Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Kecemasan


__ADS_3

Sesampainya mereka di kamar,mereka mendapati Perdana Mentri Xiao dengan wajah cemasnya duduk berhadapan dengan Permaisuri Lian yg sedang menangis.


Fang Hua lalu mendekati mereka,sedangkan Yi keluar dan menutup pintu kamar.


"ada apa ini?"tanya Fang Hua dalam hati.


"salam ibunda dan ayahanda"ucap Fang Hua sembari memberi hormat.


saat mereka sadar Fang Hua datang,mereka lalu berdiri dan memeluk Fang Hua bersamaan.


"sebenarnya ada perlu apa ibunda dan ayahanda kemari?ucap Fang Hua penasaran.


Kemudian mereka melepaskan pelukannya.


"Kami datang untuk melihat keadaanmu,untunglah kamu baik-baik saja"ucap Perdana Mentri sembari bernafas lega.


"Untunglah kamu baik-baik saja"ucap Permaisuri Lian sembari mengusap air matanya menggunakan ujung lengan pakaiannya.


"Sebenarnya apa yg terjadi? sehingga ibunda dan ayahanda cemas seperti ini?"tanya Fang Hua penasaran.


"awalnya ibunda mau kepasar membeli sesuatu dan saat mau keluar gerbang ,tak sengaja bertemu para pelayanmu yg sedang berlarian.


Mereka berlari ketakutan,lalu ibunda menanyai salah satu dari mereka.Katanya para penjaga dan kamu meninggal,lalu dia juga bilang kalau kamu jadi hantu.


Ibunda yg mendengarnya langsung menangis ,kemudian menceritakannya pada ayahandamu.Akhirnya kami memutuskan datang kesini,dan ternyata kamu baik-baik saja"ucap Permaisuri Lian.


"ya,ampun..."seru Fang Hua sembari menepuk jidatnya.


"tapi ayahanda ngga melihat para penjaga,kemana mereka semua?apa benar yg dikatakan pelayan itu?tapi kamu baik-baik saja?"ucap Perdana Mentri bertanya-tanya.


"jadi begini ceritanya ada 5 perampok diam-diam menerobos masuk dan membunuh semua para penjaga,saat mereka akan masuk ke kamarku untuk merampok.


Para pengawal bayangan menolongku,untung saja ada mereka kalau tidak putri kalian sudah meninggal"jawab Fang Hua sembari menatap mereka lekat.


"pengawal bayangan?kamu dapat dari mana?"tanya Perdana Mentri penasaran.


"aduhh gawat...kehabisan ide...."teriak Xiao Er dalam hati,sembari berpikir.


"ohh soal itu...


awalnya begini ayahanda...

__ADS_1


Malam itu,Xiao Er sedang jalan-jalan di pasar malam.Lalu kantong uang Xiao Er,di curi orang.


Saat Xiao Er mengejarnya,Xiao Er kehilangan jejak.Tidak disangka ada 4 laki-laki datang menolong, akhirnya uang Xiao Er kembali berkat mereka.


Saat Xiao Er memberikan hadiah mereka tidak mau,mereka hanya butuh pekerjaan dan tempat tinggal.Lalu Xiao Er menawarkan mereka jadi penjaga,tapi mereka tidak mau.


Mereka bilang ingin jadi pengawal bayangan untuk melindungiku secara diam-diam, kata mereka supaya Xiao Er baik-baik saja dan mereka terbukti melakukannya semalam."ucap Fang Hua meyakinkan kebohongannya.


"beruntung bisa menjawabnya"ucap Fang Hua dalam hati sembari bernafas lega.


"tapi Yi tak pernah cerita soal kantong uangmu tercuri dan ada yg menolongmu"ucap Permaisuri Lian heran.


"jangan tanya-tanya lagi...aku bingung jawabnya..."teriak Fang Hua dalam hati.


"Xiao Er pergi diam-diam tanpa Yi tau"lirih Feng Hua.


"nahh,udah taukan jawabannya...


please udahan ibunda..."ucap Fang Hua dalam hati.


"pantas saja,lainkali kamu jangan begitu...


"baik,ibunda..."ucap Fang Hua sembari menganggukan kepala.


"ibunda ngga mau Xiao Er pergi sendirian lainkali"keluh Permaisuri Lian.


"melihat Permaisuri Lian dan Perdana Mentri khawatir begini,aku jadi merindukan orangtuaku di jaman modern.


Bagaimana keaadaan mereka ya?aku harap mereka baik-baik saja..."ucap Feng Hua dalam hati sembari menitikkan air mata.


"kamu menangis Xiao Er..."ucap Perdana Mentri Xiao khawatir.


"aduhh,maafkan ibunda putriku...


ibunda melakukannya demi kebaikanmu" ucap Permaisuri Lian sembari memeluk Fang Hua dengan lembut.


"Xiao Er menangis bukan karena itu,Xiao Er menangis karena bahagia punya orangtua seperti kalian"ucap Fang Hua senang.


"kamu menakuti ibunda"ucap Permaisuri Lian meledek.


"karna para penjaga di kediamanmu sudah meninggal semua,ayahanda akan mencarikannya dengan segera dan juga mencari banyak pelayan untuk mengurusimu.

__ADS_1


Ayahanda tidak mau cuma Yi yg mengurusimu,walaupun sampai sekarang kita belum mendapatkan pelayan lagi untukmu"ucap Perdana Mentri Xiao meyakinkan.


"Xiao Er tidak mau membebani ayahanda terus menerus,Xiao Er sendiri yg akan mencari para penjaga dan para pelayan"ucap Fang Hua sembari menatap Perdana Mentri Xiao.


"baiklah,kalau itu maumu.Sepertinya cukup sampai disini saja,ibunda dan ayahanda pamit untuk kembali"ucap Perdana Mentri Xiao sambil menepuk bahu kiri Xiao Er.


"udahh mau pulang ajaa,padahal belum ngomong besok barang-barang untuk persiapan pernikahannya akan datang.Tapi diam dulu aja,biar Xiao Er nanti terkejut hehe"ucap Permaisuri Lian dalam hati.


"baiklah, Xiao Er akan mengantarkan sampai pintu depan"ucap Fang Hua sembari mempersilahkan dengan tangan kanannya.


setelah mengantar kepergian Permaisuri Lian dan Perdana Mentri Xiao.Fang Hua kemudian kembali menemui Diwei,Ping,Fai,dan Ho yg masih berada di dalam Gazebo.


Maaf telat untuk penjelasannya🤗🤗🤗Dalam cerita ini,


Kaisar.


Istri pertama diberi gelar Ratu


Selain itu Selir,dan ada tingkatannya.


Selir yg mengandung lebih dulu akan dinaikan gelarnya menjadi permaisuri/istri kedua dari kaisar.


putra mahkota


putra mahkota adalah gelar untuk pangeran yg dicalonkan menjadi kaisar.Putra mahkota biasanya dilahirkan dari ratu,namun jika tidak mendapatkan keturunan dari ratu,maka anak dari selir yg menggantikannya.


Istri pertama diberi gelar Putri mahkota(calon ratu),bisa menjadi ratu ketika putra mahkota sudah menjadi kaisar.


Istri kedua dan seterusnya diberi gelar selir sesuai tingkatan dalam urutan pernikahan.


Pangeran


Istri pertama diberi gelar permaisuri.


Istri kedua dan seterusnya diberi gelar selir sesuai tingkatan dalam urutan pernikahan.


Bangsawan.


Istri pertama diberi gelar permaisuri.Sedangkan istri lainnya diberi gelar Selir sesuai tingkatan dalam urutan pernikahan.


Note : Wanita yg dinikahi diberi gelar seperti diatas.Sedangkan yg tidak disebut gundik(simpanan).

__ADS_1


__ADS_2