga keluar kamar.Permaisuri Lian dan Yi yg berada di luar kamar sedang mengupingpun mendengarnya.


"Wahh ternyata riasan wajah nona membuat tuan terpesona!"ucap Yi terkejut.


"Apa kamu bilang...Riasan wajah???"ucap Permaisuri Lian heran.


"Iya nyonya...sebelum memakai kain penutup wajah.Nona melakukan riasan wajah dengan tipis...dan hasilnya sangat cantik...Tapi Yi bersikeras membuat nona berias dengan tebal.Karna orang-orang memakainya begitu ketika menikah.Jadi menurut Yi akan lebih baik kalau nona memakai riasan tebal"ucap Yi.


"Aduhh kamu ini....Xiao ER pasti tau apa yg terbaik untuk dirinya...Kamu malah begitu!!"ucap permaisuri Lian kesal sambil menjitak kepala Yi.


"Sakit nyonyaa...Yi melakukan itu karna mengira tuan akan tidak suka dengan riasan itu...huhuhu"ucap Yi sambil menangis dan mengelus kepalanya.


"Sekarang terbukti kan...Kalau kamu salah...


Lagian ngapain ngikutin mereka kalau hasilnya malah jadi sangat cantik...."ucap permaisuri Lian.


"Baiklah nyonya...Maafkan Yi..."ucap Yi masih menangis.


"Dah lah...Jangan menangis terus...Aku disini kan mau menguping mereka bermesraan!Bukan mau mendengar tangisanmu!


Kalau kita ketahuan gimana?!"keluh Permaisuri Lian.


"Iya nyonya..."ucap Yi sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


__ADS_2