Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Bertemu Diwei


__ADS_3

"Bukannya membawa Li Zhishu pergi,malah aku yg diusir.Dan ujung-ujungnya Li Zhishu ditinggalkan di kamarku"ucap Putri Jingmi kesal dibenaknya,lalu menghela nafas panjang.


"Sebenarnya apa yg kamu lakukan sih?"ucap Putri Jingmi dengan mata sinis.


"Aku tidak melakukan apa-apa"ucap Li Zhishu ketus.


"Kalau tidak!Kenapa kakakku pergi dengan cepat?!"ucap Putri Jingmi dengan sedikit membentak.


"Aku tidak tau,dia hanya mengatakan.Ah tidak...Maaf aku harus pergi sekarang...


"ucap Li Zhishu sembari menuangkan air ke cangkirnya dan meminumnya.


"Kenapa aku merasa,ada yg aneh pada kakak"ucap Putri Jingmi sambil memainkan jari-jemarinya diatas meja.


"Memang ada yg aneh pada kakakmu"gumam Li Zhishu dibenaknya.


"Sudahlah...Lagi pula aku akan menikah dengan Putra Mahkota"ucap Li Zhishu dengan tawa senang.


"Kamu gimana sih?!Kamu lupa?!!Aku membantumu karna apa?!"ucap Putri Jingmi marah.


"Ingin rasanya ku becek-becek kamu Putri Jingmi.Tapi karna kamu seorang putri raja dan adik dari orang yg kucintai,aku akan bersabar menghadapimu"ucap Li Zhishu sebal dibenaknya.


"Iya.Iya.Membuat si muka jelek Xiao Er cerai dari Putra Mahkota"ucap Li Zhishu dengan memanyunkan bibirnya.


"Sebelum dia benar-benar menjadi ratu,kita harus menyingkirkan dia secepatnya.Aku tidak mau kerajaan Zhou ini tercemar,karna memiliki ratu dengan wajah jelek"ucap Putri Jingmi ketus.


"Kamu tenang saja...Aku adalah cinta pertama Putra Mahkota"ucap Li Zhishu dengan percaya diri sambil menyeringai.


"Semoga saja begitu"ucap Putri Jiming remeh.


"Ahh,sebal sekali aku menghadapi gadis ini.Kalau bukan demi kakak..Aku tidak mau bekerja sama dengannya"ucap Jiming dibenaknya.


"Ya sudah...Sekarang kamu pergilah..."ucap Putri Jingmi dengan mengibas-ngibas tangan kanannya.


"Baiklah..Aku pergi.."ucap Li Zhishu dengan hormat,lalu bergegas pergi.


__________


Setelah Feng Hua puas memandangi pemandangan,tak sengaja Feng Hua melihat seorang laki-laki sedang berjalan di dalam kerumunan orang.

__ADS_1


"Sepertinya aku mengenalnya?"pikir Feng Hua.


Tak lama,orang itu keluar dari kerumunan dan berjalan menuju arah kedai makanan tempat Feng Hua dan Putra Mahkota makan siang dengan mengelus-elus perutnya.


"Ahh aku lapar,mungkin aku akan makan dulu di kedai paman Fu"ucap Diwei dibenaknya,sembari menyebrang jalan ke kedai makanan yg berada didepannya.


"Ternyata Diwei!"teriak Feng Hua senang dibenaknya.


Entah kenapa,saat Diwei sudah sampai didepan kedai makanan,dia tak sengaja melihat ke arah jendela di lantai atas.


Betapa terkejutnya Diwei,dengan apa yg dilihatnya."Xiao Er"ucap Diwei dengan menutup mulutnya dengan tangan kanannya tak menyangka.


"Aku rindu padamu Xiao Er"ucap Diwei dibenaknya,sembari tersenyum dan melambaikan tangan.


Feng Hua ingin membalas lambaian tangan Diwei,namun dia sadar ada Putra Mahkota didekatnya.Sehingga, dia hanya bisa menatap Diwei intens dari atas dan sedikit melirik ke arah Putra Mahkota.


Diwei tak mengerti kenapa Feng Hua tak membalas lambaian tangannya.Namun,setelah dia menelusuri lirikan Feng Hua.


Diwei baru mengerti,kenapa Feng Hua tak membalas lambaian tangannya.Ternyata ada Putra Mahkota yg sedang duduk menghadap Feng Hua.Namun Feng Hua duduk menyamping ke arah jendela sambil memandang keluar kedai makanan.


Takut Putra Mahkota menyadari keberadaannya,Diwei pun masuk ke kedai makanan dengan langkah cepat.


Melihat Diwei masuk ke kedai,Feng Hua berniat menemuinya secara diam-diam.


"Kenapa kamu tertawa?"tanya Putra Mahkota heran.


"Ternyata kamu lapar sekali hingga air liur menetes dari bibirmu"ucap Feng Hua dengan tertawa kecil dan menunjuk ke arah bibir Putra Mahkota.


Putra Mahkota lalu mengelap air liurnya, dengan ujung lengan bajunya.Lalu berkata"Iya aku lapar sekali hingga aku meneteskan air liurku"


"Aku melihatnya hingga air liurku jatuh"ucap Putra Mahkota malu dibenaknya.


"Aku akan bertanya pada paman Fu,sekarang"ucap Putra Mahkota dengan beranjak dari kursinya.


"Tu..Tunggu...Aku saja yg menanyakannya.Sekalian,aku pergi ke kamar kecil"ucap Feng Hua ikut beranjak dari kursinya.


"Tapi..."ucap Putra Mahkota ragu.


"Tidak usah khawatir,aku akan cepat kembali"ucap Feng Hua,sembari menggiring Putra Mahkota duduk kembali.

__ADS_1


"Baiklah,hati-hati dan cepat kembali"ucap Putra Mahkota.


Setelah membuat Putra Mahkota duduk kembali,Feng Hua bergegas keluar dari ruangan,lalu menuruni anak tangga sambil melihat orang-orang ditiap-tiap meja dan setiap sudut ruangan.Namun,Feng Hua tak menemukan sosok Diwei berada.


"Tidak ada Diwei dimana-mana"ucap Feng Hua kesal dibenaknya.


Karna Diwei tak kunjung ditemukan,Feng Hua kemudian berubah haluan mencari Fu.Namun,hasilnya pun sama seperti Diwei,Fu tak bisa ditemukan.


"Diwei tak ada dan Paman Fu juga tak ada"ucap Feng Hua lesu.


"Mungkin Diwei sudah pergi sekarang"pikir Feng Hua.


"Ya,sudahlah...Aku akan mencari Paman Fu saja.Karna Paman Fu tau identitas Putra Mahkota dan aku,kemungkinan dia pemilik kedai makanan ini.Kalau tidak ada disini,mungkin saja di dapur mengawasi pelayan dapur memasak"ucap Feng Hua dibenaknya.


"Tega sekali Diwei..Tanpa menemuiku,dia pergi begitu saja..."ucap Feng Hua sedih dibenaknya,sambil berjalan menuju dapur.Tak disangka Diwei ada di dapur bersama Fu sedang mengobrol.


Feng Hua lalu mendekati mereka.Feng Hua berdiri diantara Diwei dan Fu yg saling berhadapan.


"Paman Fu.Apakah makanan kami masih lama?"celetuk Feng Hua menyela obrolan Fu dan Diwei.


"Sudah selesai Yang Mulia,akan diantar keatas segera"ucap Fu sopan.


"Ohh,begitu.Aku ingin ke kamar kecil,ada dibagian mana ya?"tanya Feng Hua lagi.


"Bagaimana, kalau pelayan wanita disini yg mengantarkan Yang Mulia ke kamar kecil"ucap Fu dengan menengok kesana-sini mencari pelayan wanita yg tidak sibuk.


"Ahh jangan...Aku sendiri saja...Aku tidak ingin merepotkan orang-orang...Paman tunjukkan saja,dimana kamar kecil berada?"ucap Feng Hua.


"Baiklah...Karna Yang Mulia memaksa.Yang Mulia berjalan lurus saja...nanti jika menemukan persimpangan belok kiri"ucap Paman Fu sopan.


"Ahh,baiklah.Terimakasih Paman Fu"ucap Feng Hua ramah.


"Tidak perlu sungkan Yang Mulia"ucap Paman Fu hormat.


Feng Hua kemudian menarik lengan baju Diwei diam-diam.Feng Hua lalu memberi sinyal pada Diwei dengan tangan kiri,untuk mengikutinya.Setelah itu Feng Hua,bergegas menuju ke kamar kecil.


Sesampainya di kamar kecil,Feng Hua kemudian menunggu didepannya.Tak lama,Diwei pun datang.


"Aku kira,kamu tidak akan mengerti"ledek Feng Hua.

__ADS_1


"Ehm...Mana mungkin aku tidak mengerti"ucap Diwei dengan sedikit tertawa.


"Bagaimana kabarmu?"tanya Feng Hua.


__ADS_2