
Yi lalu mempertemukan Putra mahkota pada Permaisuri Lian dan Tuan Xiao.
"Kamu boleh pergi Yi"ucap permaisuri Lian.
"Baik nyonya"ucap Yi hormat lalu pergi.
"Jadi,ada keperluan apa Yang Mulia Putra Mahkota datang kemari?"tanya Tuan Xiao penasaran.
"Ma..afkan aku....
Pe-pedangku tidak sengaja melukai punggung Xiao ER"ucap putra mahkota gugup dan sedih.
"Apa?!!"teriak permaisuri Lian terkejut.
"Lalu bagaimana keadaan Xiao Er sekarang Yang Mulia?"tanya Tuan Xiao cemas.
"Yi bilang dia baik-baik saja..."ucap Putra mahkota.
"Aku akan bertanggung jawab.Kalian boleh memberikanku hukuman apapun"ucap putra mahkota lagi.
"Bagaimana mungkin kami bisa menghukum Yang Mulia?Kami tidak perlu melakukannya karna kami akan menerima masalah jika melakukannya"ucap Tuan Xiao.
"Bagaimana bisa Yang Mulia?!!Kenapa pedang Yang Mulia bisa mengenai punggung Xiao ER??!"ucap permaisuri Lian tak menyangka.
"Bagaimana aku mengatakannya?Jika mereka tau alasanku melakukannya karna mau melukai Diwei.Mereka pasti marah dan mungkin saja malah jadi membenciku"ucap putra mahkota bingung dan cemas dibenaknya.
"Xiao ER sudah menikah dengan Diwei...
Jangan-jangan karna itu putra mahkota jadi emosi lalu menyerang Diwei dengan pedang.Tapi tanpa sengaja malah mengenai Xiao Er"pikir Tuan Xiao.
"Sudahlah istriku...Yang terpenting Yang Mulia sudah meminta maaf...
Sekarang kamu datang saja kesana sekarang...Siapa tau Yi dan Diwei membutuhkan bantuanmu"ucap Tuan Xiao.
"Kamu benar.Aku pergi dulu"ucap permaisuri Lian lalu pergi terburu-buru.
"Meski ibunda sudah pergi.Bagaimana aku mengatakannya pada ayah mertua"ucap putra mahkota dibenaknya.
__ADS_1
"Itu karna..."ucap putra mahkota belum selesai tapi Tuan Xiao langsung memotongnya"Yang Mulia tidak perlu menjelaskan.Yang Mulia bisa pergi sekarang"
"Apa??!!Tolong jangan usir aku...Aku ingin disini sampai Xiao ER sembuh...Aku mohon....
Anggap saja itu sebagai hukumannya...."ucap putra mahkota sendu.
"Kalau Putra mahkota disini terus,dia akan berkelahi dengan Diwei atau bahkan membahayakan Diwei lebih parah.Dan juga kalau sampai Yang Mulia Kaisar tau,putra mahkota disini terlalu lama,kami semua akan mengalami bahaya"ucap Tuan Xiao dibenaknya.
"Yang Mulia tidak perlu melakukannya.Lebih baik Yang Mulia pulang ke istana!"ucap Tuan Xiao tegas.
"Ayah mertua....Aku mohon..."bujuk putra mahkota.
"Penjaga!"teriak Tuan Xiao.
beberapa penjaga lalu mendatangi Tuan Xiao.
"Ada apa tuan?"tanya salah satu penjaga.
"Bawa Yang Mulia putra mahkota keluar dari kediaman dan juga jangan biarkan dia masuk lagi!"perintah tuan Xiao.
"Baik tuan"ucap para penjaga serentak.Tapi saat para penjaga akan membawa putra mahkota.Putra mahkota malah berlutut sambil berteriak"Ayah mertua...Aku mohon...!"
"Aku tidak setuju dengan perceraian itu!!!Aku menentangnya...!!!Tidakkah kamu juga berpikiran begitu?!!"teriak putra mahkota.
"Ohh iya...Aku lupa...Xiao ER kan sudah menikah dengan Diwei...Tanpa persetujuan darimu,mana mungkin mereka bisa menikah...
Pantas saja kamu mengusirku pergi dan menyuruhku berhenti memanggilmu ayah mertua"ucap putra mahkota sedih.
"Maafkan aku putra mahkota.Aku harap kamu bisa bahagia tanpa Xiao ER"ucap tuan Xiao dibenaknya.
"Bawa Yang Mulia putra mahkota pergi"perintah tuan Xiao.
Mereka lalu mengangkat putra mahkota untuk membuatnya berdiri agar bisa dibawa.
Dengan pasrah dan meneteskan air mata,putra mahkota merelakan dirinya dibawa oleh para penjaga sambil berucap dibenaknya"Tidak bisa diperbaiki meski aku datang kesini.Ternyata hanya aku saja yg menginginkan hubungan ini tetap utuh"
Tak lama kemudian putra mahkota dilepaskan sesampainya di luar gerbang.
__ADS_1
"Maafkan kami Yang Mulia.Kami hanyalah pelayan yg menuruti apa yg majikan suruh"ucap salah satu penjaga.
"Aku mengerti"ucap putra mahkota.
Semua penjaga lalu memberikan hormat pada putra mahkota.
"Aku harap kalian selalu menjaga keselamatan keluarga ini dengan baik"ucap putra mahkota lalu pergi.
__________
Waktu menunjukkan siang hari.Pasukan Jiazhen telah tiba di depan istana kerajaan Zhou.Jiazhen dan ajudannya lalu menghampirinya.
"Kalian semua laksanakan perintahku!!Hancurkan istana ini sekarang juga!!!Bunuh semua bawahan kecuali keluarga kerajaan!!!"perintah Jiazhen dengan berteriak kencang.
"Baik Yang Mulia Kaisar!!!"teriak semua prajurit serentak.
Setelah menerima perintah itu,semua prajurit langsung menyerang istana kerajaan Zhou.
Tak lama,selang tiga jam kemudian.Semua pelayan,dayang,Kasim,dan prajurit dibunuhnya,bahkan anak kecil dan hewan sekalipun.Yg Mereka tidak bunuh hanya keluarga kerajaan Zhou,yg seperti Jiazhen perintahkan.Mereka menangkapnya lalu mengikat tangan dan kakinya lalu mengumpulkannya di taman kediaman Kaisar Wen.Akan tetapi,mereka tidak menangkap putra mahkota.Karna putra mahkota tidak ada di istana.
"sebenarnya ada apa ini Tuan???Mengapa Tuan menyerang istana??"ucap Kaisar Wen heran dan takut.
"Dia bahkan membunuh semuanya kecuali keluarga kerajaan.Kenapa dia tiba-tiba melakukan ini?!!!"ucap Kaisar Wen marah dibenaknya.
"I-i..ya kakak...hiks...Ka...kak kenapa kamu melakukan i...ni hiks??A..ku ...a.a.a..dikmu hiks dan juga menantu kerajaan ini...?? hiks...hiks"ucap Li Zhishu bergetar ketakutan dan juga sesenggukan menangis.
"Kenapa bisa begini...Padahal aku akan menerima gelar putri mahkota hiks...
orang ini benar-benar menakutkan...
Ayahh kamu dimana??Aku takut sekali....!!Tolong aku!!!"ucap Li Zhishu dibenaknya sambil menangis.
"INILAH AKIBATNYA KARNA BERANI MEMBOHONGIKU!!!"teriak Jiazhen marah.
"Ohh tidak!!Jangan katakan kamu tau...Li Zhishu bukan adikmu!!!"teriak Kaisar Wen dibenaknya.
"apa aku sudah ketahuan?Jika iya,habislah aku...Dan aku bisa seperti para bawahan yg mati itu"ucap Li Zhishu takut dibenaknya.
__ADS_1
"Ta-tapi Tuan.Kebohongan apa yg Tuan maksud?"tanya Permaisuri Fen bingung,heran dan takut.