Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#69


__ADS_3

Setelah itu Fang Huapun berhasil keluar dari kediamannya dan istana dengan mulus.Feng Hua kemudian pergi ke lembah kabut dengan berlari.Dia berlari dengan sekuat tenaga,hingga akhir batas staminanya.


"Cape sekali....


Andai ada kuda dekat sini...Aku akan sangat bersyukur...."keluh fang hua dengan nafas tersengal-sengal.


Tak sengaja Fang Hua melihat sebuah rombongan dijarak yg lumayan jauh.Rombongan itu terdiri dari satu kereta kuda mewah ,satu kereta kuda pengangkut barang,dan beberapa kuda perorangan yg telah dinaiki penjaga.Namun rombongan itu sedang mendapatkan masalah,yaitu mendapatkan serangan dari banyak orang dengan pakaian serba hitam dan menutupi wajahnya dengan kain.


"Sepertinya rombongan seorang bangsawan...


Aku jadi ngga lari lagi deh..."ucap Fang Hua senang dibenaknya.


Dengan berlari cepat Fang Hua menghampiri rombongan itu.Dia lalu membantu para penjaga kereta mewah itu melawan mereka.


Merasa terganggu dan kerepotan atas kehadiran Fang Hua.Salah seorang dari orang berbaju hitam itu berteriak marah"Hei wanita sialan!!Pergi darisini!!!Sepertinya kamu bukan bagian dari rombongan ini!!! Kamu siapa tiba-tiba ikut melawan kami!!!"


Mendengar hal itu semua orang berhenti bertarung dan langsung melihat Fang Hua bersamaan.


"Bertarung ya bertarung saja...


Sejak kapan ada aturan seperti itu??Entah aku ikut rombongan ini atau tidak...


Memangnya kenapa???Jangan-jangan kamu takut padaku?!"ucap Fang Hua remeh sambil menyilangkan tangan dengan sombongnya.


"Mana mungkin aku takut dengan wanita sepertimu...!


Aku hanya...tidak ingin kamu mengganggu kami!!!"


"Ohh...Begitu...Baguslah...


barusan...aku hanya bersenang-senang yaa


Bukan yg sebenarnya"


"Hah!A-apa?!"


"para penjaga berhentilah melawan...


Biar aku yg bereskan..."ucap Fang Hua tanpa takut.


Mendengar hal itu,semua penjaga kereta mewah itu berhenti bertarung dan mundur kebelakang.Dengan rasa percaya diri,Fang Huapun maju kedepan.


Fang Hua yg sedari awal bertarung dengan tangan kosong lalu merebut pedang salah satu dari mereka.


"Waduhh bagaimana ini!!Dia sendiri dengan tangan kosong mampu membuatku dan yg lain keteteran...


Sekarang dia menggunakan pedang...


Aku harus hati-hati"ucap orang yg berteriak ada Fang Hua itu takut dibenaknya.


Fang Hua melawan semuanya,kecuali orang yg berteriak padanya.Feng Hua sengaja melakukannya untuk melawannya dipaling akhir.


Fang Hua bertarung dengan lincah dan cekatan.Setiap pedang yg dia hembuskan langsung mengenai bandit yg ada dihadapannya.Luka sayatan di kaki,tangan,dan punggung tak terhindarkan.Fang Hua mengalahkan mereka semua dalam waktu 15 menit saja.


"Ti-tidak mungkin....!!


Ka-kamu...Bagaimana bisa??!!"teriak orang itu lagi tak menyangka.


"Kini tiba saatnya giliranmu...


Kalau yg lainnya aku hanya menggoresnya


sedangkan kamu!!Aku akan mencincangmu lalu membuangmu ke hutan "ledek Fang Hua sembari memainkan pedang ditangannya itu.


"Tidak...Aku tidak bisa...

__ADS_1


Aku tidak mau..."ucap orang itu ketakutan dibenaknya.


Belum juga Fang Hua menghembuskan pedang untuk melawannya.Orang itu membuang pedangnya dan berlutut mengakui kekalahan.


"Kami mengaku kalah...


Tolong jangan lakukan itu...


Aku masih punya anak dan istri di rumah..."


"Hahahaha kamu lucu sekali...


Kamu berbohong kan??


Ohh ya kenapa kalian menyerang kereta ini


Siapa yg menyuruh kalian?!"


"Kami hanyalah perampok nona...


Aku benar-benar jujur...."


"Hmm begitu...


Aku mau melepaskan kalian semua


Asal jangan melakukan perampokan lagi"


"Baik nona..."


"Kalau ada yg melanggar...


Aku akan membunuh kalian semua..."ucap Feng Hua mengancam dengan memperagakan pedang ditangannya ke lehernya seolah akan menebasnya.


Semua orang berbaju hitam itu menggeleng ketakutan.


Sekarang kalian boleh pergi"


Mereka lalu pergi dengan susah payah menahan luka.Sedangkan orang yg Fang Hua ajak bicara berterimakasih dan ikut pergi.


Salah satu penjaga kereta mewah memberi salam hormat kemudian mengucapkan"Terimakasih nona telah membantu kami...."


"Kebetulan aku lewat dan hati ini tergugah ingin membantu..."ucap Fang Hua sambil membalas salam hormat juga.


Tiba-tiba ada seorang lelaki muda tampan keluar dari kereta mewah itu,sambil berkata"Terimakasih sudah membantu...


Siapakah nama nona?"


"Tuan muda...


Kenapa Tuan muda keluar...


Tuan sedang sakit...."celetuk penjaga yg mengajak Fang Hua bicara.


"Tidak apa...


Lagipula aku ingin berterimakasih pada penyelamat"ucap lelaki yg dipanggil tuan muda itu.


"Nama saya Xiao Er...


Sepertinya kalian bukan penduduk sini...


Dilihat dari cara berpakaian kalian..."ucap Fang Hua melihat dari atas kepala hingga bawah kaki semua orang.


"Nama saya Jiazhen..

__ADS_1


Iya nona...


Kami dari kerajaan Yue..."ucap lelaki itu lagi.


"Aa?!!YUE!!!"teriak Fang Hua terkejut.


"Iya nona??Apa ada masalah???"tanya Jiazhen penasaran dan heran.


"Kalau boleh tau...


Apa tujuan kalian kemari??"tanya Fang Hua penasaran.


"Kami datang kesini untuk menjemput adik dan putraku"ucap Jiazhen.


"Ohh begitu...."ucap Fang Hua dengan menganggukkan kepala.


"Ohh ya...


Sebagai rasa terimakasih saya...


Apa ada yg nona inginkan?


Saya ingin memberikannya..."


"Aku ingin kuda..."


"Kuda??


Biasanya orang lain akan meminta emas dan jabatan...Atau meminta menikah denganku...


Dia malah meminta kuda???"ucap Jiazhen heran dan kagum dibenaknya.


"Ohh baiklah..


Namun sebelum itu...


Bolehkah saya tau?Kenapa tengah malam begini nona ada diluar??"


"Aku ingin ke lembah kabut...


Maka dari itu aku masih diluar saat ini"


"Ohh...


Atau karna itu nona meminta kuda??"


"Iya...


Aku sudah berlari cukup lama dan sudah kelelahan"


"Bagaimana kalau kami mengantar nona kesana??Meski kami tidak tau jalannya...


Nona bisa memberi arahan"


"Itu tawaran yg bagus...


Aku tidak jadi meminta kudamu.Aku ingin kalian mengantarku kesana"


"Nona tidak perlu sungkan.Aku tetap akan memberikan kuda itu..."


"Ahh tidak usah....


Aku meminta kuda,karna ingin kesana saja...


Aku tidak membutuhkan kuda..."

__ADS_1


"Hmm baiklah...Kalau begitu mari kita berangkat..."


__ADS_2