Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#36


__ADS_3

"Paman,maaf...


Aku harus kembali ke Putra Mahkota sekarang...


Dan tolong rahasiakan semua kejadian barusan"


"Baik,Yang Mulia...


Mohon maafkan Zhaoyang...


Hamba berjanji akan merahasiakannya"ucap Fu hormat sekaligus malu.


"Demi paman aku memaafkannya...


Kalau begitu aku pergi sekarang..."ucap Feng Hua,sembari bergegas pergi.


Tak lama Feng Hua pun sampai di ruangan Putra Mahkota berada.Di ruangan itu,Putra Mahkota sudah menunggu Feng Hua dengan berdiri membelakangi pintu.


Dengan pelan,Feng Hua membuka pintu.Namun,tetap terdengar oleh Putra Mahkota.Mendengar suara pintu terbuka,Putra Mahkota lalu menoleh dan mengeluh"Lama sekali kamu pergi..."


"Maaf..."ucap Feng Hua dengan tawa canggung.


"Ayo duduk...nanti makanannya dingin..."ucap Putra Mahkota sembari menggiring Feng Hua duduk ditempat semula.


"Baiklah"


Feng Hua kemudian duduk,disusul Putra Mahkota berikutnya.Feng Hua melihat sudah ada dua mangkuk sup berisi daging dan satu set minuman(teko berisi air dan beberapa cangkir kosong) di atas meja.


Feng Hua kemudian menciduk sesendok sup daging itu,lalu memasukkannya ke dalam mulutnya dan mengunyahnya.Tak lama,Feng Hua memuji sup daging itu dengan berkata"Rasanya enak"


"Aku tau,kamu pasti akan menyukainya"ucap Putra Mahkota dengan senyum terukir di bibirnya,sembari mengisi dua cangkir kosong,dengan teko yg berisi air itu.


Feng Hua pun ikut tersenyum dan berkata"Iya aku suka"


"Aku akan mengatakannya"ucap Putra Mahkota dibenaknya,sembari memberikan salah satu cangkir yg sudah terisi air itu pada Feng Hua.


Feng Hua lalu meminum air pemberian Putra Mahkota.


Dengan ragu-ragu Putra Mahkota memanggil"Xiao Er..."


"Ya?"


"Aku tidak tegaa,bagaimana ini..."ucap Putra Mahkota dibenaknya lagi.


"Katakanlah?ada apa?"ucap Feng Hua heran dan khawatir.


Putra Mahkota berkata"A...ku..."berulang kali.


"Ya??"

__ADS_1


"Maafkan aku,tiga hari lagi aku akan menikahi Li Zhishu"


Dengan santainya Feng Hua berucap"Baiklah"


Namun tanpa Feng Hua sadari air mata itu menetes di pipinya.Dengan cepat Feng Hua mengusapnya tanpa Putra Mahkota melihatnya.


"Sepertinya perutku sedang bermasalah,aku akan segera kembali"ucap Feng Hua,kemudian pergi dengan cepat meninggalkan Putra Mahkota sekali lagi.


Putra Mahkota menatap kepergian Feng Hua dengan mata kosong.


__________


Melihat Zhaoyang pingsan,Fu mengeluarkan minyak oles dari depan bajunya,lalu mengoleskannya di dekat lubang hidung Zhaoyang.


Tak lama Zhaoyang tersadar dari pingsannya dengan bersin,kemudian bertanya seolah tak terjadi apa-apa"Apa yg terjadi??"


"Jangan pura-pura lupa?!"bentak Fu.


"Ehehehe paman..."


Zhaoyang kemudian berlutut dan menyembah ampun pada Fu berulang kali sambil memohon"Maafkan aku paman...Aku bersalah...Maafkan aku..."


"Tidak ada maaf untukmu...Tidak ingatkah semua yg kamu lakukan dan kamu ucapkan pada Yang Mulia,bahkan saat Yang Mulia memintamu untuk berbicara ditempat yg tenang,kamu malah mengatakan Yang Mulia hamil anakmu!"ucap Diwei marah,dengan mata seakan ingin menerkam Zhaoyang.


Zhaoyang yg tidak terima lalu berteriak"Kamu!!"dengan mata tidak suka.


"Sudahlah...Kalian berdua..."ucap Fu menengahi.


Bagaikan tubuh dengan separuh jiwanya melayang,Zhaoyang melongo membayangkan apa yg akan terjadi padanya bila Feng Hua tidak memaafkannya.


"Untung saja Yang Mulia masih berbaik hati,Dia meminta merahasiakannya dari Yang Mulia Putra Mahkota"ucap Fu dengan menghela nafas.


Dengan ekspresi lega Zhaoyang berkata"Terimakasih Yang Mulia Putri Mahkota"


"Tapi kamu jangan senang dulu...


Bagaimana dengan Yang Mulia Putra Mahkota,jika dia tau"


"Kamu benar..."


"Ngomong-ngomong hari ini Yang Mulia Putri Mahkota tidak datang sendirian..."ledek Diwei.


"Lalu aku harus apa?!"teriak Zhaoyang.


Zhaoyang berteriak,membuat Diwei ikut berteriak"Tentu saja kamu harus menjelaskan pada para pelanggan kedai,bahwa yg kamu katakan adalah berbohong!"


"Kamu benar...


Jangan sampai Yang Mulia Putra Mahkota tau dan menghukumku"ucap Zhaoyang,lalu bergegas keluar dari dapur.

__ADS_1


Diwei dan Fu kemudian mengikuti Zhaoyang dari belakang.


Sambil berjalan,Zhaoyang berucap dibenaknya"Jangan sampai gara-gara aku akan ada gosip yg buruk pada Yang Mulia Putri Mahkota"


Sesampainya didepan meja para pelanggan,Zhaoyang dengan lantang berucap"Para pelanggan sekalian...Aku selaku Zhaoyang keponakan dari paman Fu pemilik Kedai makanan ini yg tampan dan berbakat,ingin menyampaikan"


Belum juga selesai Zhaoyang berucap,seorang pelanggan yg sebelumnya membela Zhaoyang menyela"Menyampaikan kamu dan gadis itu akan menikah??"


Semua pelanggan kedai pun riuh,salah satu ada yg berceletuk"Akan ada pernikahan nih"lalu ada yg bilang"Sepertinya makanan kali ini tidak perlu bayar" dan obrolan-obrolan lainnya.Benar-benar brisik dan membuat Zhaoyang sakit kepala,dan dia lalu berteriak dengan kerasnya"Diamlah kalian semua!!"


Semua orang termasuk pelayan yg sedang membawa makanan dan membersihkan meja pun terhenti mendengar teriakan Zhaoyang.Zhaoyang kemudian melanjutkan ucapannya"Gadis itu bukanlah kekasihku,aku berbohong demi diriku sendiri agar terhindar dari perjodohan yg tidak aku inginkan"


Zhaoyang lalu berlutut memohon maaf dihadapan para pelanggan kedai.


"Terimakasih atas kejujuranmu Tuan Muda"ucap salah seorang diantara para pelanggan.


Semua orang yg mendengar perkataan orang tersebut mengangguk setuju.


"Mohon kejadian soal kebohongan keponakanku tadi,anggaplah tidak ada dan jangan dibahas lagi"ucap Fu hormat.


"Karena keponakkanku mengakui kesalahannya dan berani meminta maaf dihadapan semua orang.Aku akan membatalkan perjodohan Zhaoyang..


Dan untuk semua orang yg ada disini tidak perlu membayar"ucap Fu senang.


Semua orang berteriak"Baiklah paman Fu...",lalu memberi hormat bersamaan dan mengucapkan"Terimakasih paman Fu"dengan gembira.


Zhaoyang kemudian mendekati Fu dan berbisik"Terimakasih paman"


Fu pun membalas"Tidak perlu.Kamu sudah ku anggap seperti putraku sendiri"


Zhaoyang merasa terharu dan ingin menangis,tapi terlalu tinggi harga dirinya untuk menangis dihadapan Fu.Dia lalu beralasan"Paman sepertinya perutku sakit,aku ke kamar kecil dulu ya"


"Pergilah.."


Zhaoyang kemudian bergegas pergi ke kamar kecil.Sesampainya disana,betapa terkejutnya Zhaoyang menemukan Feng Hua sedang menangis sesenggukan dengan berjongkok dan menundukkan kepala di depan kamar kecil.


"Aku kira hanya aku saja yg ingin menangis...


Dan sejak kapan Yang Mulia ada disini??"ucap Zhaoyang heran dibenaknya.


Takut ada orang lain yg akan datang ke kamar kecil,Feng Hua dengan cepat berdiri dari jongkoknya dan berniat pergi secepatnya.Tak disangka,Feng Hua melihat Zhaoyang sudah berdiri dihadapannya dengan menatap sendu.


Dengan rasa malu,Feng Hua bergegas pergi.Namun tertahan karna Zhaoyang menggenggam lengannya erat.Feng Hua lalu bertanya"Kenapa?"


Dengan tangan satunya,Zhaoyang kemudian mengeluarkan sapu tangan dari depan bajunya.Zhaoyang lalu menyeka air mata Feng Hua dengan perlahan,sambil mengatakan"Sebelum pergi,usaplah air matamu dulu"


Dibenak Zhaoyang"Padahal banyak wanita yg berusaha menarik perhatianku,namun ku tak tertarik sedikitpun.Tapi kenapa aku seperti ini sekarang?"


Feng Hua menatap Zhaoyang heran.Zhaoyang yg menyadarinya hanya membalas tatapan Feng Hua dengan senyuman manis.

__ADS_1


Zhaoyang



__ADS_2