
Pagi-pagi sekali,Putra Mahkota dan Fang Hua mengunjungi Perdana Mentri Xiao dan Permaisuri Lian.Sesuai tradisi,mempelai pria dan wanita di hari ketiga pernikahan mengunjungi rumah orang tua mempelai perempuan.Putra Mahkota dan Fang Hua disambut dengan hangat,oleh mereka.
"Akhirnya,kamu datang juga Xiao Er"ucap Permaisuri Lian,sembari memeluk rindu Xiao Er.
"ehm...ehm...permaisuri,jangan lupa ada Yang Mulia Putra Mahkota"gumam Perdana Mentri Xiao.
"Maafkan hamba Yang Mulia,salam Yang Mulia"ucap Permaisuri Lian sembari memberi hormat.
"Tidak apa Permaisuri dan Tuan Perdana Mentri,kalian tidak usah sungkan.Xiao Er pun pasti merindukan orang tuanya"ucap Putra Mahkota sembari melirik Feng Hua.
"Beruntungnya putriku menikah denganmu ucap Permaisuri Lian,sembari menepuk bahu kiri Putra Mahkota.
"Mari masuk..."ucap Perdana Mentri Xiao,sembari mempersilahkan dengan tangannya.
Merekapun masuk secara bersamaan hingga ke dalam Aula Pertemuan,diikuti Yi dan 5 dayang istana dibelakangnya.Kemudian mereka semua duduk dan mengobrol.
Sedang asiknya mengobrol,tiba-tiba para penjaga mengumumkan kedatangan para selir dan anak mereka.
"Salam,Yang Mulia"ucap mereka bersamaan sambil memberi hormat.
"Kenalkan nama kalian satu-satu,Yang Mulia pasti ingin tau semua keluarga Xiao Er"ucap Perdana Mentri Xiao.
Mendengar perkataan Perdana Mentri Xiao,para selir memperkenalkan diri dan meperkenalkan anak mereka.
"Perkenalkan hamba adalah Selir Pertama Huaran dan ini putri hamba Xiao Jiao"ucap Selir Pertama Huaran,sembari melihat Xiao Jiao .
"Perkenalkan, hamba adalah Selir Kedua Anming dan ini putra hamba Xiao Minghao"ucap Selir Kedua Anming ,sembari menunjuk Xiao Minghao.
"Perkenalkan, hamba adalah Selir Ketiga Kaili dan ini putra hamba Xiao Tuoli"ucap Selir Ketiga Kaili menunjuk Xiao Tuoli.
"Perkenalkan,hamba adalah Selir Keempat Yimin.Hamba belum mempunyai anak"ucap Selir Keempat Yimin.
"Baiklah,kalian duduklah"ucap Putra Mahkota mempersilahkan.
"Terimakasih,Yang Mulia"ucap mereka bersamaan,sembari memberi hormat.
Permaisuri Lian menyuruh para pelayan membawakan banyak hidangan dan minuman.Mereka semua kemudian memakannya.
"Bagaimana keadaanmu Xiao Er?apakah kamu betah disana?apa kamu melayani Putra Mahkota dengan baik?"tanya Permaisuri Lian beruntun.
"Baik ibunda"
"Betah ibunda"
"Tentu saja ibunda"ucap Fang Hua.
Diam-diam Putra Mahkota mendengarkan disebelahnya.
"Bohong ibunda"ucap Putra Mahkota menimpali.
"Apa?!"kaget Permaisuri Lian dan hampir tersedak oleh makanannya.
__ADS_1
"Iya ,ibunda.Xiao Er bahkan menjauhkan dirinya dariku.Aku merasa kesepian"ucap Putra Mahkota berpura-pura,sembari melirik Fang Hua.
"Benarkah yg dikatakan Yang Mulia?"tanya Permaisuri Lian penasaran.
"Tidak,ibunda"ucap Fang Hua ,sembari melirik kesal Putra Mahkota.
"Ibunda,aku hanya bercanda"ucap Putra Mahkota meledek,sembari tertawa kecil dan melirik Fang Hua bersamaan.
"Ohh,begitu...
aduhh hamba di panggil ibunda"ucap Permaisuri Lian senang.Kemudian tertawa kecil.
"aduhh...pagi-pagi sudah bikin drama,cihh.."ucap Fang Hua kesal dalam hati,sembari melihat Putra Mahkota dan ibunya sedang tertawa bersama.
Setelah perkenalan dan sarapan pagi telah usai.Putra Mahkota diajak Fang Hua berkeliling di kediaman Xiao Er(Fang Hua).
"Bagaimana keluargaku?"tanya Fang Hua.
"Ramah dan aku suka"ucap Putra Mahkota senyum.
Mereka pun berjalan-jalan disekitar taman,lalu berhenti tepat dimana mereka bertemu malam itu.
"Kamu ingat ngga?disini juga kamu memanggilku aku kamu juga"tanya Putra Mahkota meledek.
"Habisnya Yang Mulia menjengkelkan,hamba jadi lupa untuk bersopan santun"ketus Fang Hua.
"Saat malam pernikahan juga,kamu marah dan aku kamu yg kamu katakan"ucap Putra Mahkota dengan terkekeh.
"Baiklah,tapi aku suka yg seperti itu,jika hanya ada kita berdua.Aku mau kita seperti itu."ucap Putra Mahkota
"Baiklah,Yang Mulia"ucap Fang Hua mengiyakan.
"baru saja aku mengatakan"ucap Putra Mahkota sembari menghela nafas.Fang Hua hanya membalasnya dengan tertawa.
Mereka tidak tau,diam-diam diawasi oleh Selir Pertama Huaran dan anaknya dari kejauhan.
"Ibu...
Lihat mereka,aku benci pada Xiao Er"ucap Xiao Jiao kesal.
"Tenanglah Xiao Jiao,ibu sudah memikirkan rencana yg lain.Ayo kita kembali,sebelum ada yg melihat"bisik Selir Pertama Huaran,sembari melirik Xiao Jiao.Xiao Jiao membalas dengan menganggukan kepala.
Pada saat yg sama Diwei,Ping,Fai,dan Ho.Diam-diam mengawasi mereka juga dari kejauhan.
"Pasangan yg harmonis"celetuk Ping,sembari menghela nafas.
"Kau benar,Ping"ucap Ho menimpali.
"Beruntung sekali Putra Mahkota menikahi majikan kita yg baik hati"ucap Fai sedikit kesal.
"Andai,nona tidak dijodohkan"ucap Diwei dalam hati.
__ADS_1
"Wahh,coba lihat itu!Ada yg mengawasi mereka dari sana"seru Ho kaget.
"Cepat ikuti kedua orang itu!"teriak Diwei khawatir.
Merekapun bergegas mengikuti Selir Pertama Huaran dan Xiao Jiao dari kejauhan.
__________
Kediaman Xiao Er(malam hari)
Fang Hua dan Putra Mahkota memutuskan menginap di kediaman Fang Hua hari ini.
"Yang Mulia,malam ini mau makan apa?"tanya Fang Hua.
"Apapun yg istriku buat,aku akan memakannya"jawab Putra Mahkota.
"Yang Muliaa...lagi..."ucap Putra Mahkota kecewa,sembari memanyunkan bibirnya.
"Baiklah...
Kamu,malam ini mau makan apa?tanya Fang Hua lagi.
"Apapun yg istriku buat,aku akan memakannya"jawab Putra Mahkota.
"Sepertinya ada yg kurang..."ucap Putra Mahkota sembari mengeryitkan dahi dan berpikir sejenak.
"Memangnya kurang apa?"tanya Fang Hua penasaran.
"Ohh...itu...
panggil aku suami"ucap Putra Mahkota terkekeh.
"Baiklah,suamiku.Aku akan menyiapkan makanan untukmu yaa..."ucap Fang Hua sembari menghela nafas.
"Baiklah,istriku.."ucap Putra Mahkota senang.
Setelah itu Fang Hua langsung bergegas ke dapur,lalu menyiapkan berbagai hidangan dibantu Yi dan para dayang istana.
15 menit kemudian Fang Hua membawanya bersama Yi dan para dayang istana.
"Silakan dimakan suamiku..."ucap Fang Hua mempersilahkan.
"Mari makan,istriku"ucap Putra Mahkota dengan wajah berseri.
"Kalau begitu,aku akan mengambil sedikit saja.Suamiku yg habiskan,Xiao Er sudah kenyang"ucap Fang Hua membujuk
"Baiklah,aku yg habiskan"ucap Putra Mahkota mengiyakan.
"Maafkan aku Yang Mulia"ucap Fang Hua dalam hati,sembari mencampurkan obat tidur disisa makanan dengan diam-diam.
Putra Mahkota tidak curiga sama sekali saat memakannya,setelah 10 menit memakannya obat itupun bekerja.Putra Mahkota mengaku ngantuk dan ingin tidur,Fang Hua pun mengaku ngantuk dan ingin tidur juga.Merekapun memutuskan untuk tidur.
__ADS_1
Tanpa Putra Mahkota sadari karena sudah memakan obat tidur,Fang Hua diam-diam menyelinap keluar pada tengah malam.