
Kediaman Putra Mahkota Chen(pagi hari)
Pernikahan Fang Hua dan Putra Mahkota sudah memasuki hari kedua,hari kedua setelah pernikahan disebut dengan hari tenang.
Hari tenang adalah mereka yg sudah menikah tidak boleh keluar rumah,jika tidak dilakukan akan terjadi sesuatu yg buruk pada mereka.
Sekali lagi,Fang Hua terbangun lebih dulu dari Putra Mahkota.Fang Hua terkejut lagi, saat melihat Putra Mahkota memeluknya lagi ketika tidur.Fang Hua pun melepaskan pelukannya secara paksa,lalu beranjak dari ranjang dengan cepat.Putra Mahkota yg menyadari hal itu,langsung mengubah posisi tidurnya menjadi posisi duduk.
"Kenapa kamu terburu-buru begitu?bukannya hari ini adalah hari tenang?"tanya Putra Mahkota kesal.
"Iya,tapi memangnya kita tidak melakukan apapun?"balas Fang Hua ketus.
"Ada,membuat bayi yg imut.Seperti ucapan Bibi"ucap Putra Mahkota sembari tersenyum manis.
"Pagi ini,Yang Mulia ingin sarapan dengan apa?"tanya Fang Hua mengalihkan pembicaraan.
"mengalihkan pembicaraan cihh"gumam Putra Mahkota kesal dalam hati.
"Apapun yg istriku buat,aku akan memakannya"ucap Putra Mahkota meledek.
"Baiklah,Yang Mulia"ucap Fang Hua ,sembari menganggukan kepala dan berlalu pergi.
15 menit berlalu,Fang Hua bersama para dayang istana membawa beberapa hidangan dan minuman.Kemudian,merekapun menyantapnya.Lalu, Fang Hua menyuruh para dayang untuk mempersiapkan pemandian untuk Putra Mahkota.
"Yang Mulia,pemandian telah siap"ujar salah satu dayang istana.
"Kali ini,kamu tidak akan bisa menghindar lagi dariku"ucap Putra Mahkota dalam hati.
"Baiklah,kalian boleh pergi"ucap Putra Mahkota.
"Baik,Yang Mulia"ucap para dayang istana,kemudian berlalu pergi.
"Lahh,kok mereka disuruh pergi?.kayanya ada yg ngga beres"ucap Fang Hua heran dalam hati.
"Xiao Er,bantu aku mandi"ucap Putra Mahkota memerintah.
__ADS_1
"Ohh,Yang Mulia kenapa engkau membuatku sulit"ucap Fang Hua kesal dalam hati.
"Baik,Yang Mulia"ucap Fang Hua mengiyakan.
Putra Mahkotapun masuk ke pemandian diikuti Fang Hua dari belakang.Fang Hua pun membantu membuka baju Putra Mahkota,hingga hanya memakai pakaian tipis (dalaman)yg di kenakannya.Putra Mahkota kemudian masuk ke dalam kolam pemandian,Fang Hua merasa takjub melihat kolam pemandian yg luas.
"Xiao Er,tolong gosok punggung dan tanganku"ucap Putra Mahkota,sembari membuka baju tipisnya.
"Ya,ampun...Aku harus kuat.Dasar Putra Mahkota,aku akan membalasmu!"teriak Fang Hua dalam hati.
"Baik,Yang Mulia"ucap Fang Hua sembari mengosoknya dengan kain dan garam mandi.
"Maafkan aku Xiao Er"gumam Putra Mahkota senang dalam hati,sembari melirik Fang Hua diam-diam.
"Bantu aku gosok disini juga"ucap Putra Mahkota,sembari membalikkan badan lalu menggenggam tangan Fang Hua yg sedang menggosok bahu kirinya.Kemudian,mengarahkan ke dadanya yg bidang dan menatap mata Fang Hua lekat.
"aduhh,kenapa kamu menatapku seperti itu dan kenapa aku harus menggosok di sebelah situ.Lagi pula kamu bisa menggosoknya sendiri"kesal Fang Hua dalam hati,sembari melepaskan genggaman tangan Putra Mahkota.
"Baik,Yang Mulia"ucap Fang Hua ,sambil mengalihkan pandangannya kesamping kirinya dan menggosoknya.
"Sudahi sampai disini saja,aku tidak tega melihatnya"ucap Putra Mahkota sambil tertawa dalam hati.
"Baik,Yang Mulia"ucap Fang Hua,sembari bergegas menyiapkan pakaiannya,dan menunggunya dibalik bilik.
setelah 5 menit,Putra Mahkota keluar dari kolam mandinya,kemudian mengganti bajunya.
"aku sudah selesai,tolong rapikan bajuku dan tata rambutku"ucap Putra Mahkota
"Baik,Yang Mulia"ucap Fang Hua,sembari merapikan bajunya.Kemudian
menyisir rambut Putra Mahkota dan menggulungnya dengan rapi.
"Terimakasih istriku sudah membantuku,sekarang giliranku membantumu mandi"ucap Putra Mahkota lembut,sembari mengubah posisinya dari duduk di depan meja rias.Lalu,berdiri menghadap Feng Hua dan menatapnya.
"Maaf Yang Mulia,Hamba bisa melakukannya sendiri"lirih Fang Hua,sembari menatap kebawah dan menundukkan kepala.
__ADS_1
"Tapikan aku suamimu"ucap Putra Mahkota serius,kemudian mengangkat dagu Fang Hua untuk menatapnya lagi.
"Tidak perlu Yang Mulia"teriak Fang Hua kaget,sembari melangkah mundur.
"Haduhh,imutnya Xiao Er"gumam Putra Mahkota dalam hati.
Putra Mahkota lalu membuka lemari di meja rias itu,kemudian mengambil sebuah kotak berukuran sedang.
"ini untukmu,karena sudah membantuku mandi"ucap Putra Mahkota,sembari memberikan kotak tersebut dengan tangan kanannya.
"Yang Mulia,Apa itu?"tanya Fang Hua penasaran.
"Ambil dan bukalah"ucap Putra Mahkota senyum.
Kemudian Fang Hua menerimanya dan membukanya,Fang Hua sangat terkejut melihat isi didalamnya.
"Yang Mulia,bukankah bunga mawar hitam sangat sulit didapatkan?"tanya Fang Hua takjub.
"Memang benar.Namun,bunga yg dimaksud sebenarnya adalah bunga liar kematian.Seperti namanya bunga itu tumbuh secara liar, tapi mematikan bagi orang yg ingin mengambilnya.Karna bentuknya seperti bunga mawar hitam,orang-orang mengiranya bunga itu.Padahal bunga mawar hitam,tidak bisa mengobati penyakit.Banyak penjual obat yg curang ,memperjual belikan bunga mawar hitam"ucap Putra Mahkota serius.
"Yang Mulia ini terlalu berharga, hamba tidak bisa menerimanya"ucap Fang Hua ,sembari menutup kotak dan memberikan dengan kedua tangannya.
"Kalau kamu tidak menerimanya aku akan membantumu mandi,bagaimana?"ucap Putra Mahkota meledek.
"Tidak perlu Yang Mulia,hamba akan menerimanya"ucap Fang Hua ,sambil menyembunyikan kotak itu di belakang pinggangnya.
"seperti kataku saat itu,aku akan menyembuhkan wajahmu.Jadi aku harap kamu menerimanya tanpa ragu,sekarang bukalah cadarmu.Sungguh aku tak apa,lagipula aku pernah melihat wajahmu sebelum kamu memakai cadar"ucap Putra Mahkota meyakinkan.
"Terimakasih Yang Mulia,tapi aku tetap tidak mau melepas cadar ini" ucap Fang Hua tegas.
"Yi,tolong persiapkan pemandian.Aku akan mandi."teriak Fang Hua.
"Baik,Yang Mulia"ucap Yi.
"Sejak kemarin aku belum melihat wajahmu,kita sudah menikah Xiao Er"ucap Putra Mahkota tegas,sembari memegang bahu kiri Fang Hua dan menatapnya.
__ADS_1
Fang Hua hanya terdiam,sampai Yi memberitahu pemandian telah siap.Fang Hua mulai angkat bicara.
"Kalau begitu hamba akan mandi sekarang"ucap Fang Hua,sembari meletakkan kotak itu di meja rias.Kemudian pergi ke pemandian.