
Tak lama Feng Hua pun keluar dari pemandian,lalu disambut Putra Mahkota dari depan pintu.
Kemudian Putra Mahkota menarik tangan Feng Hua dan berjalan menuju meja.Di atas meja sudah tersedia berbagai macam makanan dari yg bertumis,berkukus,dan berkuah.
"Duduk dan makanlah"pinta Putra Mahkota.
"Tapi rambutku masih basah..."ucap Feng Hua ragu.
"Dari pagi kamu belum makan...Aku takut kamu sakit nantinya..."ucap Putra Mahkota khawatir.
"Baiklah"ucap Feng Hua,sembari menarik kursi dan duduk.
"Buka saja cadarmu,supaya kamu gampang memakannya"pinta Putra Mahkota.
"Iya"ucap Feng Hua,sembari membuka cadarnya,lalu mendekatkan semangkuk sup tahu dan memakannya.
"Masuklah Yi..."perintah Putra Mahkota.
Yi yg mendengar sebuah perintah dari luar kamar pun menjawab"Baik,Yang Mulia.."
Yi pun masuk dan memberi hormat pada Putra Mahkota dan juga Feng Hua,sambil bertanya"Ada perlu apa Yang Mulia?"
"Jadi Yang Mulia sudah tau,kalau nona Xiao Er sudah sembuh"gumam Yi dibenaknya,sembari melihat Feng Hua tanpa memakai cadar.
"Bawakan aku kain untuk mengeringkan rambut Xiao Er"ucap Putra Mahkota.
"Baik.Yang Mulia"ucap Yi dengan anggukkan kepala.Kemudian Yi mengambil kain yg lumayan tebal dari sebuah lemari,lalu memberikannya pada Putra Mahkota.
"Semoga saja...Perasaan Xiao Er membaik,setelah datang ke perayaan musim semi malam ini.Sejak dari Kedai paman Fu,Xiao Er mendiamkanku"ucap Putra Mahkota berharap dibenaknya,sembari mengeringkan rambut Feng Hua dengan kain yg diberikan Yi.
"Mohon maaf,Yang Mulia Putra Mahkota.Biar hamba saja,yg mengeringkan rambut Yang Mulia Putri Mahkota"ucap Yi dengan hormat.
"Tidak perlu Yi...Aku ingin mengeringkan rambut Xiao Er...Nanti kalau sudah kering,kamu yg menatanya ya..."ucap Putra Mahkota sopan.
"Baik.Yang Mulia"ucap Yi dengan anggukan kepala.
"Ohh ya,setelah ini.Saat matahari sudah terbenam...Aku akan mengajakmu ke sungai Shanghe"
"sungai Shanghe?untuk apa?"
"Merayakan musim semi,sesuai janjiku saat itu"
__ADS_1
"Maafkan Xiao Er.Xiao Er ingin lainkali saja..."
"Tidak bisa Xiao Er,hari ini hari ke 15 perayaan...Aku juga sudah membuat Pelita Harapan untuk kita"
"Rasanya malas sekali..."Keluh Feng Hua dibenaknya.
"Baiklah...Kalau begitu,mari kita pergi kesana"
Setelah Feng Hua menyelesaikan makannya,meski tidak habis.Kemudian Putra Mahkota meminta Yi menata rambut Feng Hua dan memakaikan cadarnya kembali.
Tak lama setelah matahari terbenam.Feng Hua dan Putra Mahkota pergi menuju ke sungai Shanghe,yg mana perayaan musim semi akan berlangsung.Mereka pergi beserta ajudan Xu dan para pengawal bayangan yg berjumlah 5 orang,termasuk Ping dan Ho menggunakan dua buah kereta kuda dan dua kuda.
Satu kereta kuda diisi Feng Hua dan Putra Mahkota dengan kusir ajudan Xu,Satu kereta kuda yg lainnya berisi Pelita Harapan dan 2 pengawal bayangan milik Putra Mahkota dengan kusir pengawal bayangan Putra Mahkota lainnya,sedangkan 2 ekor kuda dinaiki oleh Ping dan Ho.
__________
Setiap tahun,disaat bunga persik mekar untuk pertama kalinya.Semua orang di wilayah kerajaan Zhou merayakan perayaan musim semi.
Di kalangan istana kerajaan Zhou,perayaan musim semi dilakukan selama satu hari.Dalam merayakannya,Kaisar akan mengundang para biksu ke istana untuk berdoa di pagi hari.Lalu di malam harinya,diadakan sebuah perjamuan di kalangan istana.
Sedangkan di kalangan rakyat kerajaan Zhou.Perayaan musim semi diadakan selama 15 hari lamanya saat malam hari,di pinggir sungai Shanghe.Seharusnya hanya dilangsungkan selama satu hari saja,namun diubah menjadi 15 hari,karena banyak orang yg terkadang tidak bisa datang di hari itu juga.
Mereka melakukan perayaan musim semi dengan menyalakan kembang api sebagai tanda mulainya perayaan,lalu menyaksikan pertunjukkan seni,dan diakhiri dengan masing-masing orang melarungkan sebuah Pelita Harapan di aliran sungai Shanghe(sebagai puncak perayaan musim semi).
Pelita Harapan terbuat dari lilin yang dikelilingi bambu/kayu,dilapisi sutra/kertas yg bertuliskan harapan/keinginan orang yg melarungkannya.Maksud dari lapisan sutra/kertas pada Pelita Harapan adalah agar nyala api tidak tertiup angin.
Selain itu,dipercaya api yg tidak padam dapat menerangi jalan harapan/keinginan menuju para Dewa.Tujuan melarungkan Pelita Harapan adalah terkabulnya harapan/keinginan seseorang.
Sungai Shanghe terbentang diantara kerajaan Zhou dan kerajaan Xia.Sungai Shanghe,termasuk sungai yg lumayan dalam dan lebar.
Kerajaan Xia juga mengadakan perayaan musim semi,sama halnya kerajaan Zhou.Karna awalnya kerajaan Xia adalah bagian wilayah kerajaan Zhou,karna itulah mereka mengadakan perayaan musim semi yg sama dengan kerajaan Zhou.
Namun,Seiring berjalannya waktu.Wilayah tersebut mendirikan kerajaan sendiri yg disebut Xia.
Demi keamanan dan ketertiban,di sepanjang pinggir sungai kerajaan Zhou dan kerajaan Xia terdapat pengawal untuk menjaga masing-masing wilayah selama bertahun-tahun.
__________
Setibanya di pinggir sungai Shanghe(malam hari)
Kembang api ada dimana-mana,mewarnai langit biru yg gelap dengan sedikit kerlap-kerlip cahaya bintang.Tanda perayaan musim semi akan segera di mulai.Kemudian orang-orang mulai berbondong-bondong untuk menyaksikan pertunjukkan seni yg di mulai dari opera.
__ADS_1
Goong~~
berasal dari Gong yg dipukul oleh salah seorang anggota opera,merupakan tanda opera akan segera ditampilkan.
Tak lama para pemain opera pun muncul,diiringi dengan tepuk tangan yg gemuruh dari para rakyat kerajaan Zhou yg antusias dalam menyaksikan opera tersebut.
"Ayo,kita kesana Xiao Er..."ucap Putra Mahkota sembari menarik tangan Feng Hua.
"Baiklah"ucap Feng Hua mengiyakan.
Merekapun berjalan cepat mendekati pertunjukkan itu,dengan diikuti ajudan Xu dan para pengawal bayangan termasuk Ping dan Ho yg menyamar dari belakang.
"Akhirnya kita bisa keluar dari istana"bisik Ping ditelinga Ho.
"Kamu benar...Rasanya sungguh lega sekali..."ucap Ho bisik balik.
"Sungguh tertekan berada di istana,mau kemana-mana tidak leluasa.Rasanya ingin keluar saja dari pekerjaan ini huhu"gumam Ping.
"Huss..Sudah hentikan pembicaraan ini!Jangan lupa...Kalau kita pernah bersumpah untuk melindungi nona..."ucap Ho tegas.
"Kamu benar"ucap Ping dengan menghela nafas.
"Dan jangan lupa...Nona pernah mengampuni nyawa kita..."ucap Ho menekankan.
"Iya,aku ingat..."seru Ping.
"Kalian sedang apa?!"teriak Xu.
"Ahaha...Kami sedang membahas betapa ramainya saat ini"ucap Ping dengan membuka tangannya lebar-lebar,hingga mengenai orang-orang disekitarnya.
"Heyy,yang benar tangannya...Mengganggu saja..."Keluh para penonton yg terkena tangan Ping.
Ping pun langsung menyingkap tangannya dan berucap"Maaf...Maaf..."sambil memberi hormat.
"Kalian harus mengawasi Yang Mulia...Jangan bermain-main..."ucap Xu tegas,dengan sedikit marah.
"Baiklah.Baiklah...Kami mengerti"ucap Ping.
Setelah itu,Xu pun pergi mengawasi Putra Mahkota dan juga Feng Hua dari jarak yg lebih dekat.
"Huhh...Gara-gara kamu..
__ADS_1
Kita jadi dimarahin sama si galak itu!"bentak Ho.
"Aku kan tidak sengaja..."ucap Ping mengelak.