
Setelah Zhaoyang pergi.Feng Hua dan lainnya memutuskan untuk kembali ke mansion.Mereka kembali dengan kereta kuda yg Fai,Ping,dan Ho bawa.Feng Hua dan Diwei duduk didalam kereta berdampingan.Sedangkan yg lainnya duduk di luar kereta,sembari mengarahkan kuda.Fai duduk ditengah,diapit Ping dan Ho dikanan kirinya.
"Ngomong-ngomong,apakah kalian sama sepertiku?Melihat wajah nona tanpa cadarnya,bagaikan seperti mimpi di siang hari...Aku sampai sekarang masih memikirkannya.Aku berulang kali bertanya pada diri sendiri,apa yg tadi itu nyata atau bukan...Bagaimana menurut kalian?"ucap Ping berbisik
"Aku juga begitu..."teriak Fai dan Ho bersamaan.
"Ssstt...Kalian jangan keras-keras bicaranya..."bentak Ping.
"Iya...Iya..."ucap Fai dan Ho dengan menganggukkan kepala.
"Seperti Dewi yaa"ucap Ping dengan mata berbinar.
"Sangat cantik..."ucap Ho dengan mata berbinar juga.
"Menurutku juga begitu...Aku sudah menduganya sejak awal bertemu.Kalau Nona Xiao Er adalah gadis yg cantik"ucap Fai.
"Akhirnya sekian lama,kita bekerja bersamanya kita tau wajahnya seperti apa..."ucap Ho senang.
"Tapi sayang..."ucap Ping lesu.
"Kenapa?"tanya Fai dan Ho bersamaan.
"Nona dan Diwei sudah melakukan hubungan itu"ucap Ping dengan mempertemukan kedua jari telunjuknya sebagai sinyal.
"Ehm...Tanpa kamu menunjukkan jarimu.Aku juga tau,apa yg kamu katakan..."ucap Fai malu.
"Iya.Betul...Atau kamu mau aku mematahkan kedua jarimu itu!"ancam Ho sebal.
"Ehh... Jangan...Iya...Iya...Aku tidak akan mengulanginya lagi..."ucap Ping ketus.
"Tapi ngomong-ngomong...Jika nona berkata begitu,apakah nona belum pernah melakukannya dengan Putra Mahkota...Bukankah mereka sudah menikah!"ucap Ho bingung.
"Iya...Apa yg kamu katakan ada benarnya juga...Pantas saja laki-laki itu mengejar nona sampai kesini.Karna dia tau nona masih suci...Setelah dia tau kesucian nona tidak ada lagi,dia malah pergi..."ucap Ping.
"Sudah...Sudah...Jangan dibahas lagi...Bagaimanapun Diwei adalah teman kita dan nona adalah majikan kita.Terserah mereka mau bagaimana atau berbuat apa.Yg terpenting mereka tidak berbuat jahat atau mencelakai orang lain.Kita harus mendukungnya,jika mereka saling mencintai"ucap Fai.
"Wahh...Bijak sekali kamu Fai...Aku bangga padamu..."ucap Ping dengan menepuk pundak Fai.
"Yg kamu katakan benar...Mungkin Nona terpaksa menikahi Putra Mahkota.Lalu,jatuh cinta terhadap Diwei saat pelarian"ucap Ho.
..........
Didalam kereta kuda.
"Nona,apa yg akan kita lakukan selanjutnya?"
"Entahlah...Jangan bertanya padaku..."
"Jika bukan nona,aku akan bertanya pada siapa?Ping?Fai?atau Ho?"
"Hahaha..."
__ADS_1
"Akhirnya nona tertawa juga"
"Hmm...."
"Kenapa nona??"
"Aku khawatir...Zhaoyang akan tau kita telah menipunya"
"Nona jangan khawatir...Dia tidak akan tau...Kalaupun tau Diwei akan tetap melindungi nona!"
"Terimakasih Diwei...Kalau begitu.Maukah kamu menikah denganku?"
"No...Nona SERIUSS??!!!"
"Mmm...ya..."
"Bukannya nona sangat mencintai Putra Mahkota?"
"Aku rasa meninggalkannya adalah keputusan yg terbaik.Dia sudah memiliki Li Zhishu.Li Zhishu bisa menggantikan posisiku"
"Tapi..."
"Jika kamu tidak mau juga tidak apa-apa.Aku tidak akan memaksa..."
"Tidak Nona.Diwei bersedia menikahi nona..."
"Terimakasih Diwei..."
"Justru Diwei yg harus berterimakasih pada nona...Tanpa nona sadari,nona telah memberikan kesempatan pada Diwei..."
"Apakah kamu akan menikah lagi nantinya?"
"Apa?!!Tidak nona...Untuk apa Diwei melakukan itu...Bagi Diwei nona saja cukup..."
"Kenapa??Aku bersedia jika kamu memiliki selir...Aku jadi memiliki teman..."
"Tidak nona...Hati Diwei hanya untuk nona...Diwei tidak bisa membaginya..."
"Ohh...Diwei...Kamu manis sekali..."ucap Feng Hua dengan tangis haru.
"Nona...Jangan menangis...Apakah Diwei salah?Diwei minta maaf..."ucap Diwei dengan mengusap air mata Feng Hua dengan tangannya.
"Aku menangis karna bahagia.Bahagia karna akan bisa menikahi laki-laki sepertimu"ucap Feng Hua dengan senyum.
Kedua pipi Diwei merona seketika.
"Ehm...Pipimu merona..."ucap Feng Hua meledek.
"Ehm...Diwei jadi malu..."ucap Diwei memalingkan wajah.
"Nanti kita lakukan acting itu lagi di depan Putra Mahkota ya"
__ADS_1
"Iya nona..."
"Aku harap mulai sekarang berhentilah memanggilku nona..."
"A-apa?!!"teriak Diwei terkejut,sambil menengok pada Feng Hua.
"Iya...Panggil saja namaku..."
"Xi...ao... Er??"ucap Diwei terbata-bata.
"Itu lebih baik.Tapi aku harap,kamu nantinya terbiasa memanggilku begitu..."
"I..ya..."
"Mmm... tapi kalau sudah menikah kamu bisa memanggilku istri..."
"I..Is...tri...??!"
"Atau sayang??"
"Sa....sa..sa...yang??!!"
"Iya..."
"A...Astaga...Astaga...Aku sangat senang sekali!Orang yg aku cintai mengajakku menikah dan meminta memanggilnya dengan nama...Bahkan istri atau sayang??!!!"ucap Diwei senang dibenaknya.
"Apakah ini mimpi?!!"ucap Diwei bertanya dibenaknya dengan mencubit pipi kanannya dengan sangat keras.Lalu Dia berteriak kencang"AAaaa sakit...!!!"
Feng Hua lalu menengok Diwei dan tertawa keras.Setelah melihat Diwei begitu,seakan mengerti.
"Ini nyata..."ucap Feng Hua meledek dengan berbisik ditelinga Diwei.
Diwei dengan ekspresi malu,memalingkan wajahnya dan mengusap pipi yg dia telah cubit.
Ping,Fai,dan Ho yg mendengar teriakan Diwei kesakitan itu,lalu berpikir"Kenapa Diwei berteriak?".Ping dan Ho kemudian meminta Fai untuk bertanya keadaan Diwei.Faipun mengiyakan dan mulai berteriak"Apakah kamu baik-baik saja Diwei?"
"Aku baik-baik saja...Tadi ada semut menggigitku..."balas Diwei.
Dengan ekspresi heran Ping,Fai dan Ho berkata"Semut??"bersamaan.
"Semut menggigit bisa membuatnya berteriak begitu??"ucap Ho berbisik.
"Iya...Sepertinya bukan semut..."ucap Fai berbisik.
"Masa kalian tidak tau maksudnya..."ucap Ping meledek.
Fai dan Ho langsung menangkap maksud Ping.Mereka kemudian terbatuk-batuk canggung,lalu berucap asal-asalan.
"Wahh bagus sekali ya tanaman itu..."ucap Ho,sambil melihat pemandangan disampingnya.
"Hey kuda...Jalannya jangan sesantai ini dong...Kalau kamu pelan begini,kita bisa sampai ke mansion besok..."ucap Fai,sembari memacu kudanya.
__ADS_1
"Kalian ini..."ucap Ping dengan menepuk jidat.
"Nona dan Diwei sungguh kejam...Kami bertigakan masih polos huhu...Kenapa kalian melakukannya di kereta sih..."ucap Ping dibenaknya.