Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Pertandingan Meminum Arak


__ADS_3

"Bagaimana dengan perutmu?"tanya Putra Mahkota khawatir.


"Sudah membaik"ucap Feng Hua singkat.


"Kenapa tidak dimakan?"tanya Putra Mahkota heran,saat melihat Feng Hua hanya mengaduk-aduk sup daging dengan sendok kayunya.


"Entahlah...Sepertinya aku sudah kenyang,aku sudah tidak berselera untuk makan"balas Feng Hua datar.


"Bagaimana mungkin?Sedari pagi kamu belum makan..."ucap Putra Mahkota menegaskan.


"Iya,aku tau"ucap Feng Hua datar.


"Kalau begitu,aku akan meminta paman Fu menyiapkan makanan lainnya untukmu"sembari beranjak dari kursinya.


"Tidak perlu..."ucap Feng Hua.


"Kamu harus makan..."pinta Putra Mahkota dengan menatap Feng Hua cemas.


"Ayo kita kembali saja..."rengek Feng Hua.


"Baiklah..."


"Kenapa Xiao Er seperti ini?Bukannya tadi dia bilang suka supnya..."ucap Putra Mahkota bingung.


__________


"Kenapa berteriak begitu?Ada apa?"tanya Fu penasaran.


Dengan nafas yg tersengal-sengal,Zhaoyang menjawab"Tadi Diwei..ta..di.."


"Diwei?"


Diwei keluar dari pintu dapur ,lalu menimpali"Tadi aku ingin mengobatinya paman...Tapi dia malah kabur..."


"Kamu..."ucap Zhaoyang kesal,tidak terima.


Dengan menarik nafas dan membuangnya kasar,Fu berucap"Diwei meminta obat,untuk menyembuhkan telingamu..."


Diwei tak sengaja melihat lantai atas,Putra Mahkota dan Feng Hua sedang keluar dari pintu.


"Jika Yang Mulia Putra Mahkota melihatku bisa gawat"ucap Diwei panik dibenaknya.


"Tapi Diwei tadi"ucap Zhaoyang belum selesai,namun Diwei menyelanya"Tangkap itu"sambil melempar botol kecil pada Zhaoyang.Zhaoyang lalu menangkapnya dan bertanya"Apa ini?"


Diweipun menjawab"Itu obat dari paman Fu,kamu obati sendiri saja...Aku akan kembali ke dapur",kemudian Diwei berlari menuju dapur dengan cepat.Zhaoyang dan Fu yg melihatnya,merasa heran.


"Paman Fu..."


Zhaoyang dan Paman Fu langsung menoleh pada pemilik suara yg ternyata adalah Putra Mahkota.Mereka melihat Putra Mahkota sedang bergandengan tangan dengan Feng Hua.Zhaoyang yg melihat hal itu merasa cemburu dan berjanji"Suatu saat,aku yg akan menggandengnya seperti itu"dibenaknya.


Kemudian Putra Mahkota melepaskan gandengannya dan mulai mengeluarkan kantung uang dari saku bajunya.


"Ini uangnya paman,terimakasih atas makanannya"ucap Putra Mahkota sembari mengambil 1 koin emas dari kantung tersebut,lalu memberikannya pada Fu.


Paman Fu lalu menerimanya dan mengeluarkan kantung uangnya juga,bermaksud memberi kembalian.Dengan cepat Putra Mahkota,menolak dengan sopan"Jangan paman...sisanya untuk paman saja..."


"Seperti biasa,Yang Mulia bermurah hati.Terimakasih Yang Mulia"ucap Paman Fu hormat.

__ADS_1


"Terimakasih atas makanannya juga paman"ucap Feng Hua sopan.


Zhaoyang hanya diam dan menatap Feng Hua dan Putra Mahkota secara bergantian.


"Ohh ya,perkenalkan...Dia keponakan jauh hamba Yang Mulia"ucap Fu sembari menunjuk Zhaoyang dengan tangan kanannya.


"Perkenalkan,hamba Zhaoyang Yang Mulia"ucap Zhaoyang dengan memberi hormat pada Putra Mahkota dan juga Feng Hua.


"Baiklah Zhaoyang dan paman Fu,kami akan kembali ke istana sekarang..."ucap Putra Mahkota.


"Kalau begitu,kapan-kapan silahkan datang kembali Yang Mulia"ucap Zhaoyang dengan senyum.


"Baiklah..."ucap Putra Mahkota dengan menganggukkan kepala.


Fu dan Zhaoyang kemudian memberi hormat dan berucap"Terimakasih Yang Mulia" bersamaan.


Putra Mahkota lalu menggandeng tangan Feng Hua kembali, kemudian pergi.Setelah kepergian mereka,Zhaoyang masuk ke dapur dengan cepat.Sedangkan paman Fu diajak mengobrol oleh salah satu pelanggan kedai.


Ehm...


Suara deheman yg berasal dari Zhaoyang.Diwei yg tadinya berdiri menunduk dengan tangan menyangga pada meja,lalu menengok ke arah Zhaoyang berada.


"Ada apa?"


"Aku tau...Kamu pasti ada sesuatu dengan Yang Mulia Putra Mahkota kan..."


"Bukan urusanmu!"


"Terlihat jelas sekali..."


Zhaoyang lalu mengambil tangan Diwei dan memberikan botol kecil itu,sambil mengatakan"Obati telingaku"


"Kalau begitu,bagaimana kalau aku beritahu Yang Mulia.Kalau kamu ada disini dan..."


Tanpa protes lebih lanjut,Diwei lalu mengoleskan isi dari botol kecil itu pada daun telinga Zhaoyang.


"Nahh begitu"ucap Zhaoyang menekankan.


"Aku sudah melakukannya,jadi jaga ucapanmu"ucap Diwei ketus,sambil menaruh botol itu ke sebuah meja dan menggebraknya.


"Terus terang aku suka pada Yang Mulia Putri Mahkota"ucap Zhaoyang dengan senyum.


Diwei yg mendengarnya langsung menjitak kepala Zhaoyang dan berucap"Kamu gila ya!"


"Lalu apa bedanya denganmu..."ledek Zhaoyang,sembari mengusap bekas jitak Diwei.


Diwei lalu memberi tinju secara tiba-tiba ke depan wajah Zhaoyang,Zhaoyang dengan cepat berjalan mundur untuk menghindar.Tak berhenti sampai disitu,Diwei berlari dan menendang dengan kaki kanannya pada badan Zhaoyang.Dengan cepat Zhaoyang menangkis dengan tangan kanannya.Diwei lalu menendang arah kepala,dengan cepat Zhaoyang merendahkan tubuh untuk menghindar.


"Hebat juga kamu Zhaoyang"


"Hahaha,jangan pernah meremehkan lawan"


"Hahaha,kamu benar"


Zhaoyang kemudian merangkul pundak Diwei,sambil berucap"Temani aku minum dan mengobrol"


"Hmm,aku tidak mau"ucap Diwei ketus.

__ADS_1


"Jangan menolakku begitu..."rengek Zhaoyang.


"Baiklah,tapi hanya sedikit saja"ucap Diwei.


"Baiklah..."ucap Zhaoyang.Bagai Lain dibibir,lain di hati.Dibatin Zhaoyang malah berbeda"Sepertinya kamu tidak kuat minum.Aku akan memberimu arak yg banyak,dan aku akan mencari tau tentang Yang Mulia Putri Mahkota sebanyak-banyaknya"


Tak lama Fu datang bersama para pelayan dapur.


"Sudah akrab saja"ucap Fu senang,sembari melihat rangkulan Zhaoyang pada Diwei.


"Iya,paman..."ucap Zhaoyang.


"Dia anak dari teman paman.Anaknya tuan Weiheng"ucap Fu.


"Tuan Weiheng,sekte angin hitam?"ucap Zhaoyang.


"Benar,Zhaoyang"ucap Diwei sopan.


"Wahh...Dahulu ayahmu yg telah menolong kami..."teriak Zhaoyang kegirangan.


"Kamu.Kamu.Kamu"ucap Zhaoyang menunjuk 3 orang pelayan dapur.Lalu Zhaoyang melanjutkan ucapannya"Tolong kalian bawakan aku arak istimewa ke lantai atas,diruangan ke dua"


(Arak Istimewa adalah kode Zhaoyang untuk bertanding minum)


Para pelayan dapur mengangguk mengerti,karna sering diminta Zhaoyang untuk melayaninya begitu,kalau ada tamu.


"Baik,Tuan Muda"ucap 3 pelayan dapur bersamaan,lalu berlalu pergi.


"Baiklah,paman...Kami permisi dulu..."ucap Zhaoyang,sambil menggiring Diwei pergi.


"Baiklah,bersenang-senanglah kalian"teriak Fu.


Tak lama merekapun sampai di ruangan ke dua,di lantai atas.


Dengan membuka jendela,Zhaoyang berkata"Jauh-jauh kesini,pasti ada yg mau dilakukan bukan?"


"Iya..."


"Apa itu?"


"Aku tidak bisa memberitahukannya"


"Baiklah..."


Tak lama 2 pelayan dapur membawa 2 gentong arak seukuran lengan orang dewasa dan 1 pelayan dapur membawa 8 mangkuk kosong.


"Banyak sekali!"teriak Diwei kaget.


"Aku ingin bertanding arak denganmu"ucap Zhaoyang lantang.


"Kan aku bilang tidak ingin minum banyak-banyak..."ucap Diwei menegaskan.


"Kalau kamu menang,aku akan mengabulkan permintaanmu"ucap Zhaoyang menggoda.


"Tapi kalau aku kalah?"tanya Diwei penasaran.


"Aku tidak akan meminta apapun darimu..."ucap Zhaoyang menegaskan.

__ADS_1


Merasa tawaran Zhaoyang menarik,Diwei mengangguk mengiyakan.Zhaoyang meminta para pelayan dapur,menyiapkannya.Pelayan dapur yg membawa mangkuk,kemudian menata mangkuk 4 disisi Zhaoyang dan 4 lagi disisi Diwei.Setelah itu,2 pelayan dapur yg membawa gentong arak mulai menuangkan arak ke setiap mangkuk.


Dengan diam-diam Zhaoyang mengambil bungkusan kecil dari lengan bajunya,lalu mengeluarkan pil dari dalamnya,selanjutnya membalikkan badan dan menelan pil tersebut cepat.Setelah itu,memasukkan bungkusan itu kembali ke lengannya.


__ADS_2