
Diperjalanan menuju kediaman Putra Mahkota untuk pulang.Putra Mahkota membuka suara"Aku tidak menyangka kamu bisa menarikan tarian musim semi...Aku tidak pernah menyaksikan atau mendengar kamu mempertunjukkannya dihadapan orang-orang...Dan yg aku tau hanya ada 10 gadis yg bisa menarikan tarian tersebut.Selain gadis yg hilang itu,5 diantaranya berada di kerajaan Xia.Lalu bagaimana kamu bisa?"
"Aku hanyalah segelintir orang yg beruntung dapat mempelajarinya.Aku sebenarnya tidak mau menampilkannya dihadapan orang-orang,tapi aku sangat menyayangkan jika perayaan musim semi di hari terakhir hancur begitu saja karna ketiadaan si gadis penari.Maka dari itu,aku menampilkannya dihadapan orang-orang"ucap Feng Hua.
"Ohh begitu..."ucap Putra Mahkota dengan anggukkan kepala.
"Ngomong-ngomong.Aneh sekali ya...Kenapa tidak ada gadis penari yg datang hari ini.Membuat suasana jadi ricuh saja"ucap Feng Hua.
"Kamu benar.Aku akan menyelidikinya"ucap Putra Mahkota.
Tiba-tiba kereta kuda berhenti secara mendadak.
Putra Mahkota yg kagetpun berteriak"Ada apa?!" pada ajudan Xu.
"Lapor Yang Mulia,ada banyak orang memakai topeng dan berpakaian hitam menghalangi jalan.Dan hamba rasa mereka laki-laki"jawab ajudan Xu lantang.
"Ayo kita turun.."ucap Feng Hua.
"Tidak.Kamu di kereta saja"pinta Putra Mahkota.
Putra Mahkota kemudian berjalan mendekati pintu kereta kuda dan membukanya.Saat Putra Mahkota akan berjalan keluar,Feng Hua berseru"Hati-hati"dengan wajah khawatir.
Putra Mahkota kemudian menengok ke arah Feng Hua dan menganggukkan kepala.Lalu berjalan keluar dan menutup pintu kereta.
"Siapa mereka?semoga Putra Mahkota baik-baik saja"ucap Feng Hua cemas dibenaknya.
"Siapa kalian?!Berani sekali menghalangi jalan!Kami sedang membawa orang penting!"teriak ajudan Xu marah.
"Cepat selesaikan!"
__ADS_1
Perintah salah seorang laki-laki memakai topeng dan berbaju hitam.
Mendengar perintah tersebut.Yang lainnyapun berseru"Baik!"
Mereka kemudian mendekati kereta kuda sambil mengeluarkan pedang dari balik punggung.Melihat hal itu,Fai dan Ping juga mengeluarkan pedang dan memacu kuda cepat menuju mereka.Kemudian Fai dan Ping menyerang mereka secara membabi buta.
Putra Mahkotapun turun dari kereta kuda bersamaan dengan pengawal bayangan lainnya.Para pengawal bayangan lainnya tak tinggal diam melihat Fai dan Ping berjuang melawan para pria bertopeng.
"Mau apa kalian?Berani sekali menghalangi jalan!!"teriak Putra Mahkota.
Namun para pria bertopeng tidak ada yg menyahutnya.Mereka sibuk menyerang semua pengawal bayangan dan sisanya tetap maju mendekati kereta kuda Feng Hua dan Putra Mahkota berada.Putra Mahkota lalu mengeluarkan pedangnya dan melawan mereka dengan gigih.
"Terlalu banyak!Aku dan para pengawal bayangan tidak cukup melawannya..."ucap Putra Mahkota cemas.
"Cepat putar balik keretanya Xu!"Perintah Putra Mahkota.
"Baik"teriak ajudan Xu.
Salah satu pria bertopeng lolos dari penglihatan Putra Mahkota dan para pengawal bayangan.Dia menyelinap tanpa ajudan Xu sadari menuju samping kereta kuda.Diam-diam dia memukul belakang kepala ajudan Xu hingga pingsan dan mendorongnya jatuh ke tanah.Dia lalu mengambil alih tempat ajudan Xu mengendarai kereta kuda dan memacu kudanya dengan cepat.
"Kenapa pergi tanpa Putra Mahkota?"tanya Feng Hua dibenaknya.
"Xu...Kenapa memutar balik tanpa Putra Mahkota?"tanya Feng Hua dengan berteriak dari dalam kereta.
Namun tak ada jawaban.Feng Hua lalu bertanya lagi"Kenapa diam saja Xu?"
Namun tetap sama tak ada jawaban.Feng Hua tidak tau ajudan Xu telah berganti menjadi pria bertopeng yg menghalangi jalan pulangnya.
"Kenapa dia tidak menjawabku"gumam Feng Hua dibenaknya.
__ADS_1
Feng Hua yg merasa aneh dan penasaran, kemudian berjalan mendekati pintu kereta kuda dan membukanya sedikit dengan pelan untuk mengintip.Feng Huapun terkejut saat melihat yg mengendarai kereta kuda bukanlah ajudan Xu.
"Hmm...Aku ingin tau,kemana kamu akan membawaku"ucap Feng Hua dibenaknya,sembari menutup pintu itu kembali dan duduk didalam kereta seperti semula.
Tak lama kereta kudapun berhenti.Pria bertopeng itu,kemudian membuka pintu kereta kuda dengan kasar.Lalu masuk dan menarik lengan Feng Hua secara paksa untuk keluar dari kereta kuda.
Setelah turun dari kereta kuda.Feng Hua hanya melihat banyaknya pepohonan.Dia tidak melihat orang lain,selain dirinya dan pria bertopeng itu.Disaat Feng Hua melihat kesana-sini,tanpa sadar membuat Feng Hua kehilangan kewaspadaannya.Dari belakang,pria bertopeng membekap hidung dan mulut Feng Hua dengan sapu tangan yg sudah dibasahi obat bius.
Feng Hua mencoba memberontak dan berhasil terlepas dari bekapannya.Namun Feng Hua sudah terlanjur menghirup obat biusnya,lalu jatuh pingsan.Melihat hal itu,pria bertopeng segera menangkap tubuh Feng Hua dengan cepat kemudian menggendongnya.
Pria bertopeng itu kemudian membawanya dan menaruhnya di sebuah kereta kuda yg berada lumayan jauh dari kereta kuda Feng Hua dan Putra Mahkota naiki.Setelah itu,dia berjalan menjauh dari kereta kuda dan mulai membakar sebuah kembang api.
Mendengar sebuah kembang api telah dinyalakan dari kejauhan.Para pria bertopeng mengakhiri aksinya dan pergi begitu saja menggunakan kuda yg telah mereka ikat di pepohonan sekitar.
"Kenapa mereka pergi begitu saja?"ucap Ping dengan berteriak.
"Sudahlah Ping...Untung saja mereka pergi...Jumlah mereka terlalu banyak..."ucap Ho dengan tersengal-sengal.
"Ayo kita kembali!"perintah Putra Mahkota.
Saat Putra Mahkota dan para pengawal bayangan berbalik untuk kembali ke kereta.
"Yang Mulia!Lihat itu!"teriak pengawal bayangan Putra Mahkota yg lainnya,sembari menunjuk tubuh ajudan Xu yg sudah terkapar di tanah.
"Bukankah itu ajudan Xu?Kenapa dia tertidur di tanah?"ucap Ping dengan polosnya.
"Masih sempatnya kamu bercanda Ping!"teriak Ho kesal.
"Ohh,tidak..!Xiao Er masih berada di kereta kuda!"ucap Putra Mahkota panik dibenaknya
__ADS_1
"Ping dan Ho!Cepat kejar kereta kuda itu sebelum terlalu jauh!"perintah Putra Mahkota.
"Baik"ucap Ping dan Ho serentak.