
"Jika kita terus seperti ini.Kita bisa tertangkap.Karna kita menaiki kuda ini bersama.Tak lama lagi kuda ini akan kelelahan dan tak mau jalan"ucap Diwei cemas.
"Apa kamu bisa berenang?"tanya Fang Hua.
"Bisa"ucap Diwei yakin.
"Baguslah...Kalau nanti kita menemui sebuah jembatan,kita harus langsung melompat ke sungai"pinta Fang Hua.
"Langsung?Maksud Nona dari kuda ini kita melompat???"ucap Diwei bingung.
"Iya..."
"Baiklah.Sepertinya itu adalah satu-satunya cara"
"Aku akan membuat jarak yg jauh dari para penjaga.Supaya mereka tidak bisa melihat kita ketika melompat ke sungai"
"Berhati-hatilah nona"
Fang Hua lalu memacu kudanya dengan sangat cepat melebihi kecepatan sebelumnya.Fang Huapun berhasil memberi jarak pada para penjaga,hingga jauh dari pandangan.
"Aku berhasil melakukannya dan tinggal menemukan jembatannya.Semoga saja ada jembatan disekitar sini"ucap Fang Hua.
"Semoga saja Dewa menunjukkannya"ucap Diwei menimpali.
Selang beberapa menit kemudian.Dari kejauhan Fang Hua melihat sebuah jembatan yg besar.
"Dewa membantu kita.Lihat!Ada jembatan besar disana...Bersiaplah untuk melompat ke sungai!"teriak Feng Hua.
Fang Hua dan Diwei lalu melompat ke sungai bersamaan.
__ADS_1
Tak lama,para penjagapun melewati jembatan.Mereka terus memacu kuda mengikuti kuda yg dinaiki Fang Hua dan Diwei.Mereka tidak tau Fang Hua dan Diwei telah melompat ke sungai.Mereka mengejar kuda yg kosong penumpang.
"Huwaaah"teriak Fang Hua saat keluar dari dalam sungai.
Fang Hua melihat keseliling mencari keberadaan Diwei.Tapi tak ada tanda Diwei muncul kepermukaan.
Dibantu cahaya bulan purnama.Fang Hua berenang kesana kemari mencari Diwei.
"Diwei....Diwei..."teriak Fang Hua memanggil.Tapi tak ada jawaban.
"Dimanakah kamu Diwei?"tanya Fang Hua dibenaknya.
Tak lama,Fang Hua melihat Diwei sedang berenang susah payah hingga tenggelam.Fang Hua lalu berenang cepat menuju Diwei untuk menolongnya.Tapi sayangnya Diwei sudah tak sadarkan diri,Fang Hua lalu membawa Diwei ke tepi sungai.
Setelah berada di tepi sungai,Fang Hua mencabut panah yg menancap di punggung Diwei.Fang Hua mencoba membaca denyut nadi ditangan Diwei.Denyut nadi Diwei terasa,namun sangat lemah.Setelah itu Fang Hua berusaha menyadarkan Diwei.
Namun Diwei tetap tak sadarkan diri.Fang Hua lalu menekan dada Diwei berulangkali dengan kedua tangannya.Namun hasilnya tetaplah sama.Fang Hua kemudian memberikan napas buatan dari mulutnya ke mulut Diwei berulangkali.Berkat hal itu,Diweipun sadar dengan terbatuk-batuk.
"Akhirnya kamu sadar juga"ucap Feng Hua senang.
"Aku merasa ada udara yg masuk dari mulutku,sehingga aku bisa bernapas.Samar-samar saat aku mulai sadar.Aku melihat wajah Xiao Er berada diatas wajahku"ucap Diwei dibenaknya.
"Bagaimana caranya Nona melakukan itu?"tanya Diwei penasaran.
"Itu apanya?"tanya Fang Hua balik dengan rasa bingung.
"Tiba-tiba ada udara masuk dari mulutku"ucap Diwei dengan wajah ingin tau.
Seketika pipi Fang Hua merah merona.
__ADS_1
"Kenapa pipi nona memerah?"tanya Diwei heran.
"Bagaimana aku menjelaskannya ya?"tanya Fang Hua bingung dibenaknya.
"A...aku...A...ku"ucap Fang Hua terbata-bata.
"Ya?"ucap Diwei penasaran.
"Ahh sudahlah...Kita rawat lukamu dulu.Lihatlah lukamu...Apa kamu tidak merasa sakit..."ucap Fang Hua mengalihkan pembicaraan,sambil memegang dan melihat luka di punggung Diwei.
"Hmm...Ada apa dengan Xiao Er?Aku hanya ingin tau saja,bagaimana Xiao Er memberi nafas ke mulutku.Karna mungkin suatu saat aku bisa menyelamatkan seseorang dengan cara yg sama seperti Xiao Er lakukan..."ucap Diwei dibenaknya.
"Aku akan memapahmu kesana,supaya kamu bisa bersandar"ucap Fang Hua sembari menunjuk sebuah pohon yg tak jauh darinya.
Diwei mengangguk setuju.Fang Hua lalu memapah Diwei hingga ke pohon yg ditunjuknya.Diwei lalu disandarkan dengan pelan di pohon itu.
"Aku akan mencari tabib"ucap Fang Hua dengan menepuk bahu Diwei.
"Jangan...Bila tabib itu memberitahu keberadaan kita pada Zhaoyang,bagaimana??"ucap Diwei cemas.
"Kamu benar...Tapi kamu sedang terluka"ucap Feng Hua cemas.
"Kita curi kuda dan pergi dari sini.Lalu kita menuju lembah kabut"pinta Diwei.
"Baiklah.Aku setuju atas usulmu"ucap Fang Hua.
Fang Hua kemudian pergi meninggalkan Diwei.
Selang beberapa menit.Fang Hua membawa seekor kuda.Fang Hua lalu membantu Diwei naik ke atas kuda.Setelah itu Fang Huapun naik dibelakangnya.Mereka kemudian memacu kuda menuju lembah kabut.
__ADS_1